Michael Saylor Borong Bitcoin Senilai $1,28 Miliar Dengan Modal STRC, Perkuat Dominasi Strategi Korporasi Terbesar di Dunia Crypto

Michael Saylor melalui perusahaannya, Strategy, kembali melakukan pembelian Bitcoin besar-besaran senilai $1,28 miliar pekan lalu. Total pembelian sebanyak 17.994 BTC ini dilakukan antara tanggal 2 dan 8 Maret dengan harga rata-rata sekitar $70.946 per Bitcoin.

Pembelian ini dibiayai melalui program peningkatan modal pasaran terbuka ("at-the-market") yang memanfaatkan ekuitas biasa serta penerbitan saham preferen baru bernama STRC atau "Stretch". Dengan pembelian terbaru tersebut, Strategy kini memiliki total 738.731 Bitcoin, menegaskan posisinya sebagai pemegang korporasi terbesar mata uang digital ini.

Detail Pembelian Bitcoin oleh Strategy

  1. Jumlah Bitcoin dibeli: 17.994 BTC
  2. Harga rata-rata pembelian: $70.946 per BTC
  3. Modal dari STRC: $377,1 juta
  4. Biaya rata-rata keseluruhan portofolio Bitcoin Strategy: $75.862 per BTC

Strategi pembelian ini menunjukkan komitmen kuat dari Strategy dalam mengakumulasi aset Bitcoin sebagai bagian dari treasury perusahaan. STRC sendiri menjadi sumber modal penting yang mendukung pembelian tersebut, dengan belanja modal dari saham preferen mendekati sepertiga total dana pembelian.

Sementara Strategy fokus pada Bitcoin, sebuah perusahaan publik lain, BitMine yang dipimpin oleh Tom Lee, justru berinvestasi besar-besaran pada Ethereum. BitMine baru-baru ini memperbesar cadangan ETH-nya menjadi sekitar $9,14 miliar dengan pembelian 60.976 ETH atau sekitar $123 juta dalam satu minggu.

Data Utama BitMine dalam Ethereum

  • Tambahan ETH: 60.976 ETH (~$123 juta)
  • Total nilai treasury ETH: $9,14 miliar
  • Kas tunai: $1,2 miliar
  • Kepemilikan Bitcoin: $13,4 juta

Kedua perusahaan ini memperlihatkan pergerakan signifikan di dua aset kripto utama, Bitcoin dan Ethereum, dengan strategi treasury yang berbeda namun sama-sama agresif dalam skala dan nilai pembelian.

Di sisi lain, gerakan membeli Bitcoin oleh Strategy pun didukung aktivitas pasar saham tokenisasi yang tengah dikembangkan oleh Nasdaq bekerja sama dengan Kraken. Inisiatif ini akan memungkinkan perdagangan saham tokenized yang terhubung langsung dengan blockchain, yang dijadwalkan rilis pada paruh pertama 2027.

Langkah Nasdaq ini akan menciptakan “gateway transformasi ekuitas” yang memungkinkan pemegang saham berbagai negara berdagang saham publik dalam bentuk token digital. Fungsinya mencakup modernisasi aspek pasar seperti aksi korporasi, keterlibatan pemegang saham, dan voting proxy dengan kepastian legal serta regulasi terhadap token saham.

Selain aktivitas di pasar kripto dan tokenisasi saham, Departemen Keuangan AS mengakui pemakaian mixer kripto untuk tujuan privasi sah. Penggunaan mixer disinyalir dapat melindungi kerahasiaan transaksi bisnis dan donasi dari pengawasan publik blockchain. Namun demikian, risiko penyalahgunaan oleh kelompok peretas dan pasar gelap masih menjadi perhatian regulator.

Aktivitas terbaru Strategy melalui STRC juga tercermin pada pergerakan saham preferen sebesar 2,4 juta, yang memberikan modal tambahan untuk pembelian Bitcoin baru hingga 1.360 koin, mencatat rekor baru dalam akumulasi aset.

Secara keseluruhan, tren pembelian besar Bitcoin dan Ethereum oleh perusahaan publik dengan bantuan instrumen modal inovatif seperti STRC mempertegas betapa aset digital semakin dilirik sebagai bagian dari strategi keuangan korporasi. Kolaborasi antara pasar modal tradisional dan teknologi blockchain seperti yang dilakukan Nasdaq juga menandai kemajuan signifikan menuju digitalisasi ekuitas global. Perkembangan ini menjadi sinyal penting bagi investor dalam mengikuti dinamika pasar kripto dan aset tokenized ke depan.

Berita Terkait

Back to top button