Riot Platforms Jual BTC Senilai Lebih Dari $250 Juta, Dana Baru Untuk Dorongan AI

Riot Platforms, salah satu penambang Bitcoin yang tercatat di bursa, melepas lebih dari $250 juta dalam bentuk BTC selama kuartal pertama. Perusahaan ini menjual 3.778 Bitcoin dengan harga rata-rata di atas $76.000 per koin, sehingga kepemilikan totalnya turun menjadi 15.680 BTC pada akhir kuartal.

Berdasarkan harga Bitcoin yang disebut dalam laporan, cadangan yang masih dipegang Riot kini bernilai sekitar $1,04 miliar. Penjualan ini memperpanjang tren divestasi yang sudah terjadi pada kuartal sebelumnya, saat perusahaan juga meraup hampir $200 juta dari penjualan Bitcoin pada November dan Desember.

Penjualan beruntun dan arah strategi baru

Langkah Riot menarik perhatian karena banyak penambang Bitcoin besar mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka. Sejumlah perusahaan kini mengalihkan fokus ke infrastruktur AI dan komputasi berperforma tinggi, bukan lagi semata-mata mengandalkan pendapatan dari mining kripto.

Bitfarms, misalnya, disebut telah sepenuhnya melepas fokus dari Bitcoin untuk mengejar peluang AI. Rival Riot lainnya, MARA, juga sebelumnya menjual $1,1 miliar BTC untuk mendukung langkah serupa menuju sektor AI.

Riot sendiri belum menjelaskan secara rinci penggunaan dana hasil penjualan terbaru itu. Seorang perwakilan perusahaan tidak segera merespons permintaan komentar mengenai alokasi proceeds tersebut.

Alasan operasional dan dorongan ke AI

Dalam penjelasan sebelumnya, CEO Riot Jason Les menyebut penjualan Bitcoin dilakukan untuk “fund ongoing growth and operations.” Artinya, pelepasan aset kripto itu berkaitan dengan kebutuhan mendanai ekspansi dan menjaga operasi perusahaan tetap berjalan.

Fokus jangka panjang Riot juga makin jelas mengarah ke AI dan kebutuhan komputasi intensif lainnya. Dalam pembaruan strategis terbarunya, perusahaan menyebut target utamanya adalah memaksimalkan portofolio daya listrik untuk pengembangan pusat data.

Les juga mengatakan pada awal Maret bahwa “2025 marked a watershed year for Riot,” karena perusahaan berhasil membuka potensi besar dari portofolio daya hampir dua gigawatt untuk infrastruktur pusat data berpermintaan tinggi. Pernyataan itu menunjukkan pergeseran Riot dari penambang Bitcoin murni menuju pemain infrastruktur digital yang lebih luas.

Tekanan saham dan peluang valuasi

Perubahan strategi ini datang di tengah tekanan pasar yang cukup besar. Saham RIOT ditutup naik 2,47% pada perdagangan Kamis dan terakhir bergerak di level $12,86, tetapi performanya tetap tertekan dalam periode yang lebih panjang.

Dalam enam bulan terakhir, saham Riot turun lebih dari 33% seiring Bitcoin merosot 47% dari rekor tertingginya di $126.080. Kondisi itu menambah tekanan bagi penambang publik yang harus menyeimbangkan antara mempertahankan cadangan Bitcoin dan membiayai ekspansi bisnis.

Investor aktivis Starboard Value sebelumnya menilai Riot perlu menunjukkan “renewed sense of urgency” untuk memaksimalkan peluang AI. Menurut Starboard, peluang itu bisa menambah valuasi perusahaan hingga $21 miliar, jika Riot mampu mengoptimalkan aset dayanya untuk infrastruktur data center.

Rincian utama penjualan Riot Platforms

  1. BTC yang dijual: 3.778 Bitcoin
  2. Harga rata-rata jual: lebih dari $76.000
  3. Total hasil penjualan: lebih dari $250 juta
  4. Kepemilikan tersisa: 15.680 BTC
  5. Nilai cadangan tersisa: sekitar $1,04 miliar

Pergerakan Riot sekarang menempatkan perusahaan dalam fase transisi yang semakin jelas, dari penambang Bitcoin tradisional menuju pengelola infrastruktur daya untuk AI dan komputasi skala besar. Penjualan BTC terbaru menunjukkan bahwa transformasi itu tidak lagi sebatas rencana, melainkan sudah masuk ke keputusan finansial dan operasional yang memengaruhi struktur aset perusahaan.

Exit mobile version