Grammarly, melalui perusahaan induknya Superhuman, telah menonaktifkan fitur Expert Review setelah muncul kontroversi terkait penggunaan karya para ahli tanpa izin. Fitur ini sebelumnya meluncur pada Agustus dan menawarkan saran penulisan yang diklaim terinspirasi dari tulisan ahli serta penulis berpengaruh. Namun, para ahli tersebut tidak mengetahui bahwa karya mereka digunakan sebagai referensi dalam sistem AI Grammarly.
Masalah utama adalah Grammarly tidak meminta izin kepada para penulis yang karyanya dijadikan gaya acuan. Praktik ini berbeda dengan kebiasaan beberapa perusahaan AI lain yang memang mengumpulkan data lewat perpustakaan daring dan situs web tanpa izin eksplisit, tetapi tidak secara terang-terangan menggunakan nama dan gaya khusus seseorang sebagai referensi. Penggunaan nama-nama penulis tanpa persetujuan menimbulkan kecaman dari banyak pihak.
Penolakan dari Para Penulis dan Respons Superhuman
Situasi ini memuncak ketika editor-in-chief serta staf The Verge menemukan nama mereka tercantum sebagai sumber gaya dalam fitur Expert Review. Mereka merasa tidak dilibatkan dan keberatan dengan penggunaan nama mereka tanpa persetujuan. Menanggapi kritik, Superhuman sempat menyediakan opsi penolakan lewat email, namun langkah ini tidak meredakan kemarahan masyarakat penulis.
Ailian Gan, direktur manajemen produk di Superhuman, menyatakan permintaan maaf resmi sekaligus pengakuan bahwa perusahaan “jelas melewatkan target” dengan fitur tersebut. Ia menegaskan bahwa mereka akan memperbaiki pendekatan ke depan. Namun, fitur Expert Review tetap dinonaktifkan sementara sebagai bentuk pembenahan atas kesalahan ini.
Masa Depan Model Kolaborasi dengan Para Ahli
CEO Superhuman, Shishir Mehrotra, membagikan visinya melalui LinkedIn mengenai model baru yang berbasis opt-in untuk para ahli. Dalam model ini, para ahli diberi kesempatan memilih ikut serta, membentuk bagaimana pengetahuan mereka direpresentasikan, dan mengendalikan model bisnis yang terkait. Ia membandingkan hubungan yang akan dibangun ini mirip dengan ikatan kuat Grammarly dengan pengguna, namun dengan kontrol penuh dari para ahli yang bersangkutan.
Mehrotra menekankan bahwa ini merupakan peluang bagi para pakar untuk mengembangkan bisnis dengan basis pengguna luas yang selama ini dimiliki Grammarly. Namun, ide ini muncul setelah kontroversi besar sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kepercayaan tersebut bisa kembali.
Etika Penggunaan Karya dan Data dalam Teknologi AI
Kasus Grammarly menjadi sorotan penting dalam perbincangan etika AI, terutama terkait penggunaan data dan karya seseorang tanpa izin. Sebagian besar model bahasa besar (LLM) mengambil data dari beragam sumber daring. Namun, secara eksplisit memakai karya dan nama ahli tanpa izin merupakan pelanggaran prinsip etis dan perlindungan hak cipta.
Kasus ini menunjukkan perlunya transparansi dan persetujuan dalam pengembangan AI yang menggunakan konten pihak ketiga sebagai sumber pengetahuan atau referensi gaya. Dengan semakin berkembangnya teknologi AI dalam penulisan, penghormatan terhadap hak dan kerja keras para penulis serta ahli menjadi lebih krusial.
Tinjauan Singkat Mengenai Fitur Expert Review Grammarly
- Fitur diluncurkan untuk memberikan saran penulisan ala ahli terkenal.
- Menggunakan model AI dari pihak ketiga (third-party LLM).
- Tidak memperoleh izin eksplisit dari para ahli.
- Memicu kontroversi karena pemakaian nama tanpa persetujuan.
- Disetop menyusul reaksi negatif dari komunitas menulis dan media.
- Rencana revisi untuk model opt-in yang melibatkan para ahli secara resmi.
Dengan penonaktifan fitur ini, Grammarly dan Superhuman terlihat belajar dari kesalahan awal dalam implementasi fitur AI. Meski begitu, insiden tersebut memberikan pelajaran penting bagi industri teknologi—khususnya perusahaan yang mengembangkan model berbasis AI—tentang pentingnya menghargai hak cipta dan keterlibatan para pemilik karya asli secara fair dan transparan. Langkah-langkah kedepan dijanjikan lebih bertanggung jawab dan melibatkan kerjasama aktif dengan para ahli yang akan memberikan nilai tambah yang sah bagi pengguna.
