Nenek 70 Tahun Hampir Pingsan Saat Tagihan Telepon Rp 150 Juta Tiba, Jejak Paket Lama Terungkap

Seorang nenek berusia 70 tahun di Westport, Connecticut, hampir pingsan setelah menerima tagihan telepon pasca-bayar senilai US$9.000 atau sekitar Rp153 jutaan. Tagihan besar itu menimpa Linda Vincent, pelanggan operator Verizon, setelah pemakaian data selulernya melonjak tanpa disadari.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa paket pascabayar lama masih bisa memunculkan biaya sangat tinggi jika pemakaian melampaui batas kuota. Masalahnya makin besar ketika pengguna mengandalkan data seluler untuk aktivitas harian seperti menonton video, bermain gim, dan memakai media sosial tanpa Wi-Fi.

Bagaimana tagihan Rp150 juta itu bisa muncul

Vincent menggunakan paket data lawas dengan batas hanya 4GB. Ia baru-baru ini menghabiskan beberapa minggu di fasilitas rehabilitasi dan sering memakai ponsel untuk menonton video, bermain gim, serta membuka media sosial.

Dalam masa itu, ia mengandalkan data Verizon dan tidak menggunakan Wi-Fi secara rutin. Aktivitas yang terlihat biasa bagi banyak pengguna ternyata cukup untuk membuat kuota 4GB cepat habis, apalagi jika ponsel dipakai terus-menerus dalam waktu lama.

Menurut laporan PhoneArena yang dikutip pada Senin, 6 April 2026, Vincent mengaku tidak menyadari bahwa paket lawasnya sangat rentan menghasilkan biaya tambahan besar. Ia juga mengatakan tidak pernah menerima peringatan terkait penggunaan data yang mendekati batas.

Mengapa paket lama bisa jauh lebih berisiko

Paket telekomunikasi lama sering tampak lebih hemat karena biaya bulanan bisa lebih rendah. Namun, paket seperti ini biasanya memiliki batas data yang ketat dan tidak dilengkapi perlindungan sebaik paket modern.

Berbeda dengan paket unlimited yang umumnya tetap aktif setelah kuota tertentu terlampaui, meski kecepatan bisa melambat, paket lawas dapat langsung memicu biaya tambahan yang tinggi saat pemakaian melewati ambang batas. Dalam kasus Vincent, perbedaan itu menjadi sangat mahal.

Berikut gambaran sederhananya:

  1. Paket lawas biasanya punya kuota kecil, seperti 4GB.
  2. Pemakaian data modern cepat menggerus kuota, termasuk untuk video dan aplikasi latar belakang.
  3. Jika kuota habis, biaya per pemakaian bisa melonjak tajam.
  4. Paket unlimited biasanya lebih aman dari tagihan kejutan, meski harganya bisa lebih mahal.

Peringatan operator dan persoalan komunikasi

Verizon disebut biasanya mengirim peringatan ketika pelanggan mendekati batas pemakaian. Namun, Vincent mengklaim tidak menerima notifikasi apa pun sebelum tagihan membengkak.

Pihak Verizon kepada NBC mengatakan sedang berkoordinasi dengan pelanggan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pernyataan itu menunjukkan bahwa operator dan pelanggan kini sama-sama perlu menelusuri detail penggunaan data dan sistem pemberitahuan yang berjalan.

Kasus seperti ini juga memperlihatkan pentingnya memahami status paket yang masih aktif. Banyak pelanggan bertahan dengan paket lama karena merasa lebih murah, padahal nilai ekonominya bisa berubah ketika pola penggunaan data semakin berat.

Aktivitas kecil yang diam-diam menyedot data

Penggunaan data tidak selalu habis karena streaming besar atau unduhan berat. Sejumlah aktivitas harian juga bisa menggerus kuota lebih cepat dari perkiraan, terutama saat ponsel tidak tersambung ke Wi-Fi.

Beberapa aktivitas yang sering menyedot data antara lain:

  1. Menonton video berulang kali.
  2. Bermain gim online atau gim yang terus tersambung ke server.
  3. Menggunakan media sosial dengan pemutaran otomatis.
  4. Pencadangan foto dan video ke cloud.
  5. Layanan lokasi yang aktif di latar belakang.

Untuk pengguna lanjut usia atau mereka yang baru pulih dari kondisi kesehatan, risiko seperti ini bisa luput dari perhatian. Itulah sebabnya notifikasi penggunaan, pembatasan data, dan pengecekan rutin pada pengaturan ponsel menjadi penting agar tagihan tidak berubah menjadi kejutan besar.

Kasus Linda Vincent kini menjadi contoh nyata bahwa paket telepon yang tampak sederhana dapat berubah menjadi masalah besar ketika batas data tidak dipantau dengan cermat. Di tengah penggunaan aplikasi modern yang semakin berat, pelanggan paket lama perlu memeriksa ulang kuota, notifikasi operator, dan kebiasaan memakai data agar tagihan bulanan tetap terkendali.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button