Vivek Ramaswamy melalui Strive Asset Management berhasil melampaui Tesla dalam kepemilikan Bitcoin korporasi. Saat ini, Strive memegang 13.310,9 BTC senilai sekitar $944 juta, sehingga menempati posisi ke-10 di antara pemegang treasury publik terbesar. Jumlah Bitcoin ini mengungguli Tesla yang memiliki 11.509 BTC.
Strive tidak hanya berfokus pada kepemilikan Bitcoin, tapi juga mengembangkan strategi keuangan yang kuat. Perusahaan baru-baru ini meningkatkan dividen saham preferen SATA menjadi 12,75% untuk menarik investor yang mencari hasil dividen tinggi.
Pengumuman ini bersamaan dengan laporan keuangan kuartal keempat yang juga menunjukkan investasi sebesar $50 juta pada saham preferen STRC milik Strategy. Pendanaan ini mendukung program dividen SATA dan memperkuat strategi pendapatan perusahaan.
Strategi Kepemilikan Bitcoin Strive
Strive mengakselerasi pembangunan treasury Bitcoin dengan menggunakan kombinasi penawaran pasar dan instrumen pembiayaan terstruktur. Sejak go public pada September 2025, akuisisi Bitcoin terus bertambah, termasuk hasil dari PIPE dan akuisisi Semler Scientific.
Tranche terbaru menambahkan sekitar 317 BTC ke total kepemilikan yang dimiliki. Pendekatan ini bertujuan untuk memadukan eksposur langsung terhadap Bitcoin dan pendapatan berkelanjutan melalui instrumen keuangan.
Model Keuangan yang Berkelanjutan
Investasi $50 juta di saham preferen STRC bukan hanya untuk diversifikasi, tapi menjadi sumber kas yang menjamin pembayaran dividen SATA sebesar 12,75%. Produk Bitcoin-backed ini memungkinkan Strive menjaga eksposur BTC sekaligus menghasilkan arus kas yang stabil.
Pada kuartal keempat, Strive melaporkan Bitcoin Yield sebesar 22,2%. Meski mengalami kerugian GAAP bersih $393,6 juta akibat penurunan nilai wajar, metrik yang lebih diperhatikan adalah peningkatan BTC per saham, yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Makna Melampaui Tesla
Posisi Strive melampaui Tesla bukan sekadar pencapaian angka. Tesla memilih posisi pasif dengan pembelian dan penjualan sebagian yang tidak banyak berubah. Sementara itu, Strive secara aktif merancang ulang neraca keuangannya menempatkan Bitcoin sebagai strategi inti.
Perubahan ini mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan institusi crypto, yang bergerak dari kepemilikan pasif menuju manajemen treasury yang aktif. Contohnya, Evernorth yang membentuk SPAC berbasis cadangan XRP.
Keunggulan Model Investasi Strive
Strive membuktikan bahwa pasar publik menghargai perusahaan yang berhasil menyekuritisasi kepemilikan Bitcoin mereka. Model ini menawarkan volatilitas Bitcoin sekaligus dividen menarik, yakni 12,75% dari saham SATA.
Instrument seperti spot ETF tidak dapat menyediakan kombinasi eksposur aset digital dan hasil dividen tersebut, sehingga model Strive memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Rangkuman Data Kunci Strive Asset Management
- Kepemilikan Bitcoin: 13.310,9 BTC senilai sekitar $944 juta
- Posisi pasar: Peringkat ke-10 sebagai treasury publik terbesar
- Dividen saham preferen SATA: 12,75%
- Investasi saham preferen STRC: $50 juta
- Bitcoin Yield Q4: 22,2%
- Kerugian GAAP bersih Q4: $393,6 juta (karena penyesuaian nilai wajar)
Strive Asset Management menunjukkan bahwa pendekatan aktif dalam pengelolaan treasury Bitcoin bisa menjadi strategi yang menguntungkan sekaligus inovatif. Dengan menggabungkan instrumen keuangan yang menghasilkan pendapatan dan eksposur aset digital langsung, perusahaan ini membuka paradigma baru dalam investasi korporasi berbasis kripto.
