Stablecoin Tembus $315 Miliar, USDC Melesat Saat USDT Mulai Tergelincir

Pasokan stablecoin global mencapai rekor baru sebesar $315 miliar pada kuartal pertama, naik sekitar $8 miliar dibanding kuartal sebelumnya. Kenaikan ini terjadi saat pasar kripto yang lebih luas justru menyusut, sehingga stablecoin kembali menegaskan perannya sebagai infrastruktur utama perdagangan aset digital.

Di balik angka total yang tampak stabil, pergeseran paling penting justru terjadi pada persaingan antara USDC dan USDT. Data CEX.IO Research menunjukkan USDC terus merebut pangsa pasar, sementara dominasi USDT mulai tergerus di tengah perubahan pola transaksi dan meningkatnya minat pada aset yang lebih patuh regulasi.

USDC Mencatat Pertumbuhan Tajam

Pasokan USDC naik 220% sejak akhir tahun sebelumnya dan kini berada di sekitar $78 miliar. Lonjakan ini didorong oleh penggunaan di jalur penyelesaian pembayaran institusional, sistem penggajian, serta infrastruktur pembayaran programatik yang dikembangkan oleh Visa dan Stripe.

CEX.IO menilai pertumbuhan USDC lebih banyak berasal dari arus dana institusional daripada adopsi ritel. Pola ini terlihat dari rata-rata nilai transfer USDC yang mencapai $557, dengan velocity transaksi sekitar 90x, ciri yang konsisten dengan aktivitas pembayaran kecil yang berlangsung berulang dan otomatis.

USDT Masih Terbesar, tetapi Pangsa Berkurang

USDT tetap menjadi stablecoin dengan pasokan terbesar, namun pangsa pasarnya menurun pada periode yang sama. CEX.IO menyebut penurunan ini sebagai salah satu dinamika pasar paling penting pada kuartal tersebut, terutama karena USDT selama ini dikenal dominan di likuiditas perdagangan dan transfer lintas wilayah.

Berikut gambaran singkat pergeseran utama yang tercatat dalam data tersebut:

  1. Total stablecoin supply menembus $315 miliar.
  2. USDC naik ke sekitar $78 miliar setelah pertumbuhan 220%.
  3. USDT masih terbesar, tetapi pangsa pasarnya melemah.
  4. Stablecoin menyumbang 75% dari total volume perdagangan kripto.
  5. Volume transaksi stablecoin melampaui $28 triliun.
  6. Transaksi berukuran ritel turun 16%, menjadi penurunan terdalam yang pernah tercatat.

Aktivitas Transaksi Didominasi Bot dan Institusi

Data CEX.IO juga memperlihatkan bahwa sekitar 76% dari seluruh volume transaksi stablecoin berasal dari bot. Temuan ini menunjukkan pasar stablecoin makin didorong aktivitas otomatis dan institusional, bukan sekadar pergerakan pengguna ritel.

Penurunan transaksi ritel berukuran kecil ikut menekan salah satu area yang selama ini menopang dominasi USDT. Pada saat yang sama, aliran dana ke USDC bertambah karena kebutuhan settlement B2B, treasury management, dan pembayaran antarperusahaan yang makin mengandalkan aset digital berbasis dolar.

Regulasi Menjadi Faktor Penentu Persaingan

Circle, penerbit USDC, tampak menempatkan diri lebih dekat dengan kemungkinan regulasi stablecoin di Amerika Serikat. Di Washington, pembahasan seperti Clarity for Payment Stablecoins Act masih berjalan, dan kerangka aturan aset digital terus berkembang.

Kondisi itu memberi keuntungan struktural kepada penerbit yang lebih siap menghadapi kepatuhan, audit, dan pengawasan institusional. Dalam konteks ini, penguatan USDC tidak semata-mata didorong oleh likuiditas, tetapi juga oleh persepsi bahwa aset tersebut lebih selaras dengan kebutuhan lembaga keuangan arus utama.

Posisi USDT Tetap Kuat di Koridor Tertentu

Meski pangsanya menurun, USDT masih memegang posisi penting di pasar berkembang dan ekosistem DeFi berbasis Tron. Biaya rendah di jaringan tersebut membuat USDT tetap relevan untuk transfer retail dan lintas batas, terutama di wilayah yang menuntut transaksi cepat dan murah.

Namun, jika tren perpindahan modal ke instrumen yang teregulasi terus berlanjut, keunggulan jaringan USDT bisa makin teruji. Tether sejauh ini lebih mengandalkan attestation cadangan kuartalan dan ekspansi geografis, bukan inovasi produk yang agresif.

Stablecoin Berhadapan dengan Fragmentasi Baru

CEX.IO juga menyoroti munculnya stablecoin berbunga yang kini membentuk subsektor senilai $3,7 miliar. Kehadiran kategori baru ini menambah fragmentasi pasar sekaligus membuka risiko regulasi yang lebih kompleks bagi penerbit dan pengguna.

Perubahan tersebut membuat pasar stablecoin bergerak dari sekadar alat transaksi menjadi lapisan infrastruktur yang semakin berlapis. Dalam laporan yang sama, CEX.IO menyebut struktur pasar saat ini sebagai “lebih canggih, tetapi berpotensi kurang organik,” mencerminkan dominasi arus otomatis, institusional, dan programatik.

Perbandingan Utama USDC dan USDT

Aspek USDC USDT
Pasokan Sekitar $78 miliar Masih terbesar
Tren kuartal Naik tajam Pangsa menurun
Pendorong utama Institusi, payroll, settlement Likuiditas perdagangan, transfer lintas wilayah
Karakter transaksi Lebih kecil dan sering Lebih besar dan tersebar luas
Sensitivitas regulasi Tinggi, tetapi menjadi keunggulan Tergantung pada kekuatan jaringan yang sudah ada

Kombinasi kenaikan pasokan, dominasi volume perdagangan, dan perubahan komposisi pengguna menunjukkan stablecoin kini menjadi lapisan penting dalam pasar kripto global. Arah berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh regulasi di Amerika Serikat, adopsi institusional, serta apakah USDC mampu terus mempersempit jarak dengan USDT dalam beberapa periode laporan berikutnya.

Berita Terkait

Back to top button