Strategy Naik 5 Persen, Bitcoin Melesat Sedunia Memuncaki Treasury Korporasi Terbesar Misteri Di Balik Lonjakan Ini

Author: Qoo Media

Strategi saham Strategy (MSTR) melonjak sekitar 5% seiring dengan sentimen positif dari kenaikan Bitcoin (BTC) yang mencapai 6% dalam pekan terakhir. Saat harga Bitcoin menembus level sekitar $73.948, saham perusahaan yang identik dengan aset kripto ini merespons dengan naik signifikan, menunjukkan korelasi kuat antara pergerakan harga Bitcoin dan performa saham Strategy.

Strategy memegang sekitar 761.000 Bitcoin yang saat ini bernilai sekitar $55,8 miliar, menjadikannya sebagai pemegang treasury Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Lonjakan harga Bitcoin yang didorong oleh permintaan institusional melalui ETF dan kondisi geopolitik yang tidak menentu, seperti ketegangan di Timur Tengah, mendorong investor mencari aset alternatif sebagai tempat penyimpanan nilai.

Kinerja Saham dan Volatilitas

Saham Strategy sempat turun sekitar 8% sejak awal tahun hingga sebelum kenaikan terbaru. Harga saham bergerak dalam kisaran $104,17 hingga $457,22 dalam setahun terakhir, mencerminkan volatilitas tinggi yang dihadapi investor. Lonjakan 5% yang terjadi beberapa hari terakhir menandai pembalikan tren dari posisi terendahnya.

CEO Strategy, Phong Le, menjelaskan bahwa pada kuartal empat tahun lalu, perusahaan berhasil mengumpulkan modal sebesar $25,3 miliar untuk memperkuat strategi treasury Bitcoin mereka. Hingga awal Februari, Strategy telah memperoleh 713.502 Bitcoin, termasuk 41.002 Bitcoin yang dibeli hanya pada Januari. Ini menunjukkan upaya konsisten perusahaan dalam memperbesar posisi kripto mereka.

Penggalangan Dana dan Proyeksi Pembelian Bitcoin

Strategi penggalangan dana tetap agresif. Strategy masih memiliki sekitar $8,1 miliar modal tersisa di bawah program Common Stock ATM dan lebih dari $29 miliar di program Preferred ATM. Pasar prediksi memproyeksikan peluang 93,9% bahwa perusahaan akan mengumumkan pembelian Bitcoin baru pada minggu ketiga Maret, dengan kemungkinan pembelian lebih dari 1.000 Bitcoin mencapai 89%.

Konsensus analis Wall Street juga menunjukkan sikap optimis. Harga target median saham Strategy adalah $378,71, dengan mayoritas rekomendasi membeli dan hanya satu rekomendasi hold. Perusahaan riset B. Riley bahkan baru-baru ini meluncurkan rekomendasi dengan tesis positif, memperkuat keyakinan pasar terhadap model treasury Bitcoin Strategy.

Risiko dan Tantangan yang Dihadapi

Meski optimisme tinggi, tantangan tetap ada. Strategy membiayai pembelian Bitcoin dengan menerbitkan saham baru dan preferred stock, yang menyebabkan dilusi saham pemegang saham lama. Valuasi yang tinggi dan tingkat short interest yang cukup signifikan juga menjadi perhatian investor skeptis.

Selain itu, perusahaan tengah menghadapi gugatan class action yang diajukan oleh Pomerantz LLP. Gugatan ini menuduh Strategy memberikan pernyataan menyesatkan terkait profitabilitas strateginya dalam periode April tahun lalu hingga bulan April tahun ini. Gugatan ini menambah ketidakpastian atas masa depan saham tersebut.

Laporan Keuangan dan Akuntansi Volatil

Laporan kuartal empat Strategy menunjukkan net loss sebesar $12,44 miliar atau $42,93 per saham terdilusi, terutama karena $17,44 miliar kerugian belum terealisasi pada aset digital di bawah standar akuntansi nilai wajar yang baru. Perubahan nilai Bitcoin menyebabkan fluktuasi besar pada hasil keuangan. Sementara itu, pendapatan perusahaan mencapai $122,99 juta, melampaui perkiraan konsensus sebesar $121,8 juta, dengan pertumbuhan jasa berlangganan sebesar 62,1% dibanding tahun sebelumnya.

Pergerakan harga Bitcoin di atas level $72.500 menjadi faktor kunci untuk kelanjutan kenaikan saham Strategy. Pasar memprediksi hanya ada probabilitas 12% bahwa perusahaan akan menjual Bitcoin sebelum akhir tahun, sehingga risiko likuidasi tidak menjadi fokus utama investor saat ini.

Dengan modal yang besar untuk pembelian Bitcoin baru dan momentum harga Bitcoin yang positif, saham Strategy diperkirakan akan tetap menjadi sorotan utama investor dan analis dalam waktu dekat. Dinamika antara potensi penguatan harga dan kekhawatiran atas dilusi serta aspek regulasi akan menjadi perhatian penting dalam pergerakan saham ke depan.

Terbaru