Crypto Masa Depan Milik AI, Brian Armstrong dan CZ Ungkap AI Bakal Dominasi Transaksi dengan Dompet Digital Agentik

Brian Armstrong, CEO Coinbase, dan Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, sama-sama memprediksi bahwa pengguna kripto berikutnya mungkin bukan manusia. Mereka berpendapat bahwa agen kecerdasan buatan (AI) autonom akan menjadi pelaku transaksi utama dan menggunakan kripto sebagai media pembayaran paling alami.

Armstrong menekankan bahwa agen AI tidak dapat membuka rekening bank tradisional, tetapi dapat memiliki dompet kripto secara mandiri. CZ bahkan memperkirakan agen AI akan melakukan pembayaran hingga satu juta kali lebih banyak daripada manusia, menunjukkan potensi ledakan volume transaksi yang melibatkan perangkat lunak otonom.

Perubahan Struktur Ekonomi Digital
Perubahan ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam ekonomi digital di mana perangkat lunak mulai berperan sebagai pelaku ekonomi aktif. Namun, sistem keuangan saat ini masih berfokus pada identitas manusia dan entitas hukum, sehingga belum sepenuhnya siap menghadapi era transaksi yang dimediasi oleh agen AI.

Coinbase mengambil langkah nyata dengan meluncurkan Agentic Wallets pada awal Februari lalu. Dompet ini didesain khusus untuk agen otonom sehingga memungkinkan perangkat lunak tersebut melakukan pengeluaran, penghasilan, dan perdagangan secara otomatis dengan protokol pengaman yang sudah terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan agen membayar layanan seperti API dan komputasi tanpa perlu persetujuan manusia untuk setiap transaksi.

Sementara itu, BNB Chain mengadopsi pendekatan serupa dengan mengembangkan infrastruktur berbasis stablecoin United Stables’ U yang mendukung standar EIP-3009. Standar ini memungkinkan transfer berbasis tanda tangan tanpa biaya gas, ideal untuk skenario pembayaran mesin-ke-mesin dan operasi perdagangan otomatis. Dukungan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran cepat dan efisien bagi agen AI serta sistem otomatisasi lainnya.

Tantangan Kepatuhan dan Identitas
Meski teknologi dompet kripto dan transaksi otomatis berkembang, tantangan kepatuhan tetap ada. Regulasi perbankan, seperti pedoman FinCEN di Amerika Serikat, mengharuskan identifikasi pelanggan manusia dan pemilik manfaat demi mencegah pencucian uang dan pelanggaran hukum. Model rekening bank tradisional memerlukan keterkaitan langsung dengan identitas manusia atau badan hukum, yang menjadi hambatan bagi agen AI untuk menggunakan akun bank konvensional.

Di sisi lain, dompet kripto memberikan pendekatan yang berbeda karena mulai dari bentuk kunci kriptografi dan akses jaringan, bukan identitas personal. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri untuk menciptakan “rail” pembayaran yang cocok untuk transaksi software ke software dalam ekosistem kripto.

Perkembangan di Industri Teknologi Lain
Perkembangan ini juga dirasakan di luar dunia kripto. Satya Nadella, CEO Microsoft, menyatakan visi masa depan di mana pekerja digital sepenuhnya otonom memiliki identitas dan alat mandiri sendiri. Microsoft menganggap agen sebagai pengguna sesungguhnya, yang mulai terlihat nyata di layanan pengembangan perangkat lunak dan otomatisasi proses. Hal ini menandakan bahwa partisipasi agen otonom dalam aktivitas ekonomi bukanlah sekadar teori, namun segera menjadi aspek inti dari produk dan workflow masa depan.

Potensi dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Volume transaksi yang diprediksi oleh Armstrong dan CZ menjelaskan bahwa agen AI akan melakukan pembayaran kecil dan sering dalam skala masif untuk penggunaan sumber daya digital, seperti bandwidth, data, dan layanan perangkat lunak. Karenanya, dompet yang dapat diprogram, stablecoin, dan aliran pembayaran on-chain yang disponsori menjadi sangat cocok untuk mendukung pola transaksi ini.

Namun, sejumlah risiko hukum dan administratif masih harus diantisipasi. Misalnya, pemetaan tanggung jawab hukum, pelaporan pajak, pencegahan penipuan, dan penyaringan sanksi akan semakin kompleks jika aliran uang dilakukan oleh perangkat lunak dengan kecepatan mesin. Infrastruktur dompet mungkin berkembang lebih cepat daripada kerangka tata kelola yang mengaturnya.

Prediksi Gartner dan Tantangan Pengembangan AI Agentic
Gartner menyatakan bahwa lebih dari 40% proyek AI agen dapat dibatalkan karena biaya tinggi, nilai bisnis yang lemah, atau kurangnya kontrol risiko. Meski demikian, pergeseran besar menuju integrasi agen otonom dalam sistem pembayaran sudah berlangsung.

Menuju Era Wallet, Bukan Rekening Bank
Pada akhirnya, tren ini mengindikasikan bahwa jika gelombang aktor ekonomi berikutnya adalah perangkat lunak otonom, dompet kripto akan menjadi jauh lebih penting dibanding rekening bank tradisional. Coinbase dan BNB Chain sudah menginisiasi pengembangan infrastruktur transaksi berbasis software. Sementara itu, perusahaan teknologi besar lain, seperti Microsoft, ikut mengarahkan pandangan bahwa agen digital adalah pelaku ekonomi yang real dan signifikan.

Transformasi ini semakin menegaskan bahwa masa depan ekosistem keuangan digital akan didominasi oleh interaksi antara AI dan teknologi kripto. Infrastruktur pembayaran yang mendukung aktivitas agen otonom akan menjadi kunci dalam mendorong efisiensi dan inovasi baru di ranah ekonomi digital global.

Terkait