Administrator NASA Jared Isaacman menyebut pencarian kehidupan luar angkasa sebagai bagian inti dari pekerjaan lembaga antariksa Amerika Serikat itu. Dalam wawancara di CNN, ia mengatakan upaya mencari makhluk hidup lain “ada di hati” NASA dan menjadi bagian dari misi ilmiah yang lebih luas.
Pernyataan itu menarik perhatian karena datang dari pucuk pimpinan NASA saat badan tersebut sedang menjalankan misi berawak menuju Bulan. Di sisi lain, NASA juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti bahwa Bumi pernah didatangi makhluk cerdas dari luar angkasa.
Pencarian alien disebut jadi bagian inti NASA
Isaacman menjelaskan bahwa tugas NASA bukan hanya menerbangkan wahana dan mengirim astronaut, tetapi juga membuka rahasia alam semesta. Ia menempatkan pertanyaan apakah manusia sendirian di jagat raya sebagai salah satu pendorong utama riset dan eksplorasi ruang angkasa.
Menurut Isaacman, pencarian itu tidak berdiri sendiri, melainkan melekat pada seluruh agenda ilmiah NASA. Karena itu, eksplorasi Bulan, penelitian planet, dan pengembangan teleskop juga dinilai ikut mendukung upaya memahami kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
Kutub selatan Bulan jadi titik penting
Isaacman mencontohkan rencana NASA membangun pangkalan di kutub selatan Bulan. Fasilitas itu disebut akan dilengkapi teleskop yang dapat membantu melanjutkan pencarian besar tentang kehidupan di luar Bumi.
Lokasi kutub selatan Bulan dinilai strategis karena kondisi lingkungan yang ekstrem dan minim gangguan cahaya. Dari titik itu, teleskop bisa bekerja lebih efektif untuk mengamati alam semesta dan mencari petunjuk yang tidak mudah terlihat dari Bumi.
Berikut poin penting dari pernyataan NASA:
- Pencarian alien disebut sebagai bagian inti dari misi NASA.
- NASA belum menemukan bukti Bumi pernah dikunjungi makhluk cerdas luar angkasa.
- Pangkalan di kutub selatan Bulan akan mendukung riset dengan teleskop.
- NASA menyebut luasnya alam semesta membuat kemungkinan temuan baru tetap terbuka.
- Program Artemis menjadi bagian dari langkah besar eksplorasi Bulan berikutnya.
Isaacman juga mengingatkan bahwa alam semesta sangat luas. Ia menyebut ada sekitar 2 triliun galaksi di luar sana, sehingga peluang manusia menemukan sesuatu yang menunjukkan bahwa manusia tidak sendirian dinilai masih terbuka lebar.
Artemis II dan langkah NASA berikutnya
Saat ini NASA sedang mengirim empat astronaut ke orbit Bulan lewat misi Artemis II. Ini menjadi misi berawak pertama menuju Bulan sejak program Apollo dihentikan pada 1972.
Kapsul Orion yang membawa empat astronaut itu dijadwalkan mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. NASA menyebut mereka ditargetkan tiba di Bumi beberapa hari setelah manuver itu selesai.
Setelah Artemis II, NASA menyiapkan Artemis III yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2027. Misi itu akan menguji modul pendarat Bulan dengan wahana yang sama, sebelum Artemis IV pada 2028 melanjutkan langkah penempatan astronaut Amerika di permukaan Bulan.
Agenda eksplorasi Bulan terus bergerak
Rangkaian misi Artemis memperlihatkan bahwa NASA tidak hanya fokus pada pencarian kehidupan di luar Bumi, tetapi juga pada pembangunan kemampuan eksplorasi jangka panjang. Kehadiran teleskop, modul pendarat, dan rencana pangkalan di Bulan menjadi bagian dari strategi yang saling terhubung.
Di tengah rencana besar itu, pernyataan Isaacman soal alien memperkuat sinyal bahwa NASA tetap membuka ruang bagi pertanyaan paling mendasar dalam sains modern. Pertanyaan itu sederhana, tetapi dampaknya luas: apakah manusia memang benar-benar sendirian di alam semesta.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com