
Bitcoin berhasil menanjak kembali menembus angka di atas $71.000 pada pagi hari Jumat, setelah sebelumnya sempat melemah. Pemulihan harga terjadi di tengah upaya stabilisasi pasokan minyak yang terganggu di Selat Hormuz, jalur penting energi global.
Menurut data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan pada level $70.547 dengan harga tertinggi intraday mencapai $71.261. Kenaikan ini mengikuti periode volatil di mana Bitcoin sempat turun ke bawah $70.000 pada Kamis, bersamaan dengan harga minyak Brent yang melonjak ke $119 per barel akibat serangan terhadap fasilitas energi di Teluk Persia. Kejadian tersebut memicu likuidasi kripto senilai lebih dari $500 juta.
Dampak Geopolitik dan Respons Pemerintah AS
Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, tengah mempertimbangkan berbagai langkah meredam lonjakan harga minyak, termasuk kemungkinan mencabut sanksi terhadap muatan minyak Iran yang sudah berada di laut. Selain itu, opsi lain yang dibahas adalah pelepasan tambahan dari Cadangan Minyak Strategis AS untuk menambah suplai.
Meski demikian, para pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan lanjutan. Analis memperingatkan bahwa harga minyak bisa melambung hingga $200 per barel jika Selat Hormuz mengalami penutupan berkepanjangan. Pasalnya, jalur tersebut merupakan titik krusial bagi distribusi energi dunia.
Keterkaitan Antara Harga Minyak dan Pasar Kripto
Pasar keuangan sudah semakin sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dan dinamika geopolitik di Timur Tengah. Hubungan antara aset kripto dan pasar energi makin menguat seiring bertambahnya investor institusional yang memandang kripto sebagai bagian dari portofolio risiko yang lebih luas.
Menurut analis GSR Research, Carlos Guzman, pergerakan harga Bitcoin merupakan akibat tidak langsung dari tingginya harga energi. Kenaikan biaya energi berpotensi mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama, yang secara keseluruhan dapat berdampak negatif bagi pasar kripto. Guzman menjelaskan bahwa suku bunga rendah biasanya mendorong investor mengalihkan modal ke aset berisiko seperti cryptocurrency.
Prediksi Pasar Minyak dan Bitcoin
Dalam platform prediksi pasar Myriad, yang dimiliki oleh perusahaan induk Decrypt, pengguna menunjukkan keyakinan bahwa harga minyak akan terus naik. Sebanyak 63% memilih skenario harga mencapai $120, dibandingkan kemungkinan turun ke $55. Sementara itu, prediksi untuk Bitcoin menunjukkan tren bearish dengan 51% kemungkinan naik ke $84.000 dibandingkan turun ke $55.000, angka yang menurun dari prediksi sebelumnya yaitu 65% pada awal pekan.
Pergerakan harga Bitcoin dan minyak terus menjadi indikator penting bagi investor global yang mengantisipasi dampak dari ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi. Kondisi pasar saat ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara aset digital dan sumber daya energi yang strategis.









