
Trump Media & Technology Group (DJT) sejatinya tidak lagi beroperasi sebagai perusahaan media seperti yang selama ini dipahami. Meskipun DJT tercatat sebagai perusahaan di sektor layanan komunikasi dan media, data keuangan terbaru mengungkap transformasi bisnis yang fundamental. Pendapatan dari platform media sosial Truth Social dan Truth+ hanya mencapai sekitar $3,7 juta dalam setahun, jauh tertinggal dibandingkan kapitalisasi pasar perusahaan yang mencapai sekitar $2,85 miliar.
Realitas ini menegaskan bahwa nilai perusahaan bukan berasal dari bisnis media konvensionalnya. Pada 2025, aliran kas positif DJT bukan berasal dari pengguna atau pendapatan iklan Truth Social, tetapi dari aktivitas keuangan berbasis cryptocurrency. DJT memperoleh $44 juta dari penjualan opsi covered-put terkait Bitcoin serta pendapatan bunga dari aset keuangan yang dimilikinya. Dengan kata lain, DJT kini berperan lebih sebagai pengelola treasury Bitcoin daripada perusahaan media.
Perubahan Strategi Bisnis DJT
CEO Devin Nunes secara terbuka mengakui pergeseran strategi perusahaan dalam laporan keuangan kuartal ketiga 2025. Ia menyebutkan, “Kami telah membangun infrastruktur yang tangguh dan tidak dapat dibatalkan, memperluas ke sektor baru, menjalin kemitraan strategis, memastikan masa depan keuangan dengan treasury Bitcoin yang masif, serta mengembangkan platform yang ada.”. Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun sejak IPO pada awal 2024, aset keuangan DJT melonjak dari $274 juta menjadi $3,1 miliar.
Perusahaan juga telah meluncurkan beberapa inisiatif baru yang jauh dari bisnis media tradisional, seperti Truth.Fi yang menyediakan ETF dan akun terkelola dengan tema Amerika-First, Truth Predict yang beroperasi di pasar prediksi melalui kerja sama dengan Crypto.com, serta Truth Search yang menggunakan teknologi AI untuk pencarian, bekerja sama dengan Perplexity. Pada kuartal ketiga 2025, DJT juga membeli sekitar 684,4 juta token CRO senilai $97 juta dan mengumumkan rencana merger dengan perusahaan energi fusi TAE Technologies.
Implikasi Keuangan dan Pasar
Harga saham DJT pada awal Maret 2026 tercatat sebesar $10,27, turun 54% dalam satu tahun terakhir. Penurunan harga ini juga dipengaruhi oleh volatilitas Bitcoin, yang melemah dari $88.738 menjadi sekitar $68.949 selama periode yang sama. Kerugian bersih yang dicatat DJT mencapai $712,3 juta, sebagian besar disebabkan oleh penurunan nilai aset digital non-tunai sebesar $582 juta.
DJT tidak mendapatkan liputan analis, tidak membagikan dividen, dan memiliki beta saham sebesar 4,655, yang menandakan risiko tinggi serta karakter spekulatif yang jauh dari profil perusahaan media konvensional. Dengan kondisi ini, pasar lebih memandang DJT sebagai kendaraan spekulatif terikat Bitcoin dengan “brand” politik dan budaya yang kuat.
DJT: Media atau Treasury Bitcoin?
Pertanyaan yang perlu dipertimbangkan adalah apakah DJT masih layak disebut sebagai perusahaan media. Berdasarkan pendapatan dan operasi bisnis yang sebenarnya, jawabannya cenderung tidak. Perusahaan ini kini lebih tepat digambarkan sebagai treasury Bitcoin yang berada dalam pembungkus merek dengan pengaruh besar secara sosial dan politik. Label perusahaan media yang selama ini melekat pada DJT semakin menjadi warisan lama yang tidak menggambarkan substansi bisnis mereka saat ini.
Bagi investor dan pengamat pasar, nilai jangka panjang DJT sangat tergantung pada persepsi merek dan arah pergerakan harga Bitcoin. Dengan perubahan strategi yang signifikan, DJT menghadirkan kasus unik di persimpangan antara keuangan kripto dan media, sehingga menjadi salah satu entitas korporasi yang menarik pengamatan dalam lanskap investasi saat ini.









