Crypto Funds Seret Dana $1 Miliar Tiga Minggu Berturut, Investor Amerika Serikat Jadi Penggerak Utama Diversifikasi Portofolio di Tengah Gejolak Global

Dana investasi crypto kembali mencatat aliran masuk sebesar $1,06 miliar sepanjang pekan terakhir. Ini menandai tiga minggu berturut-turut meningkatnya minat investor terhadap produk investasi aset digital.

Laporan dari manajer aset CoinShares menjelaskan bahwa permintaan naik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Bitcoin menjadi fokus utama dengan peran dianggap sebagai lindung nilai makro dalam portofolio para investor institusional.

Dominasi Investor AS dan ETF Spot

Pasar AS menyumbang 96% dari total aliran masuk global ke dana aset digital. Para investor institusional di Amerika Serikat lebih banyak mengakses pasar melalui produk ETF spot yang terdaftar di bursa AS. Alasan ini memperkuat posisi AS sebagai pusat investor utama di sektor crypto.

Negara lain seperti Kanada dan Swiss mencatat inflow masing-masing sebesar $19,4 juta dan $10,4 juta, sementara Hong Kong mengalami peningkatan dana masuk tertinggi sejak Agustus 2025 sebesar $23,1 juta. Sebaliknya, Jerman mencatat penarikan dana sebesar $17,1 juta, menjadi outflow pertama tahun ini.

Bitcoin dan Ethereum Menguasai Arus Dana

Bitcoin menarik dana baru senilai $793 juta, hampir tiga perempat dari total aliran masuk. Selama tiga minggu terakhir, Bitcoin berhasil mengumpulkan dana segar sebesar $2,2 miliar. Ini menunjukkan tren positif setelah sebelumnya mengalami periode penarikan dana hingga $3 miliar dalam lima minggu.

Ethereum juga mendapat perhatian dengan dana masuk sebesar $315 juta. Kenaikan ini didorong oleh peluncuran produk ETF baru yang fokus pada staking di AS. Namun, XRP mengalami kenaikan aliran keluar senilai $76 juta untuk minggu kedua berturut-turut.

Pengaruh Ketegangan Geopolitik terhadap Permintaan Crypto

Menurut James Butterfill, kepala riset CoinShares, gejolak geopolitik yang signifikan memperkuat posisi aset digital sebagai tempat berlindung relatif aman dibanding kelas aset lain. Samuel Harcourt dari Sonic Labs menilai arus masuk dana yang konsisten di atas $1 miliar menunjukkan fenomena struktural, bukan hanya siklis, karena modal "secara diam-diam melakukan reposisi" saat ketegangan di Timur Tengah meningkat.

George Papp dari Altura DeFi menambahkan bahwa masa ketegangan geopolitik sering mendorong investor untuk mencari aset di luar sistem keuangan tradisional. Aliran dana yang kuat ini mengindikasikan bahwa investor institusional kini melihat aset digital lebih sebagai diversifikasi portofolio ketimbang sekadar spekulasi.

Sentimen Investor dan Prospek Pasar Crypto

Produk short-Bitcoin pun menerima dana sebesar $8,1 juta. Hal ini menunjukkan sentimen investor masih terbagi antara yang optimistis dan yang berhati-hati terhadap prospek jangka pendek Bitcoin. Data dari pasar prediksi Myriad memperlihatkan meningkatnya optimisme dengan kemungkinan 60% bahwa harga Bitcoin akan naik ke angka $84.000 dibanding turun ke $55.000.

Harcourt memandang bahwa pola aliran dana ini mencerminkan polarisasi sehat di pasar, di mana para bearish memperhatikan risiko makro, sementara para bullish fokus pada cerita permintaan struktural jangka panjang.

Perkembangan terbaru menunjukkan Bitcoin diperdagangkan sekitar $73.900, naik 3,3% pada hari itu dan sempat mencapai puncak intraday di angka $74.387. Meski mengalami penurunan sekitar 42% dari rekor tertinggi Oktober lalu di angka $126.000, Bitcoin tetap menempatkan diri sebagai aset lindung nilai yang diminati saat krisis geopolitik. Ethereum berhasil naik 9,5% ke level $2.292, meski masih 54% di bawah puncak August 2025.

Ringkasan Aliran Dana Aset Digital Mingguan:

  1. Total dana masuk: $1,06 miliar
  2. Bitcoin: $793 juta (75% dari total inflow)
  3. Ethereum: $315 juta
  4. XRP: $76 juta outflow
  5. AS: 96% dari total aliran masuk
  6. Kanada: $19,4 juta inflow
  7. Swiss: $10,4 juta inflow
  8. Hong Kong: $23,1 juta inflow
  9. Jerman: $17,1 juta outflow

Data terbaru ini menegaskan bahwa investor institusional tetap optimistis terhadap aset digital sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Faktor geopolitik menjadi pendorong utama yang membuat crypto semakin dilihat sebagai alternatif penyimpan nilai di tengah ketidakpastian global.

Berita Terkait

Back to top button