Bitcoin Kini Memantul di Atas $69.000, Namun Beruang Masih Kuasai Pasar dengan Tekanan Jangka Panjang Berat

Pasar tradisional tampak cemas dengan meningkatnya ketegangan geopolitik. Indeks volatilitas VIX yang mengukur volatilitas S&P 500 naik ke level tertinggi hampir setahun, mencapai angka di atas 35, sementara harga minyak sempat menyentuh $120 per barel setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Kondisi ini menyebabkan penurunan harga saham dan emas, menunjukkan bahwa aset safe haven tradisional mengalami tekanan.

Bitcoin bergerak berbeda dari pasar tradisional dengan menunjukkan penguatan. Hari ini, hampir semua mata uang kripto utama mengalami kenaikan harga, kecuali Tron. Bitcoin diperdagangkan di atas $69.000, naik sekitar 4,3% dalam satu hari, namun analisis teknikal jangka panjang menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi.

Sentimen dan Prediksi Pasar Bitcoin

Pasar prediksi Myriad mencerminkan ketidakpastian para trader mengenai arah harga Bitcoin. Mereka terbagi antara kemungkinan kenaikan ke $84.000 atau penurunan ke $55.000 dengan probabilitas sedikit condong ke bearish, yakni 57% peluang turun. Hal ini menandakan bahwa meski terjadi lonjakan harga sementara, sentimen keseluruhan tetap skeptis.

Pertanyaan besar yang masih muncul adalah, mana yang akan runtuh lebih dulu, gelembung aset kripto atau pasar saham? Lonjakan VIX dan gejolak harga minyak memicu kekhawatiran lebih lanjut terhadap volatilitas pasar secara keseluruhan. Indeks volatilitas Bitcoin (BVIV) juga pernah mencapai puncaknya di atas 96 saat BTC menyentuh $60.000, sementara Crypto Fear and Greed Index sebagian besar menunjukkan zona ketakutan sepanjang tahun ini.

Tekanan dari Pasar Tradisional dan Zona Kompresi Bitcoin

Pergerakan pasar tradisional minggu ini sangat penting, karena Bitcoin terlihat berada dalam zona kompresi harga. Jika penurunan saham berlanjut dan VIX semakin naik, aset berisiko seperti Bitcoin dapat mengalami tekanan signifikan terlepas dari lonjakan intraday yang terjadi. Pergerakan kontrak berjangka saham akan menjadi indikator penting, berfungsi sebagai batas atas atau bawah bagi pergerakan harga Bitcoin.

Bitcoin dibuka pada harga $65.974 dan mencapai $69.128 dengan kenaikan intraday sebesar 4,78%, bahkan sempat menyentuh $69.497. Namun, kenaikan ini belum menunjukkan sinyal bullish yang kuat secara teknikal jika merujuk pada pola grafik mingguan.

Analisis Teknikal: Pola Segitiga dan Indikator Kekuatan Tren

Pada grafik mingguan, Bitcoin tampak mencoba breakout dari polanya berupa segitiga menurun yang sudah berlangsung sejak Februari. Sayangnya, harga kembali tertahan di dalam segitiga tersebut pada akhir pekan lalu. Pola candlestick seperti inverted doji yang muncul menunjukkan adanya penolakan terhadap tekanan beli, memberi sinyal bahwa penjual masih kuat mengendalikan pasar.

Average Directional Index (ADX) saat ini berada di angka 33,7, yang mengindikasikan tren yang kuat, namun sedikit menurun selama periode bearish ini. Kondisi ini menandakan persaingan yang semakin ketat antara pelaku pasar, namun belum mengonfirmasi bahwa bullish sudah menguasai pasar.

Relatif Strength Index (RSI) berada pada angka 49,3, artinya momentum Bitcoin diperkirakan netral. Nilai RSI mendekati 50 menunjukkan pasar tidak dalam kondisi jenuh jual maupun jenuh beli, sehingga pasar masih menunggu arah yang jelas.

EMA Mengisyaratkan Tekanan Bearish Masih Dominan

Moving Average Eksponensial (EMA) dengan periode 50 hari berada di bawah EMA 200 hari. Gap yang melebar antara kedua EMA ini mengindikasikan tekanan bearish yang kuat dalam jangka menengah. Pola ini mencerminkan bahwa harga terbaru cenderung lebih lemah dibandingkan tren harga secara luas selama waktu yang lebih lama.

Agar tren bearish bisa dipatahkan, Bitcoin harus mampu konsisten menutup sesi perdagangan di atas batas tren menurun yang saat ini berada di kisaran $73.000 hingga $75.000. Level ini juga berdekatan dengan posisi EMA 50 hari yang saat ini berada di $73.293. Pergerakan di atas level ini dengan volume signifikan masih menjadi syarat utama bagi para bulls untuk mengendalikan pasar.

Level Kritis dan Implikasi untuk Trader

Lonjakan harga hari ini memberikan peluang bagi trader harian untuk meraih keuntungan, tetapi bagi trader jangka menengah dan investor, struktur pasar masih berada dalam kerangka bearish. Apabila Bitcoin gagal mempertahankan level $65.000–$66.000 yang menjadi area support volume penting, risiko penurunan cepat menuju $60.000 akan meningkat drastis.

Secara ringkas, sementara Bitcoin menunjukkan pemulihan harga singkat, kontrol pasar masih berada di tangan penjual. Lonjakan harga hari ini belum bisa dianggap sebagai perubahan tren yang solid hingga pasar menunjukkan konsistensi dengan penutupan harga di atas garis tren dan EMA kunci. Oleh karena itu, tekanan jual kemungkinan masih akan mewarnai pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Back to top button