Meta mulai memberhentikan ratusan karyawan dari berbagai divisi, termasuk Reality Labs, menurut laporan terbaru dari The Information dan Reuters. Pemutusan hubungan kerja ini terjadi menyusul rencana pengurangan staf besar-besaran yang bisa mencapai 20% dari total karyawan Meta.
Reality Labs, divisi yang mengelola produk seperti Horizon Worlds dan headset VR Quest, menjadi salah satu yang terdampak. Keputusan ini muncul setelah Meta mengumumkan pergeseran fokus dari inisiatif metaverse yang menjadi pilar penamaan ulang perusahaan pada 2021.
Awal bulan ini, Meta sempat mengumumkan penutupan Horizon Worlds versi headset Quest pada musim panas, meskipun kemudian membatalkan keputusan tersebut karena masukan dari pengguna. Namun, perusahaan hanya akan melanjutkan layanan pada pengalaman game yang sudah ada tanpa meluncurkan konten baru di platform VR.
Pemutusan kerja ini juga terjadi di divisi media sosial dan perekrutan, sebagaimana disampaikan oleh sumber yang memahami situasi tersebut. Dampaknya terhadap karyawan diproyeksikan hanya sebagian kecil dari hampir 79.000 karyawan yang diungkap Meta dalam laporan tahunan mereka.
Meta tengah menghadapi tekanan signifikan dalam investasi teknologi, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI). CEO Mark Zuckerberg mengungkapkan rencana untuk menggandakan pengeluaran AI menjadi hampir 135 miliar dolar di tahun depan. Angka ini hampir menyamai total pengeluaran perusahaan selama tiga tahun terakhir, yang mencapai 140 miliar dolar.
Namun, upaya Meta di bidang AI tidak tanpa hambatan. Model dasar terbaru mereka, yang diberi kode Avocado, mengalami keterlambatan karena belum berhasil melampaui kemampuan Gemini 3.0 milik Google dalam uji coba awal. Hal ini menunjukkan persaingan ketat di sektor teknologi tinggi antar perusahaan besar.
Pengeluaran besar dalam inovasi teknologi ini tampaknya bersamaan dengan pengurangan tenaga kerja yang signifikan di beberapa raksasa teknologi lain. Contohnya, Amazon memangkas 16.000 karyawannya, sementara Microsoft mengurangi lebih dari 15.000 posisi selama tahun berjalan.
Berikut ini rincian penting terkait pemutusan kerja di Meta:
1. Tim yang terdampak: Reality Labs, media sosial, serta perekrutan.
2. Skala pemotongan: Ratusan karyawan, sebagian kecil dari 79.000 staf.
3. Fokus perubahan: Mengurangi aktivitas metaverse dan penambahan investasi AI.
4. Tantangan AI: Keterlambatan model Avocado dibandingkan pesaing.
5. Tren industri: Pengeluaran AI meningkat, sementara penurunan tenaga kerja juga marak.
Keputusan Meta ini mencerminkan dinamika yang sedang berlangsung di industri teknologi, di mana fokus pada inovasi tinggi diimbangi oleh restrukturisasi organisasi. Reality Labs, sebagai lini utama pengembangan teknologi VR dan metaverse, menghadapi perubahan strategi yang signifikan.
Dengan penyesuaian ini, Meta berupaya mengoptimalkan sumber daya demi menanggapi persaingan teknologi dan tantangan pasar. Pengetatan anggaran juga menjadi strategi penting untuk mendukung investasi besar di bidang kecerdasan buatan yang sedang berkembang pesat.
Kebijakan pemutusan kerja ini kemungkinan akan berdampak pada perkembangan produk-produk inovatif Meta, khususnya di segmen VR dan pengalaman metaverse yang sebelumnya menjadi bahan andalan perusahaan. Fokus ke depan akan lebih diarahkan pada efisiensi dan pengembangan teknologi AI sebagai kunci pertumbuhan.
Mengingat besarnya dana yang dialokasikan untuk AI, langkah Meta ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi besar menyeimbangkan antara investasi agresif dan pengelolaan sumber daya manusia. Model bisnis dan strategi teknologi Meta terus mengalami adaptasi sesuai tuntutan pasar dan teknologi terbaru.









