Bitcoin melemah seiring dengan lonjakan harga minyak yang kembali menembus level $100 per barel akibat ketegangan yang semakin dalam di wilayah Iran. Pada hari Kamis, Bitcoin sempat turun hingga 2% setelah serangan terhadap dua kapal tanker minyak di perairan Irak, dan sempat berada di kisaran $70.000 di awal perdagangan pagi di New York.
Lonjakan harga minyak Brent mencapai 10,5%, memicu sentimen risk-off di berbagai pasar, termasuk pasar saham. Sejak serangan bom yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari, Bitcoin menunjukkan kestabilan relatif dibandingkan aset lain. Walaupun nilai Bitcoin sempat anjlok saat awal konflik, aset digital ini cepat pulih dan bahkan melonjak kembali di atas $73.000 dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Rachael Lucas, analis dari BTC Markets, level $70.000 menjadi titik di mana investor mulai melakukan profit-taking karena latar belakang makro ekonomi masih bergejolak. Volatilitas minyak dan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung membuat sentimen risiko di pasar cenderung berhati-hati dalam jangka pendek.
Perkembangan konflik di Timur Tengah memunculkan sinyal yang bertentangan. Presiden Amerika Serikat menyebut kemungkinan perang akan segera berakhir, tetapi waktu pastinya belum jelas. Di sisi lain, Iran terus melakukan serangan dan mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur perdagangan vital dunia.
Ketakutan akan dampak kenaikan harga energi mendorong banyak trader berbondong-bondong mencari perlindungan di dolar AS. Bitcoin juga berperan sebagai aset lindung nilai karena likuiditasnya yang tinggi memungkinkan investor bergerak cepat sesuai kondisi pasar.
Andreja Cobeljic, kepala perdagangan derivatif di Amina Bank, menilai momentum positif Bitcoin masih dapat berlanjut dalam waktu dekat. Hal ini didasari pada tingkat pembiayaan negatif pada kontrak berjangka Bitcoin, yang mencapai level terendah dalam hampir lima minggu. Kondisi ini menunjukan minat beli dari pemegang Bitcoin besar, yang dikenal sebagai whale, terutama saat harga sempat turun.
Cobeljic menyatakan bahwa pembiayaan negatif bulanan rata-rata baru terjadi sepuluh kali sejak 2018 dan biasanya menandai potensi pengembalian kuat dalam jangka panjang. Akumulasi oleh whale yang konsisten di rentang harga rendah $60.000 memberikan sinyal bahwa peluang reli pemulihan Bitcoin dalam jangka pendek lebih solid dibandingkan yang diperkirakan dari situasi headline saat ini.
Secara keseluruhan, dinamika harga Bitcoin dan minyak mentah menunjukkan ketidakpastian pasar yang tinggi akibat eskalasi konflik Iran. Para investor perlu memperhatikan faktor risiko geopolitik dan harga energi global yang berperan besar dalam pergerakan aset digital dan komoditas utama saat ini.







