Strategy Borong Bitcoin $1,23 Miliar Saat ETF Bitcoin Menguat, Dana Emas Mengalir Keluar, Apakah Modal Beralih Ke Crypto?

Strategy, perusahaan investasi yang dipimpin oleh Michael Saylor, memperluas kepemilikan Bitcoin-nya dengan pembelian senilai sekitar $1,28 miliar. Aksi beli besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan data yang menunjukkan dana investasi kripto mulai menarik modal segar, sementara dana yang berbasis emas mengalami penarikan modal.

Strategy mengakuisisi 17.994 Bitcoin dengan harga rata-rata $70.946 per koin dalam pembelian terakhirnya. Total Bitcoin yang dimiliki perusahaan kini mencapai 738.731 BTC, dengan nilai pasar sekitar $50,77 miliar berdasarkan harga saat ini.

Rata-rata biaya akumulasi Bitcoin Strategy sebesar $75.862 per koin, sehingga saat ini mereka mencatat kerugian tertunda sekitar $5,3 miliar atau 9,4%. Meski begitu, pembelian besar ini memicu reaksi beragam di komunitas kripto. Sebagian mempertanyakan apakah akumulasi besar-besaran seperti ini masih memberikan manfaat kekuatan bagi Bitcoin.

Di sisi lain, beberapa pelaku industri kripto memandang langkah ini sebagai tanda kembalinya momentum bullish terbesar Bitcoin. Data terbaru dari dana ETF (Exchange-Traded Fund) memperlihatkan permintaan investor mulai bergeser kembali ke Bitcoin.

Dalam 30 hari terakhir, aliran modal bersih ke ETF Bitcoin kembali positif setelah sebelumnya mengalami penarikan besar awal tahun. Sebaliknya, dana yang berbasis emas justru mengalami arus keluar modal. Misalnya, SPDR Gold Shares (GLD), penerbit ETF emas terbesar di AS, mencatat penarikan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Penurunan aliran ke dana emas mengikuti penurunan tajam harga emas setelah lonjakan rekor sebelumnya. Hal ini memperlihatkan beberapa investor mungkin mengambil keuntungan setelah reli harga emas yang kuat. Pola pergerakan dana ETF yang bertolak belakang ini menimbulkan spekulasi bahwa modal sedang berputar dari emas ke Bitcoin.

Historisnya, emas dan Bitcoin sering bergerak dalam siklus yang berbeda. Investor biasanya mengalihkan alokasi antara keduanya berdasarkan kondisi ekonomi makro dan tingkat risiko pasar. Namun, para analis mengingatkan bahwa kondisi saat ini yang ditandai dengan penurunan sentimen ekonomi dan melemahnya selera risiko masih menjadi hambatan bagi Bitcoin.

Emas biasanya menjadi aset defensif saat ketidakpastian ekonomi meningkat, sedangkan Bitcoin masih dianggap aset yang sensitif terhadap risiko dan cenderung melemah ketika investor beralih ke aset aman. Oleh karena itu, aliran dana positif ke Bitcoin kemungkinan merupakan posisi jangka pendek dan belum tentu menandai pergeseran struktural.

Sejumlah pengamat menyebutkan, investor institusional kini lebih sering melihat Bitcoin sebagai pelengkap emas, bukan sebagai pengganti. Mereka cenderung mengalokasikan sebagian kecil portofolio mereka ke kedua aset ini secara berimbang.

Selain itu, pembelian Bitcoin besar-besaran Strategy juga memberikan sentimen teknikal positif pada saham perusahaan tersebut, MicroStrategy (MSTR). Analis Victor Olanrewaju mengamati pola pembentukan level terendah lebih tinggi pada grafik harian MSTR, yang menunjukkan potensi perbaikan teknikal.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) juga naik melewati nol untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Ini mengindikasikan modal mulai mengalir kembali ke saham MSTR. Jika momentum ini berlanjut, target kenaikan harga saham dapat mencapai $186,84 dan kemudian $238,40, naik sekitar 70% dari harga sekarang.

Meski demikian, kinerja saham MSTR masih sangat bergantung pada harga Bitcoin. Penurunan drastis harga Bitcoin dapat cepat membalikkan keuntungan saham meski dengan pembelian terbaru. Selain itu, risiko makroekonomi seperti kenaikan biaya energi, tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik dapat memicu sentimen risk-off di pasar global.

Langkah Strategy mengakuisisi Bitcoin dalam jumlah besar sedang menjadi sorotan sebagai indikasi potensi rotasi modal dari emas ke aset kripto. Investor dan analis akan terus mencermati perkembangan aliran dana ETF serta kondisi pasar makro untuk melihat apakah tren ini akan berlanjut secara signifikan pada waktu mendatang.

Terkait