Strategy Dikepung Keraguan Setelah Suntik $1,28 Miliar ke Bitcoin, Terbitkan Saham Preferen Rp5,7 T dengan Risiko dan Peluang Besar

Strategy melakukan pembelian besar senilai $1,28 miliar Bitcoin minggu lalu, menandai akuisisi terbesar mereka dalam lebih dari satu bulan. Dana yang digunakan sebagian berasal dari penerbitan saham preferen STRC, yang merupakan instrumen keuangan dengan dividen variabel.

Perusahaan yang berkantor pusat di Tysons Corner, Virginia ini kini menguasai sekitar 738.750 Bitcoin. Dengan harga Bitcoin sekitar $68.500 per unit pada hari Senin, nilai keseluruhan aset digital milik Strategy mencapai kurang lebih $50,5 miliar.

Pendanaan melalui Saham Preferen STRC

Minggu lalu, Strategy berhasil mengumpulkan $377 juta dengan menerbitkan saham preferen STRC. Produk ini menawarkan dividen variabel bulanan dengan tingkat tahunan terkini sebesar 11,5%. Selain itu, perusahaan juga menjual saham biasa senilai hampir $900 juta.

Harga saham preferen STRC dirancang untuk berfluktuasi di sekitar nilai $100. Ketika harga STRC naik di atas ambang batas tersebut, Strategy akan mengeluarkan saham preferen tambahan dan menggunakan hasilnya untuk membeli lebih banyak Bitcoin. Sejauh ini, total penerbitan STRC oleh perusahaan telah mencapai $3,8 miliar.

Strategi Pendanaan Unik dan Dampaknya

Strategic telah menggunakan saham STRC sebagai sumber pendanaan alternatif selama beberapa bulan terakhir. Penerbitan terbaru ini menjadi tonggak penting karena volume penerbitan terbesar kedua, hanya kalah oleh debut produk senilai $2,5 miliar pada bulan Juli lalu.

Michael Saylor, salah satu pendiri dan Executive Chairman Strategy, menandai fase baru dengan ungkapan “The second century begins” di platform X (sebelumnya Twitter). Bulan lalu, Strategy juga mencatat pembelian Bitcoin ke-100 sejak awal akuisisi pada tahun 2020 dengan tujuan menjadi pemegang korporasi Bitcoin terbesar di dunia.

Performa Saham dan Harga Bitcoin

Harga saham Strategy meningkat 2,8% menjadi $137 setelah pengumuman, meskipun masih mengalami penurunan sebesar 58% dalam enam bulan terakhir dari puncak sebelumnya $104.

Sejak perkenalan STRC tahun lalu, perusahaan telah menaikkan dividen produk ini sebanyak sembilan kali. STRC diposisikan sebagai instrumen kas dengan volatilitas rendah dan hasil tinggi.

Riwayat Pembelian dan Nilai Rata-Rata Bitcoin

Pembelian senilai $1,28 miliar ini merupakan pembelian Bitcoin terbesar kedua sepanjang tahun ini setelah akuisisi 22.300 Bitcoin senilai $1,8 miliar pada Januari. Pada waktu itu, Strategy mengumpulkan dana $294 juta melalui STRC bersamaan dengan penjualan saham biasa.

Rata-rata harga beli Bitcoin dalam portofolio Strategy kini turun menjadi sekitar $75.800 per Bitcoin. Artinya, perusahaan mencatat kerugian belum direalisasi sebesar kurang lebih $5,5 miliar dari total investasi sekitar $56 miliar.

Tantangan dan Proyeksi Pasar

Produk keuangan seperti STRC menimbulkan biaya bulanan tambahan bagi Strategy, yang kemudian memicu beberapa analis menilai langkah perusahaan mengakumulasi cadangan kas tahun lalu sebagai strategi yang bijak. Namun, pendekatan ini tetap menuai kritik, terutama mengingat harga saham perusahaan yang terus melemah.

Menurut data pasar prediksi Myriad, ada peluang 14% Strategy akan menjual Bitcoin dalam tahun ini. Sementara itu, platform prediksi DASTAN yang dimiliki oleh perusahaan induk Decrypt mencatat kemungkinan lebih tinggi, hingga 35%, untuk langkah yang sama.

Strategi perusahaan dalam menggunakan instrumen keuangan inovatif untuk memperluas portofolio Bitcoin menunjukkan pendekatan agresif dan berisiko tinggi. Namun, hal ini juga menegaskan komitmen Strategy sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem aset kripto global.

Berita Terkait

Back to top button