Bitcoin Merangkak Naik Saat Minyak Mendekati $100, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Gelombang Pasar Global?

Bitcoin mengalami kenaikan signifikan selama akhir pekan terdorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak mendekati angka $100 per barel. Kenaikan ini terjadi saat para investor mulai menilai potensi dampak konflik geopolitik terhadap pasar finansial global.

Data dari CoinGecko mencatat Bitcoin diperdagangkan sekitar $72.950 pada hari Minggu, naik sekitar 2,5% dalam 24 jam terakhir. Sebelumnya, harga sempat turun mendekati $70.500 sebelum akhirnya pulih seiring perkembangan situasi yang terus dipantau oleh pelaku pasar.

Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan di Hormuz
Minyak mentah melonjak sekitar 3% pada Minggu malam, mencapai level tertinggi sejak Juli tahun lalu, yaitu sekitar $100 per barel. Hal ini terjadi karena kekhawatiran gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz, jalur penting yang memuat sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran yang mengelola sekitar 90% pengiriman minyak negara tersebut, memicu ketegangan yang meningkat. Presiden Donald Trump menyatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa serangan tersebut merupakan salah satu operasi pemboman terkuat di wilayah Timur Tengah.

Trump menjelaskan Amerika Serikat sengaja menghindari menyerang infrastruktur minyak Iran, tetapi memperingatkan bahwa sikap ini dapat berubah jika Iran mengintervensi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Dampak Terhadap Pasar dan Bitcoin
Kenaikan harga minyak memberikan tekanan inflasi yang dapat menghambat upaya Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, sehingga mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Hal ini membuat likuiditas global tetap terbatas dan berdampak pada berbagai kelas aset, termasuk Bitcoin.

Meski ketegangan geopolitik meningkat, aset risiko lain seperti saham di pasar AS relatif stabil. Data menunjukkan kontrak berjangka Dow Jones naik 0,15%, S&P 500 bertambah 0,15%, dan Nasdaq-100 naik 0,14%.

Bitcoin terlihat cukup tangguh sejak awal konflik pada akhir Februari, dengan permintaan yang lebih banyak didorong oleh faktor spesifik kripto daripada pemisahan dari tren makroekonomi yang lebih luas. Pergerakan harga sempat menanjak di atas $73.475 sebelum kembali stabil di kisaran $72.000 selama akhir pekan.

Pengaruh Geopolitik pada Bitcoin dan Pasar Energi

  1. Konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak.
  2. Harga minyak yang naik mendorong inflasi dan menghambat pemangkasan suku bunga global.
  3. Ketegangan ini membuat investor lebih waspada terhadap volatilitas pasar keuangan global.
  4. Bitcoin menunjukkan ketahanan harga meski di tengah ketidakpastian geopolitik.
  5. Risiko konflik yang meluas dapat memengaruhi ekonomi global dan pasar kripto lebih jauh.

Para pelaku pasar saat ini harus memantau ketat perkembangan situasi di Pulau Kharg dan Selat Hormuz. Karena jalur energi ini vital bagi pasar dunia, setiap eskalasi dapat memperpanjang tekanan harga minyak serta memengaruhi likuiditas dan sentimen investor secara global.

Situasi ini menempatkan Bitcoin pada posisi menarik sebagai aset yang cukup tangguh terhadap fluktuasi pasar tradisional, meskipun risiko ekonomi global tetap menjadi perhatian utama bagi investor dan analis.

Berita Terkait

Back to top button