Pasar aset kripto kembali menunjukkan tekanan signifikan menyusul keputusan terbaru Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 3,50% hingga 3,75%. Bitcoin kembali melemah dan memperpanjang tren penurunan harga, yang membuat sentimen pasar lebih defensif dan membuat para analis memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut.
Analis pasar veteran, Benjamin Cowen, memberikan peringatan keras terkait prospek Bitcoin. Dalam unggahannya pada 19 Maret, Cowen menyatakan bahwa jika dibandingkan dengan emas, Bitcoin kemungkinan besar akan turun ke level terendah di rentang tahunan pada tahun ini.
Analisis Bitcoin vs Emas
Cowen menunjukkan tren rasio harga Bitcoin terhadap emas yang kembali bergerak ke sisi bawah dari rentang perdagangan multi-tahun. Hal ini bukan karena emas naik drastis, melainkan karena Bitcoin mengalami kinerja yang relatif lebih buruk dibanding emas. Jika tren ini berlanjut, maka Bitcoin akan kehilangan nilainya lebih cepat di antara kedua aset tersebut, meskipun keduanya melemah.
Proyeksi Turun Bitcoin Menurut Analis Lain
Analis lain yang dikenal dengan nama Ted juga mengemukakan pandangan bearish. Ia mengamati bahwa Bitcoin cenderung turun antara 6% hingga 30% setelah setiap kebijakan The Fed dalam enam pertemuan terakhir. Penurunan 6% akan menempatkan harga Bitcoin di sekitar $67.000, sedangkan penurunan hingga 30% bisa menurunkan harga hingga $50.000. Ted memperkirakan Bitcoin akan menyentuh kedua level tersebut pada tahun 2026.
Faktor Pemicu Tekanan Pasar
Tekanan pada aset kripto maupun pasar tradisional muncul setelah The Fed mengumumkan inflasi yang diperkirakan lebih tinggi tahun ini. Inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) diprediksi berakhir sekitar 2,7%, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,4%. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyoroti kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah sebagai faktor yang meningkatkan tekanan inflasi dalam jangka pendek.
Dampak di Pasar Tradisional dan Komoditas
Pasar saham juga bereaksi negatif setelah pengumuman tersebut. Indeks S&P 500 turun 1,4%, sementara Dow Futures anjlok sekitar 300 poin, dan Nasdaq 100 Futures turun 0,8%. Harga minyak melonjak tajam, memicu kekhawatiran inflasi lebih dalam. Bahkan emas yang biasanya menjadi aset perlindungan juga melemah, turun 5,5% pada 19 Maret dan mencatat penurunan selama tujuh hari berturut-turut karena ekspektasi tingkat suku bunga yang tetap tinggi.
Data Harga Terkini
Pada saat laporan ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $69.354 setelah turun 4,17% dalam sehari. Ethereum berada di sekitar $2.131, sementara XRP dan Solana diperdagangkan mendekati $1,43 dan $88.
Poin Penting Tekanan Pasar Bitcoin:
- The Fed mempertahankan suku bunga di level tinggi dengan proyeksi inflasi yang naik.
- Harga minyak melonjak akibat ketegangan geopolitik, menambah kekhawatiran inflasi.
- Bitcoin terus menunjukkan tren penurunan relatif terhadap emas dalam jangka panjang.
- Analis memprediksi Bitcoin bisa turun ke sekitar $50.000 dalam waktu dekat.
- Pasar saham dan logam mulia turut mengalami tekanan signifikan.
Pergeseran kebijakan moneter dan kondisi geopolitik yang tidak menentu diperkirakan akan terus membebani harga Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam waktu mendatang. Para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan inflasi dan respons kebijakan The Fed serta dinamika geopolitik sebagai faktor utama penentu arah pergerakan pasar kripto ke depan.
