Nigel Farage baru-baru ini menginvestasikan £260.000 ke dalam perusahaan kripto Stack BTC, yang dijalankan oleh Kwasi Kwarteng, mantan Menteri Keuangan Inggris. Investasi ini menunjukkan dukungan Farage terhadap komunitas mata uang digital di Inggris, meskipun Kwarteng pernah menjadi sorotan atas kebijakan ekonominya yang kontroversial.
Farage, yang juga pemimpin Reform Party dan dikenal sebagai pendukung awal Bitcoin di kalangan politik Inggris, menyatakan bahwa dirinya percaya London dan Inggris harus menjadi pusat global bagi industri kripto. Ia menilai bahwa mata uang digital akan menjadi bagian penting dalam masa depan bisnis dan keuangan.
Dukungan Politik Terhadap Bitcoin
Reform Party di bawah kepemimpinan Farage sejak tahun lalu menjadi partai pertama di Inggris yang menerima donasi menggunakan cryptocurrency. Langkah ini memperkuat posisi Farage sebagai sosok yang mendorong adopsi kripto dalam ranah politik dan ekonomi negara. Farage juga mengisyaratkan ambisinya meniru kesuksesan Donald Trump, yang mendapat dukungan besar dari komunitas kripto dalam kampanye pemilu AS terakhir.
Meskipun hubungan antara Farage dan Trump sempat dekat, laporan terbaru menyebutkan adanya pendinginan hubungan. Hal ini terlihat dari keputusan Trump tidak bertemu dengan Farage di Mar-a-Lago pada akhir pekan lalu.
Latar Belakang Kwasi Kwarteng dan Stack BTC
Kwasi Kwarteng menjabat sebagai Chancellor of the Exchequer selama lebih dari sebulan pada tahun lalu. Ia dikenal karena kebijakan mini-budget yang diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi Inggris, namun kebijakan tersebut malah memicu krisis pasar obligasi dan jatuhnya nilai pound sterling. Akibatnya, Kwarteng harus keluar dari pemerintahan Perdana Menteri Liz Truss, yang juga kehilangan jabatan tak lama kemudian.
Setelah masa jabatannya sebagai menteri, Kwarteng menghindari sorotan media dan baru muncul kembali pada November lalu saat mengumumkan dukungan terhadap Stack BTC. Ia menegaskan bahwa kripto tidak akan hilang dan penting bagi London untuk tetap berperan sebagai pusat industri keuangan digital.
Tren Perusahaan Bitcoin Treasury
Stack BTC merupakan bagian dari tren sekitar 200 perusahaan global yang mengelola Bitcoin sebagai aset utama di neraca mereka. Perusahaan-perusahaan ini mengikuti jejak Strategy, sebuah perusahaan perangkat lunak yang mulai membeli Bitcoin pada 2022 dan mengalami kenaikan nilai saham hingga 280%. Keberhasilan ini mendorong perusahaan lain mengumpulkan modal melalui penerbitan saham dan pinjaman berbiaya rendah untuk membeli Bitcoin lebih banyak.
Namun, pasar kripto yang menyusut hampir 50% dari rekor tertinggi Oktober lalu memaksa banyak perusahaan menghentikan pembelian dan melakukan penjualan aset kripto mereka. Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut menyimpan Bitcoin senilai sekitar $76 miliar, setengah dari nilai puncaknya. Saham Strategy sendiri turun hampir 70% dari puncak pada Juli dan menjadi salah satu saham yang paling sering dipertaruhkan (shorted) menurut Goldman Sachs.
Kinerja Stack BTC
Keadaan berbeda dialami Stack BTC, yang justru mencatat kenaikan harga saham sebesar 83% sejak awal tahun. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan yang dipimpin oleh Kwarteng tersebut, meskipun ada tekanan signifikan di sektor kripto secara keseluruhan.
Investasi Farage pada Stack BTC bukan hanya simbol dukungan terhadap inovasi finansial, tetapi juga sinyal bahwa industri kripto masih dianggap memiliki prospek jangka panjang di Inggris. Langkah ini menegaskan pentingnya peran politikus dalam mendukung perkembangan ekosistem mata uang digital di pasar global.









