Crypto.com Pangkas 12 Persen Karyawan, Pergeseran Besar ke AI Jadi Alasan Utama Layoff

Crypto.com melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 12% dari total karyawannya. Langkah ini diambil seiring pergeseran perusahaan menuju penerapan kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh dalam operasionalnya.

CEO Kris Marszalek mengatakan bahwa perusahaan yang tidak segera melakukan adaptasi pada AI berisiko gagal. Ia menegaskan bahwa menggabungkan AI dengan tenaga kerja berkinerja tinggi akan membawa tingkat skala dan presisi yang sebelumnya tidak mungkin dicapai. Posisi yang dihapuskan adalah yang dianggap tidak mampu beradaptasi dalam era baru ini.

Perusahaan tidak mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak, namun semua yang terkena PHK telah menerima informasi resmi. Crypto.com bergabung dengan sejumlah perusahaan teknologi lain yang menggunakan alasan adopsi AI sebagai dasar pengurangan karyawan.

Beberapa contoh terbaru menunjukkan tren ini semakin meluas. Block memotong lebih dari 4.000 pekerja atau hampir separuh stafnya, dengan harapan organisasi lebih ramping dan efisien menggunakan teknologi milik sendiri. Meta mempertimbangkan pengurangan hingga 20% untuk menyerap biaya investasi besar pada infrastruktur AI dan meningkatkan efisiensi kerja. Atlassian juga memberhentikan sekitar 1.600 pekerja, atau 10% dari total staf mereka, dan mengalokasikan modal yang dibebaskan untuk pengembangan AI dan pertumbuhan bisnis.

Fenomena PHK di kalangan pekerja kantoran kini semakin jelas sebabnya. AI tidak sepenuhnya menggantikan pekerja, melainkan menggeser alokasi anggaran yang biasanya digunakan untuk gaji mereka. Hal ini memungkinkan perusahaan mendanai investasi besar di pusat data dan teknologi AI lainnya.

Marszalek sendiri pernah mencatat langkah ambisius dengan membeli domain AI.com seharga 70 juta dolar AS, harga tertinggi yang pernah tercatat untuk sebuah alamat web. Langkah ini menandai pentingnya AI dalam strategi jangka panjang perusahaan, yang bahkan mempromosikan agen AI baru mereka melalui iklan di ajang Super Bowl.

Ini merupakan putaran PHK kedua terbesar bagi Crypto.com dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya pada tahun lalu, mereka memangkas 20% tenaga kerja dengan alasan dampak dari runtuhnya platform FTX dan kebutuhan pengelolaan keuangan yang lebih ketat. Crypto.com berkantor pusat di Singapura dengan cabang di Amerika Serikat dan berbagai negara lain.

Faktor Utama PHK di Perusahaan Teknologi yang Mengadopsi AI:

  1. Adaptasi terhadap AI menjadi kebutuhan strategis untuk bertahan dan berkembang.
  2. Restrukturisasi tenaga kerja agar lebih ramping dan efisien.
  3. Pengalihan dana dari biaya gaji kepada investasi teknologi dan infrastruktur data.
  4. Meningkatkan skala operasi dengan mengombinasikan AI dan karyawan berprestasi.

Perubahan ini mencerminkan transformasi besar di industri teknologi, khususnya di sektor kripto dan perangkat lunak, yang kini berfokus pada integrasi AI secara menyeluruh. Perusahaan harus menyeimbangkan antara pemberdayaan teknologi dan pengelolaan sumber daya manusia agar tetap kompetitif dan inovatif.

Exit mobile version