20 Juta Bitcoin Sudah Ditambang, 1 Juta Terakhir Butuh Lebih Dari Seabad, Ancaman Kekurangan Pasokan Mengubah Persaingan Finansial Dunia

Jaringan Bitcoin baru saja mencapai tonggak penting dengan menambang sebanyak 20 juta Bitcoin dari batas maksimal yang ditetapkan sebanyak 21 juta BTC. Artinya, lebih dari 95% total pasokan Bitcoin kini sudah beredar di pasar global.

Meski begitu, sisa 1 juta Bitcoin yang belum ditambang diperkirakan akan memakan waktu lebih dari satu abad untuk diselesaikan. Proses ini akan berlangsung hingga sekitar tahun 2140, menandai perlahan-lahan berakhirnya era pasokan Bitcoin.

Pasokan Bitcoin yang Terbatas Meningkatkan Kelangkaan

Bitcoin dibuat dengan batas keras di kode programnya oleh penciptanya, Satoshi Nakamoto, sehingga jumlah maksimum koin hanya akan mencapai 21 juta dan tidak akan bertambah lagi. Kebijakan ini berlawanan dengan kebijakan cetak uang tanpa batas yang biasa dilakukan oleh bank sentral konvensional. Hal ini membuat Bitcoin secara intrinsik memiliki sifat kelangkaan yang unik.

Saat ini, sejumlah besar Bitcoin sudah hilang secara permanen. Diperkirakan ada antara 3 hingga 4 juta koin yang tidak bisa digunakan lagi akibat kehilangan akses seperti kata sandi yang terlupakan dan perangkat penyimpanan yang rusak. Kondisi ini membuat pasokan Bitcoin yang benar-benar tersedia untuk transaksi jauh lebih sedikit.

Dampak Pengurangan Hadiah Penambangan (Halving)

Bitcoin menjalani proses "halving" yang menurunkan hadiah block yang diterima penambang setiap empat tahun. Saat diluncurkan, penambang menerima 50 BTC per blok. Setelah empat kali halving, hadiah tersebut sekarang tinggal 3,125 BTC per blok.

Setiap siklus halving akan terus mengurangi pasokan Bitcoin baru yang masuk ke pasar secara eksponensial. Pada siklus berikutnya, hadiah hanya akan 1,562 BTC per blok, dan penurunan ini akan berlanjut sampai penambang menerima nol Bitcoin baru sekitar tahun 2140.

Tekanan Pasokan dan Akumulasi Institusional

Permintaan dari pelaku institusional dan korporasi besar meningkat signifikan di tengah kelangkaan ini. Banyak perusahaan dan manajer investasi sudah mulai membeli Bitcoin secara besar-besaran melalui exchange-traded funds (ETF) dan pembelian langsung ke dalam neraca perusahaan mereka.

Karena banyak Bitcoin yang hilang dan akumulasi institusi yang terus meningkat, pasokan Bitcoin yang benar-benar likuid semakin tipis. Hal ini menimbulkan tekanan besar pada ketersediaan koin di pasar sekunder.

Masa Depan Mining dan Keamanan Jaringan

Ketika hadiah blok Bitcoin berakhir, penambang akan bergantung sepenuhnya pada biaya transaksi untuk mempertahankan profitabilitas dan mengamankan jaringan. Saat ini, meningkatnya aktivitas jaringan dan kemunculan lapisan kedua (layer-2) membuat biaya transaksi meningkat.

Lapisan kedua ini memungkinkan pemrosesan batch transaksi yang besar dengan cepat, sehingga pelaku besar bersedia membayar biaya premium untuk penyelesaian transaksi di blockchain utama. Ini memberikan insentif yang kuat bagi penambang untuk terus menjaga keamanan jaringan.

Ringkasan Poin Penting

  1. Lebih dari 20 juta Bitcoin dari total 21 juta sudah ditambang, sekitar 95,2% pasokan tersedia.
  2. Sisa 1 juta Bitcoin akan ditambang secara perlahan hingga sekitar 114 tahun ke depan, hingga hadiah blok mencapai nol.
  3. 3-4 juta Bitcoin hilang secara permanen dan tidak dapat dipakai lagi.
  4. Penambang akan beralih dari model insentif hadiah blok ke model pendapatan biaya transaksi.
  5. Akumulasi institusional meningkatkan permintaan yang menyebabkan pasokan likuid makin terbatas.

Dengan limit pasokan Bitcoin yang kian ketat dan tekanan permintaan yang terus tumbuh, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai "emas digital" dengan nilai yang berakar pada kelangkaan dan keamanan jaringan. Perjalanan sisa Bitcoin yang akan ditambang selama abad mendatang menegaskan karakter aset ini sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Berita Terkait

Back to top button