Baldur’s Gate 3 kembali jadi bahan perbincangan bukan karena konten romansa yang sudah ada, melainkan karena ide yang tidak sempat masuk ke dalam game. Salah satu penulis Larian Studios, Kevin VanOrd, mengungkap bahwa tim pengembang sempat membayangkan adanya sistem pertemanan yang setara dengan romansa, lengkap dengan event khusus seperti “kencan” versi platonis.
Gagasan itu muncul dalam wawancara dengan Edge magazine, di mana VanOrd menyebut banyak ide bagus akhirnya tersisih oleh keterbatasan waktu pengembangan. Ia juga menegaskan bahwa sistem romansa yang hadir di Baldur’s Gate 3 tetap ia anggap kuat, meski versi ideal dalam bayangannya akan lebih luas dan memberi ruang interaksi sosial yang tidak selalu berujung pada hubungan romantis.
Sistem pertemanan yang bisa memperluas pengalaman bermain
VanOrd menjelaskan bahwa tim sempat memikirkan sistem hubungan yang tidak hanya berfokus pada asmara. Dalam konsep tersebut, pemain bisa membangun kedekatan dengan karakter lain melalui momen-momen spesial yang dirancang layaknya kencan, tetapi tanpa unsur romantis.
Ide ini menarik karena Baldur’s Gate 3 sudah dikenal sebagai game yang sangat memperhatikan kedalaman karakter dan pilihan dialog. Jika sistem pertemanan seperti itu hadir, relasi antarkarakter bisa terasa lebih berlapis dan memberi variasi interaksi yang tidak bergantung pada pendekatan romantis semata.
Berikut gambaran fitur yang dibayangkan VanOrd:
- Hubungan platonis yang berkembang lewat event khusus.
- Aktivitas bersama karakter lain tanpa unsur romansa.
- Dinamika relasi yang lebih kaya di luar pemain utama.
- Karakter non-pemain yang bisa menjalin hubungan satu sama lain.
Mengapa ide ini dianggap penting bagi game RPG
Bagi banyak pemain RPG, relasi antarkarakter ikut menentukan seberapa hidup dunia yang mereka jelajahi. VanOrd menilai akan sangat menarik jika karakter di Baldur’s Gate 3 tidak hanya bereaksi pada pemain, tetapi juga membangun hubungan di antara mereka sendiri.
Ia menyinggung bahwa hal seperti ini pernah membuat dunia dalam seri Mass Effect terasa lebih hidup. Saat karakter seperti Tali dan Garrus berkembang menjadi pasangan tanpa campur tangan langsung dari pemain, dunia game terasa berjalan sendiri dan tidak sepenuhnya berpusat pada satu tokoh utama.
Dalam konteks Baldur’s Gate 3, pendekatan serupa berpotensi memperkaya narasi. Pemain tidak hanya melihat karakter sebagai objek romansa, tetapi juga sebagai individu dengan hubungan sosial yang berkembang secara organik.
Romansa BG3 tetap sukses, tetapi belum menampung semua ide
Meski mengaku punya ambisi lebih besar, VanOrd tidak menunjukkan kekecewaan terhadap hasil akhir sistem romansa di Baldur’s Gate 3. Ia justru memuji bagaimana karakter-karakter game tersebut terus memicu reaksi besar dari komunitas pemain, termasuk karya seni dan fanfiction yang tersebar luas di internet.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa tim Larian Studios memahami daya tarik emosional dari para karakter mereka. Respon pemain terhadap tokoh seperti Astarion, Gale, Lae’zel, dan lainnya menunjukkan bahwa hubungan antar-karakter menjadi salah satu fondasi kuat yang membuat Baldur’s Gate 3 bertahan lama dalam percakapan publik.
Mengapa pemain menantikan fitur seperti ini
Banyak pemain kini menginginkan game RPG yang tidak hanya menawarkan pilihan “romantis atau tidak”, tetapi juga hubungan pertemanan yang bernuansa. Sistem seperti itu bisa memberi ruang bagi pemain yang ingin membangun ikatan emosional tanpa tekanan ke arah percintaan.
Dalam praktiknya, fitur semacam ini juga bisa membantu karakter terasa lebih manusiawi. Hubungan yang berkembang lewat percakapan, misi sampingan, atau kegiatan bersama dapat membuat setiap anggota party punya identitas sosial yang lebih jelas.
Hal yang paling menarik dari ide Larian
- Sistem ini bisa membuat hubungan antar karakter lebih realistis.
- Pemain mendapat lebih banyak jalur interaksi emosional.
- Dunia game terasa tidak melulu berpusat pada tokoh utama.
- Karakter bisa berkembang lewat relasi yang tidak harus romantis.
VanOrd menyebut bahwa semua itu pada akhirnya kembali ke persoalan waktu pengembangan, sebuah kendala yang umum di industri game. Baldur’s Gate 3 sudah hadir sebagai RPG besar dengan banyak sistem kompleks, tetapi ide tentang friendship system menunjukkan bahwa masih ada ruang luas untuk pengembangan di masa depan.
Pada akhirnya, diskusi ini menegaskan satu hal penting: daya tarik Baldur’s Gate 3 tidak hanya datang dari romansa yang heboh, tetapi juga dari potensi hubungan antarkarakter yang lebih beragam dan lebih hidup. Ide tentang sistem pertemanan platonis memperlihatkan bagaimana sebuah RPG bisa tumbuh menjadi pengalaman sosial yang lebih kaya, terutama jika pengembang diberi cukup waktu untuk mewujudkannya.
