Jensen Huang memastikan Nvidia tetap bertahan di Israel meski konflik di kawasan itu masih memanas. Sinyal ini datang dari salah satu tokoh teknologi paling berpengaruh di dunia, yang kekayaannya disebut mencapai Rp 2.400 triliun.
Pernyataan itu penting karena Nvidia punya operasi besar di Israel dan menempatkan negara tersebut sebagai salah satu pusat pengembangan teknologinya. Huang juga menegaskan bahwa perusahaan tidak berencana menarik diri, meski tekanan geopolitik terus meningkat.
Nvidia dan jejak besar di Israel
Dalam konferensi GTC, Huang menyampaikan bahwa Nvidia memiliki sekitar 6.000 karyawan beserta keluarga mereka di Israel. Ia menegaskan perhatian perusahaan kepada para pekerja itu dan memastikan operasional Nvidia di wilayah tersebut tetap stabil.
Huang juga mengirim pesan pribadi kepada karyawan di Israel. Mengutip laporan CNA dan Times of India, ia berkata, “Kami memiliki ribuan keluarga di Israel. Saya sangat khawatir soal kalian semua. Jaga diri baik-baik. Kami ada di belakang kalian, mendukung kalian dan berharap dapat bertemu dengan kalian.”
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Nvidia tidak hanya melihat Israel sebagai lokasi bisnis. Perusahaan juga membangun hubungan jangka panjang dengan para pekerja dan ekosistem teknologinya di sana.
Hubungan lama yang terus diperkuat
Ucapan serupa sebelumnya juga muncul dalam ajang CES 2026. Saat itu, Huang menyinggung kedekatan Nvidia dengan Israel dan menegaskan bahwa hubungan itu sudah terbangun cukup lama.
Ia bahkan sempat menyampaikan rencana kunjungan ke Israel. Awalnya, Huang menargetkan datang pada April, meski belum jelas apakah agenda itu tetap berjalan karena situasi keamanan di Timur Tengah masih bergejolak.
Di sisi lain, Huang memuji para karyawan Nvidia di Israel. Menurut dia, mereka menunjukkan dedikasi tinggi terhadap perusahaan dan negara, sehingga kontribusinya dinilai sangat besar bagi pengembangan teknologi global Nvidia.
Israel jadi pusat inovasi perangkat keras
Israel memegang peran strategis dalam pengembangan produk Nvidia. Huang menyebut beberapa chip penting lahir dari pusat riset di sana, termasuk BlueField-4, yang menjadi bagian dari portofolio infrastruktur data center perusahaan.
Berikut beberapa alasan Israel tetap penting bagi Nvidia:
- Menjadi basis pengembangan chip dan perangkat keras.
- Menampung ribuan karyawan dan keluarga mereka.
- Mendukung inovasi untuk produk strategis seperti BlueField-4.
- Memperkuat rantai riset dan pengembangan global Nvidia.
- Menjadi lokasi investasi jangka panjang perusahaan.
Model bisnis seperti ini membuat keputusan Nvidia untuk tetap bertahan di Israel tidak bisa dilihat hanya dari sisi politik. Ada kepentingan teknologi, tenaga ahli, dan investasi besar yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.
Investasi besar masih berjalan
Hubungan Nvidia dan Israel juga diperkirakan akan semakin erat lewat pembangunan kampus baru di Kiryat Tivon. Proyek ini dilaporkan bisa menampung hingga 10 ribu pekerja, sebuah angka yang menunjukkan skala komitmen perusahaan di negara tersebut.
Bagi Nvidia, kehadiran di Israel berarti mempertahankan akses pada talenta teknik dan riset kelas dunia. Bagi Israel, investasi ini menegaskan bahwa sektor teknologi tetap menjadi salah satu aset utama di tengah ketidakpastian regional.
Pada saat banyak perusahaan global berhati-hati menghadapi konflik geopolitik, sikap Huang memberi pesan yang berbeda. Nvidia tetap menempatkan Israel sebagai bagian penting dari strategi inovasi, sambil menjaga dukungan kepada para karyawan yang bekerja di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com