China Makin Ganas Bakar Uang di VC, Saat Amerika Sibuk Perang di Iran

Saat Amerika Serikat sibuk menguras anggaran untuk kebutuhan perang di Timur Tengah, China justru bergerak agresif mengalirkan modal ke sektor startup. Perbedaan arah belanja ini memperlihatkan bagaimana Beijing memanfaatkan momentum geopolitik untuk memperkuat basis teknologi domestik, terutama di bidang kecerdasan buatan, robotika, dan komputasi kuantum.

Dalam dua bulan awal tahun ini, komitmen modal baru ke dana venture capital di China sudah mencapai 86 miliar yuan. Angka itu langsung menembus rekor sebelumnya, yaitu 68,9 miliar yuan pada kuartal III-2021, dan membuka peluang rekor baru pada kuartal pertama tahun depan.

Negara makin dominan di ekosistem VC China

Data industri menunjukkan perubahan besar dalam struktur pendanaan startup di China. Dari sekitar 1.200 dana VC baru yang terbentuk pada kuartal pertama, hampir seluruh investor utamanya berasal dari pemerintah dan perusahaan milik negara.

Kondisi ini menandai pergeseran dari model pendanaan yang dulu lebih bergantung pada modal swasta. Abraham Zhang, ketua China Europe Capital, mengatakan kepada Reuters bahwa “dalam industri VC China, negara semakin maju sementara modal swasta mundur.”

Pada Februari, sepuluh investor terbesar di sektor VC seluruhnya datang dari dukungan negara. Total investasinya mencapai 33 miliar yuan, atau sekitar setengah dari total pendanaan pada bulan itu.

Fokus Beijing bergeser ke teknologi strategis

Pemerintah China tampak tidak sekadar menambah dana, tetapi juga mengarahkan modal ke sektor yang dianggap paling penting untuk persaingan jangka panjang. Fokus utamanya berada pada AI, robotika, komputasi kuantum, dan teknologi frontier lain yang dinilai bisa mengangkat daya saing nasional.

Pada akhir tahun lalu, Beijing meluncurkan dana VC nasional bernilai miliaran dolar untuk mendanai teknologi strategis seperti antarmuka otak-komputer dan teknologi kuantum. Perdana Menteri Li Qiang juga menegaskan komitmen untuk menggandakan investasi di sektor ini sekaligus memperluas pendanaan tahap awal bagi startup.

Langkah itu memperlihatkan strategi industri yang makin terpusat. Pemerintah tidak hanya membiayai perusahaan besar, tetapi juga membangun jalur modal sejak fase awal agar inovasi bisa tumbuh lebih cepat.

Perbandingan dengan AS dan dampak geopolitik

Di saat Washington menyalurkan dana besar untuk memperkuat mesin militernya, Beijing memilih menempatkan modal pada bidang yang berpotensi menciptakan keunggulan ekonomi dan teknologi dalam jangka panjang. Perbedaan prioritas ini membuat persaingan China dan AS tidak hanya terjadi di ranah militer, tetapi juga di ekosistem inovasi dan pembiayaan.

Bagi China, pendanaan VC yang dipimpin negara bisa menjadi alat untuk mempercepat pemetaan industri masa depan. Bagi AS, fokus pada pertahanan dan konflik eksternal membuka ruang bagi rival untuk menutup jarak di bidang teknologi strategis.

Risiko dari dominasi modal negara

Meski arus dana terlihat sangat besar, para pelaku pasar mengingatkan adanya risiko distorsi. William Xin, ketua Spring Mountain Pu Jiang Investment Management, menilai “terlalu banyak uang dari pemerintah tidak sehat.”

Ia menjelaskan, bias kebijakan bisa membuat modal hanya mengalir ke sektor pilihan pemerintah, sehingga valuasi startup ikut terdorong naik secara tidak wajar. Kondisi seperti ini dapat memicu gelembung aset jika pertumbuhan bisnis tidak sebanding dengan dana yang masuk.

Sejumlah analis juga menilai dominasi investor negara bisa mengurangi disiplin pasar. Dalam situasi normal, modal swasta biasanya lebih ketat menilai prospek bisnis, model pendapatan, dan potensi ekspansi perusahaan rintisan.

Peta pendanaan startup China kini berubah cepat

  1. Dana VC baru pada dua bulan awal tahun ini mencapai 86 miliar yuan.
  2. Rekor sebelumnya berada di 68,9 miliar yuan pada kuartal III-2021.
  3. Sekitar 1.200 dana VC baru terbentuk pada kuartal pertama.
  4. Hampir seluruh investor utama berasal dari pemerintah dan BUMN.
  5. Sepuluh investor terbesar di Februari menyumbang 33 miliar yuan.

Arus modal yang kian besar ini menunjukkan China sedang membangun fondasi teknologi dengan pendekatan yang sangat terarah. Selama Amerika Serikat fokus pada beban perang dan biaya keamanan, Beijing justru mempercepat pendanaan ke startup yang bisa menjadi mesin pertumbuhan baru dalam persaingan global berikutnya.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button