
Perusahaan penyedia layanan pinjaman dan perdagangan aset kripto Blockfills telah mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Amerika Serikat. Langkah ini menandai kegagalan terbaru dalam pasar pinjaman kripto yang sebelumnya dianggap memiliki reputasi kuat di kalangan institusi keuangan global.
Blockfills mengalami tekanan finansial yang berat selama beberapa bulan terakhir, termasuk penghentian sementara penarikan dana oleh klien. Perusahaan juga berada dalam sengketa hukum yang meningkat dengan sejumlah mitra bisnis. Ini menjadi indikasi adanya masalah likuiditas dan kepercayaan yang serius.
Sejarah dan Peran Blockfills di Industri Kripto
Blockfills awalnya didirikan sebagai meja perdagangan kripto untuk klien institusional. Perusahaan menawarkan layanan likuiditas, eksekusi perdagangan, serta pinjaman kepada hedge fund, manajer aset, dan perusahaan penambangan kripto. Dukungan dari investor besar seperti Susquehanna Private Equity Investments dan anak perusahaan venture capital CME Group memperkuat posisi Blockfills di pasar global.
Di puncak kejayaannya, perusahaan ini melayani lebih dari 2.000 klien institusional dari lebih 95 negara. Volume transaksi yang diproses mencapai lebih dari $61 miliar pada tahun lalu, meningkat 28% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan peranan vital Blockfills dalam ekosistem aset digital.
Kerugian dan Penyebab Pengajuan Chapter 11
Namun, penurunan tajam di pasar aset digital berdampak serius pada Blockfills. Menurut sumber anonim yang dikutip oleh berbagai laporan, perusahaan mengalami kerugian sekitar $75 juta. Hal ini menyebabkan masalah likuiditas dan mendorong langkah hukum untuk restrukturisasi.
Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Reliz Ltd., entitas afiliasi Blockfills, mengajukan permohonan Chapter 11 di Pengadilan Kebangkrutan Distrik Delaware. Pengajuan ini dilakukan sebagai upaya terencana untuk menstabilkan bisnis dan mencari alternatif strategis dengan pengawasan pengadilan.
Dalam pernyataannya, Blockfills menyatakan bahwa proses ini “merupakan jalur yang paling bertanggung jawab.” Mereka juga menyebut bahwa restrukturisasi di bawah supervisi pengadilan akan memberikan waktu dan struktur untuk menstabilkan dan mengeksplorasi opsi penyembuhan keuangan.
Poin Penting tentang Pengajuan Chapter 11 Blockfills:
- Aset dan kewajiban perusahaan diperkirakan berkisar antara $100 juta hingga $500 juta.
- Dewan direksi Reliz Ltd. telah menyetujui proses pengajuan setelah menilai masalah likuiditas dan strategi penyelesaian.
- Proses ini bertujuan menetapkan restrukturisasi yang disepakati bersama oleh perusahaan, klien, dan kreditor.
Kondisi Operasional dan Tantangan Hukum
Sebelum pengajuan Chapter 11, Blockfills sempat menghentikan sementara penarikan dan penyetoran dana oleh klien dengan alasan “kondisi pasar dan keuangan yang baru-baru ini terjadi.” Pihak perusahaan berupaya melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan untuk memperbaiki posisi likuiditas.
Selain itu, Blockfills menghadapi tekanan hukum. Pada awal Maret, hakim federal AS mengeluarkan perintah penundaan sementara terkait gugatan yang diajukan oleh Dominion Capital. Dominion menuduh Blockfills melakukan pengalihan aset nasabah yang tidak sah dan gagal mengembalikan aset kripto senilai jutaan dolar.
Perubahan manajemen juga menyumbang ketidakpastian. Nicholas Hammer, salah satu pendiri, mengundurkan diri dari posisi CEO beberapa bulan sebelum pengajuan kebangkrutan. Saat ini, Joseph Perry menjabat sebagai CEO interim. Meskipun begitu, layanan perdagangan spot dan derivatif masih berjalan sebagian untuk klien tertentu.
Kasus Blockfills menjadi bagian dari tren peningkatan kebangkrutan di sektor kripto yang ditandai dengan tekanan pasar yang semakin volatile. Investor dan pelaku industri diimbau untuk waspada terhadap risiko kegagalan serupa di masa mendatang. Restrukturisasi yang diawasi pengadilan mungkin menjadi salah satu opsi yang lebih sering dipilih oleh perusahaan-perusahaan kripto besar yang menghadapi kesulitan finansial.
Dengan adanya dinamika ini, perkembangan lanjutan dari proses Chapter 11 Blockfills akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar dan regulator seiring industri kripto terus beradaptasi menghadapi tantangan global.









