Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah bergerak di kisaran $66,800, naik tipis 0.7% dalam perdagangan harian. Dalam situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah, sejumlah analis menilai BTC USD masih punya peluang menguji ulang area $70,000 selama libur akhir pekan Paskah.
Pergerakan ini didukung oleh total kapitalisasi pasar kripto yang naik 0.6% dan kembali berada di atas $2.3 triliun. Di saat yang sama, arus dana ETF Bitcoin juga tetap positif, menandakan minat beli belum hilang meski harga masih menghadapi tekanan teknikal.
Tekanan geopolitik ikut mengangkat narasi safe haven
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang membentuk sentimen pasar. Al Jazeera melaporkan tekanan baru berupa serangan drone dari Iran terhadap Uni Emirat Arab, sementara pasar juga mencermati langkah-langkah politik dan militer dari Washington yang menambah ketidakpastian regional.
Di tengah kondisi seperti ini, Bitcoin kembali dipandang sebagian pelaku pasar sebagai aset lindung nilai. Narasi “digital gold” muncul lagi karena aset kripto terbesar itu sering diburu saat investor mencari perlindungan dari risiko geopolitik dan volatilitas pasar tradisional.
Arus ETF dan akumulasi korporasi masih memberi dukungan
Data dari CoinGlass menunjukkan ETF Bitcoin menutup hari perdagangan dengan arus masuk bersih $9M, dan mencatat total $26M untuk pekan tersebut. Produk BlackRock, IBIT, menyumbang lebih dari $15 M dari akumulasi mingguan, sementara Fidelity FBTC justru mencatat arus keluar bersih -$24M.
Selain ETF, Strategy milik Michael Saylor juga masih menambah kepemilikan BTC. Laporan yang dikutip menyebut pembelian sekitar 617 token pada hari sebelumnya, sebuah sinyal bahwa keyakinan institusi tertentu terhadap Bitcoin tetap kuat meski harga belum kembali ke level tertinggi terdekat.
Level teknikal yang perlu diperhatikan
Secara teknikal, Bitcoin masih berada di bawah tekanan pada kerangka waktu harian. Harga tercatat masih berada di bawah moving average 100 hari di sekitar $77k dan moving average 200 hari di sekitar $90k, yang menunjukkan tren besar belum berbalik sepenuhnya.
Berikut level yang paling sering diperhatikan pelaku pasar saat ini:
| Area harga | Makna pasar |
|---|---|
| $67,000 | Area yang sedang coba direbut kembali |
| $69,000 | Zona penolakan bearish terbaru |
| $70,000 | Target retest jangka pendek |
| $64,000 | Support kritis yang rentan |
| $50,000 | Area downside berikutnya bila support jebol |
Pada grafik harian, pola descending channel masih terlihat aktif. Setelah gagal menembus zona $75k pada Maret, Bitcoin membentuk lower high dan lower low, yang mengindikasikan penjual masih mendominasi arah pergerakan.
Sinyal jangka pendek masih campuran
Pada grafik 4 jam, BTC terlihat kesulitan menjaga batas bawah channel naik jangka pendek. Penolakan dari bearish order block di sekitar $69k juga menjadi perhatian karena area itu belum berhasil ditembus dengan meyakinkan.
Jika tekanan jual bertahan, harga berisiko kembali mengarah ke area $60,000. Namun bila sentimen geopolitik mereda dan aliran dana ETF tetap positif, peluang pengujian ulang $70,000 masih terbuka, terutama karena pasar sering bereaksi cepat terhadap kombinasi headline makro dan arus modal institusional.
Faktor yang dapat mendorong atau menahan BTC
- Eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong minat ke aset lindung nilai.
- Arus masuk ETF Bitcoin yang tetap neto positif.
- Pembelian berkelanjutan dari perusahaan treasury seperti Strategy.
- Kegagalan Bitcoin menembus area resistance $69,000 hingga $75,000.
- Posisi harga yang masih berada di bawah moving average utama pada grafik harian.
Pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu memanfaatkan kombinasi narasi safe haven, dukungan ETF, dan aktivitas akumulasi korporasi untuk menembus kembali area $70,000. Jika momentum itu gagal muncul, fokus pasar akan bergeser ke pertahanan support di $64,000 yang menjadi batas penting untuk menjaga struktur harga tetap stabil.
