Bitcoin sering kali diprediksi akan runtuh hingga nol, namun kenyataannya prediksi tersebut selalu meleset. Bahkan sejak 2010, Bitcoin telah dinyatakan "mati" oleh para pengamat setidaknya 471 kali, menurut data dari BitcoinDeaths. Meskipun harga Bitcoin pernah mengalami penurunan tajam, misalnya saat flash crash pada 10 Oktober 2025, banyak alasan kuat yang membuat Bitcoin tidak akan pernah mencapai harga nol.
Untuk harga Bitcoin benar-benar menjadi nol, seluruh pemilik terbesar harus secara bersamaan berusaha menjual semua Bitcoin mereka, dan di waktu yang sama, tidak ada pembeli sedikitpun yang muncul dengan harga berapapun. Hal ini sangat tidak mungkin karena ada pembeli besar dengan modal masif yang bersifat "price-insensitive" atau tidak terlalu mempedulikan harga saat membeli. Contohnya adalah perusahaan digital asset treasury seperti Strategy, yang memiliki lebih dari 761.000 koin Bitcoin, sekitar 3,6% dari total pasokan Bitcoin. Mereka terus menambah kepemilikan terlepas harga naik atau turun.
Faktor-faktor yang Menopang Harga Bitcoin
Selain dari pemilik institusional besar, ada beberapa faktor lain yang membuat nilai Bitcoin memiliki dasar yang kuat. Berikut beberapa poin penting:
-
Institusi dan Pemerintah: Selain perusahaan swasta, beberapa pemerintah dan penerbit ETF Bitcoin juga memegang kepemilikan yang cukup besar dan kecil kemungkinannya untuk menjual semua Bitcoin pada waktu bersamaan.
-
Pasokan Permanen Hilang: Diperkirakan sekitar 20% dari total pasokan Bitcoin hilang secara permanen, akibat kunci pribadi yang hilang atau dompet yang tidak dapat diakses. Bitcoin ini tidak dapat dijual, secara efektif mengurangi pasokan tersedia.
-
Sejarah Pemulihan: Bitcoin telah beberapa kali mengalami penurunan tajam hingga 80%, namun selalu berhasil membentuk "harga dasar" baru. Contohnya, saat pandemi, harga Bitcoin sempat turun sekitar 50% dalam satu minggu, namun pulih hanya dalam beberapa bulan dan kemudian mencapai level tertinggi baru.
- Dukungan Komunitas dan Investor Besar: Beberapa tokoh penting seperti CEO Blockstream Adam Back telah menempatkan order beli pada harga sangat rendah (contohnya $0,01 atau $0,02 per koin) di bursa-bursa utama. Meskipun sebagian besar order tersebut dibuat sebagai lelucon, ini menunjukkan kesiapan modal besar untuk membeli Bitcoin jika harganya turun ekstrem.
Apa Arti Semua Ini untuk Investor?
Meskipun harga Bitcoin tidak mungkin jatuh ke nol, tetap ada risiko penurunan nilai yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan diversifikasi portofolio agar tidak terlalu tergantung pada satu aset kripto saja. Bitcoin memiliki karakteristik unik yang membuatnya lebih tahan lama dibandingkan prediksi pesimistis sebelumnya.
Investor juga disarankan untuk mempertimbangkan alternatif lain saat memilih investasi. Misalnya, berdasarkan analisis dari Motley Fool Stock Advisor, sepuluh saham terbaik saat ini tidak termasuk Bitcoin. Saham-saham tersebut diprediksi menawarkan potensi return yang jauh lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan melihat riwayat harga yang berulang kali pulih dan dukungan institusional yang kuat, Bitcoin tetap menjadi aset digital yang stabil dengan fondasi harga yang kokoh. Walaupun volatilitas terus menjadi tantangan, kemungkinan Bitcoin kehilangan seluruh nilainya tetap sangat kecil dalam konteks pasar saat ini.









