Wall Street kini menghadirkan inovasi baru bagi investor ETF kripto berupa potensi imbal hasil dari kepemilikan aset digital. BlackRock meluncurkan ETF bernama Staked Ethereum Trust (ETHB) yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur pada ethereum sekaligus berpeluang menerima pendapatan pasif melalui mekanisme staking.
Staking adalah proses penguncian token untuk membantu memvalidasi dan mengamankan jaringan Ethereum, yang memberikan reward sebagai gantinya. Menurut Jay Jacobs, kepala Equity ETFs di BlackRock AS, konsep ini mirip dengan menerima dividen saat memiliki saham perusahaan. Produk ini berbeda dari ETF kripto sebelumnya seperti Bitcoin Trust ETF (IBIT) dan iShares Ethereum Trust ETF (ETHA) yang hanya mengikuti harga aset digital tanpa menawarkan yield tambahan.
Saat ini, ethereum yang sepenuhnya distaking dapat memberikan hasil tahunan sekitar 2,5% hingga 3%. Angka ini lebih tinggi dari dividend yield S&P 500 yang sekitar 1,1%, tetapi masih di bawah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati 4,2%. BlackRock berencana untuk melakukan staking pada 70% hingga 95% aset dan mendistribusikan hasil staking tersebut secara bulanan kepada pemegang ETF.
Jay Jacobs menambahkan, banyak investor mencari opsi investasi ethereum yang tidak hanya memberi keuntungan dari apresiasi harga tapi juga dari reward staking. Fenomena ini didukung oleh pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata di blockchain seperti Ethereum, sehingga staking menjadi metode penting bagi generasi baru penghasilan digital.
Perubahan regulasi yang menguntungkan turut membuka jalan bagi perluasan penerapan produk staking. Misalnya, Stablecoin GENIUS Act dan regulasi lain yang sedang dibahas di Kongres AS memberi dorongan terhadap adopsi kripto dan teknologi blockchain secara lebih luas. David Grider, partner di Finality Capital, menyebut bahwa pasar kripto yang kini matang memungkinkan penawaran produk yield ini menjadi kenyataan.
ETF lain yang juga menawarkan hasil staking mulai bermunculan. Misalnya, Grayscale baru saja meluncurkan Avalanche Staking ETF (GAVA) yang memberikan eksposur pada token AVAX sekaligus mengikutsertakan hasil staking dari jaringan Avalanche. Grayscale sendiri sudah mengaktifkan staking pada ETF Ethereum-nya (ETHE) dan membagikan distribusi hasil staking pertama kepada pemegang saham sebesar $0,083178 per lembar saham pada Januari.
Produk staking ETF lain yang eksis di pasar antara lain Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) dan VanEck Solana ETF (VSOL) yang sudah mulai dipasarkan sejak Oktober tahun lalu. Bagi sebagian investor, memiliki aset dasar kripto langsung memungkinkan mereka melakukan staking sendiri kapan saja serta memperdagangkan aset tersebut secara nonstop. Namun, ETF tetap menjadi pilihan yang lebih konvensional dan praktis dalam hal kemudahan dan efisiensi biaya.
David Grider menjelaskan bahwa bagi investor ritel jangka panjang, ETF staking menawarkan cara investasi yang lebih hemat biaya dan optimal dalam menghasilkan pendapatan. Inovasi ETF staking ini menciptakan peluang baru untuk menggabungkan eksposur aset digital dengan potensi penghasilan tambahan, sehingga memperluas daya tarik investasi kripto di kalangan investor yang mencari stabilitas dan pendapatan pasif.
Perkembangan ini menandai langkah signifikan dalam evolusi produk keuangan kripto, di mana tidak lagi hanya bergantung pada apresiasi harga token, tetapi juga integrasi fitur penghasilan dari aktivitas validasi jaringan. Dengan semakin banyak ETF staking yang muncul, investor kini memiliki beragam pilihan untuk mengoptimalkan portofolio mereka di pasar aset digital.









