Teknologi sensor kamera kini bergerak ke arah yang makin fleksibel. STMicroelectronics memperkenalkan lini sensor yang bisa berganti antara global shutter dan rolling shutter, sehingga satu perangkat dapat menyesuaikan mode perekaman sesuai kebutuhan gambar.
Bagi banyak pengguna kamera, dua istilah ini sering muncul saat membahas kualitas foto atau video. Global shutter unggul saat objek bergerak cepat, sedangkan rolling shutter kerap menawarkan dynamic range dan kualitas cahaya redup yang lebih baik.
Apa bedanya global shutter dan rolling shutter
Rolling shutter membaca piksel baris demi baris, bukan sekaligus. Cara ini memang cepat, tetapi bisa memunculkan distorsi pada subjek yang melaju kencang atau saat kamera ikut bergerak agresif.
Global shutter menangkap seluruh gambar dalam waktu yang sama. Metode ini mengurangi efek distorsi, sehingga cocok untuk aksi cepat, olahraga, atau adegan industri yang menuntut gerakan akurat.
Di sisi lain, rolling shutter sering dianggap lebih unggul dalam hal dynamic range dan performa low-light. Karena itu, banyak produsen masih mempertahankannya untuk kebutuhan pemotretan umum dan video tertentu.
Sensor STMicroelectronics bisa memilih keduanya
STMicroelectronics menghadirkan rangkaian sensor yang dapat berpindah mode antara global dan rolling shutter. Sensor ini dirancang untuk memilih mode berdasarkan prioritas pemakaian, apakah yang lebih penting menghilangkan motion distortion atau mengejar dynamic range.
Perusahaan tersebut sebelumnya juga meluncurkan sensor hibrida serupa, lalu mulai memproduksi model yang diperbarui, yakni VD1943, VD5943, VB1843, dan VB5943. Semua sensor itu diposisikan untuk penggunaan industri, bukan untuk kamera mirrorless konsumen.
Cara kerja di balik mode ganda
Saat memakai rolling shutter, sensor ini menggabungkan dua paparan, yaitu paparan singkat dan paparan panjang, menjadi satu gambar HDR. Proses itu dilakukan langsung di chip sensor, bukan di tahap pemrosesan terpisah.
Saat masuk ke mode global shutter, sensor melakukan upscaling agar resolusi tetap utuh. Arsitektur stacked pada sensor membantu menjalankan proses HDR merger dan upscaling di dalam chip yang sama.
Menurut penjelasan sumber referensi, sensor tersebut juga tersedia dalam versi RGB-IR. Fitur ini memungkinkan perangkat menangkap cahaya tampak dan inframerah dari unit yang sama, sehingga menambah fungsi untuk kebutuhan industri tertentu.
Spesifikasi yang masih jauh dari kamera konsumen
Sensor ini masih berada di kelas 5MP dengan ukuran 1/2.5 inci. Karena itu, teknologinya belum bisa dianggap sebagai jembatan langsung menuju kamera mirrorless kelas atas.
Ada alasan teknis mengapa fitur ini belum mudah dipakai untuk kamera konsumen. Sensor perlu menggabungkan dua gambar untuk mode rolling shutter, sementara mode global shutter memerlukan upscaling agar resolusi penuh tetap tercapai.
Kombinasi itu membuat implementasinya terasa lebih rumit untuk perangkat fotografi premium. Namun, arah pengembangannya tetap menarik karena memperlihatkan bagaimana sensor industri sering lebih dulu menguji teknologi yang kelak bisa berguna di pasar yang lebih luas.
Mengapa teknologi ini relevan untuk smartphone
Perangkat mobile berpotensi menjadi kandidat paling masuk akal jika sensor dual-shutter seperti ini keluar dari ranah industri. Kamera ponsel sudah terbiasa dengan komputasi fotografi, HDR, dan pengolahan gambar yang kompleks di level perangkat keras maupun perangkat lunak.
Dalam konteks itu, mode yang bisa dipilih antara ketepatan gerak dan rentang dinamis akan sangat relevan. Perekaman video aksi cepat, pemotretan malam, hingga penggunaan sensor ganda untuk kebutuhan khusus bisa mendapat manfaat dari pendekatan semacam ini.
- Global shutter cocok untuk mencegah distorsi gerak.
- Rolling shutter masih kuat untuk dynamic range dan cahaya rendah.
- Sensor STMicroelectronics mencoba menggabungkan keduanya dalam satu chip.
- Teknologi ini masih difokuskan untuk kebutuhan industri.
- Smartphone menjadi kandidat paling realistis jika teknologi ini meluas.
Perkembangan sensor seperti ini menunjukkan arah baru dalam desain kamera modern. Di tengah meningkatnya kebutuhan gambar yang stabil, tajam, dan kaya detail, kemampuan memilih antara global shutter dan rolling shutter dalam satu sensor bisa menjadi fondasi penting untuk generasi kamera berikutnya.
