Pengadilan di Korea Selatan mulai menerapkan pedoman baru untuk menghapus utang kripto dalam sidang rehabilitasi guna mencegah kebangkrutan pribadi. Langkah ini dilakukan dengan mengecualikan utang hasil investasi saham atau aset kripto dari perhitungan likuidasi.
Tiga pengadilan di kota Daejeon, Daegu, dan Gwangju membuka peran baru sejak bulan ini dengan aturan tersebut. Kebijakan ini bertujuan mengurangi jumlah total utang yang harus dibayar oleh debitur dalam proses rehabilitasi pribadi.
Upaya Atasi Masalah Utang Rumah Tangga
Pemerintah Korea Selatan berupaya keras menanggulangi masalah lonjakan utang yang merajalela di masyarakat. Rasio utang rumah tangga terhadap PDB meningkat hingga 92% pada tahun berjalan.
Untuk mengendalikan masalah tersebut, pemerintah menetapkan target pembatasan pertumbuhan utang rumah tangga tidak lebih dari 3,8%. Kebijakan penghapusan utang kripto merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk mengurangi beban utang warga negara.
Sejarah dan Perkembangan Pengadilan Rehabilitasi
Pengadilan rehabilitasi pertama dibuka di Seoul pada tahun 2017 untuk mengatur restrukturisasi utang usaha dan individu yang mengalami insolvensi. Kini, tercatat lima cabang pengadilan rehabilitasi yang aktif di Seoul, Suwon, Busan, Daejeon, Daegu, dan Gwangju.
Pengadilan di Suwon dan Busan telah mengklasifikasikan kerugian dari investasi saham dan kripto sebagai kerugian properti umum, bukan sebagai utang spekulatif. Pendekatan ini membantu memperingan kewajiban pembayaran utang debitur.
Tantangan di Kasus Kebangkrutan Akibat Investasi Kripto
Namun, investasi yang berakhir buruk di pasar kripto mulai menjadi masalah serius dalam proses kebangkrutan. Seorang hakim Pengadilan Kebangkrutan Seoul meminta pemerintah meningkatkan regulasi untuk melindungi investor kripto dari sisi hukum.
Kasus yang masuk ke Pengadilan Rehabilitasi Seoul meningkat hampir 13% sejak tahun sebelumnya, dengan sekitar 28.000 kasus yang ditangani tahun lalu.
Kritik dan Pengawasan terhadap Penghapusan Utang Investasi
Beberapa kritikus mengkhawatirkan bahwa penghapusan kerugian investasi secara luas dapat menimbulkan dilema moral bagi pengadilan. Namun, otoritas pengadilan menyatakan akan tetap waspada terhadap potensi penyalahgunaan aturan.
Pengadilan Rehabilitasi Daegu menegaskan akan menindak tegas debitur yang sengaja menyembunyikan pembelian kripto dengan menyamarkannya sebagai investasi gagal. Sanksi akan dijatuhkan bagi pemalsu informasi tersebut.
Langkah Penting bagi Investor Kripto
Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan investor terkait penghapusan utang kripto oleh pengadilan:
- Utang dari investasi kripto kini dapat dikecualikan dari perhitungan likuidasi utang.
- Kerugian investasi dianggap sebagai kerugian properti, bukan utang spekulatif.
- Pengadilan tetap mengawasi dan menindak penyembunyian aset atau penipuan.
- Investor harus melaporkan dengan jujur dan transparan saat menjalani rehabilitasi utang.
Upaya hukum ini mencerminkan langkah serius dari pemerintah dan pengadilan Korea Selatan dalam mengurangi tekanan finansial warga akibat fluktuasi aset digital dan pasar saham. Pendekatan pragmatis yang mengutamakan rehabilitasi diharapkan mampu mencegah peningkatan angka kebangkrutan pribadi yang berdampak luas pada stabilitas ekonomi nasional.
