Bitcoin Rebut $72.000, Gencatan Senjata AS-Iran Ubah Arah Pasar Kripto

Author: Qoo Media

Bitcoin kembali merebut level $72,000 setelah sempat menyentuh $72,753 dalam perdagangan intraday, level tertinggi dalam 20 hari, menyusul kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Pada perdagangan terbaru, harga BTC berada di sekitar $71,700, naik lebih dari 4% dalam 24 jam.

Pergerakan ini menghapus tekanan geopolitik yang selama beberapa pekan menahan kenaikan aset berisiko, terutama ketika pasar masih khawatir terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz. Meski begitu, pasar belum sepenuhnya yakin bahwa jeda konflik singkat ini cukup kuat untuk menjaga Bitcoin bertahan di atas batas psikologis $72,000.

Gencatan senjata meredakan tekanan pasar

Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa operasi militer terhadap Iran akan dihentikan sementara selama dua minggu. Pengumuman itu muncul beberapa jam sebelum tenggat yang sebelumnya ia tetapkan agar Teheran membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan ke infrastruktur penting.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menerima gencatan senjata itu, tetapi menegaskan bahwa penghentian sementara ini bukan akhir dari konflik yang lebih luas. Sikap itu membuat pasar tetap waspada karena harga aset berisiko masih bisa kembali tertekan jika ketegangan memanas lagi sekitar 22 April.

Minyak melemah, sentimen risiko membaik

Secara makro, pelemahan harga minyak membantu mendorong sentimen pasar yang lebih positif. Harga Brent turun mendekati $94 per barel dari level yang lebih tinggi, sehingga menurunkan kekhawatiran inflasi dan mengurangi tekanan risk-off yang sebelumnya membatasi Bitcoin di bawah $70,000 selama hampir dua pekan.

Kenaikan juga terlihat di pasar saham berjangka, dengan S&P 500 dan Dow futures bergerak lebih tinggi. Pola ini menunjukkan bahwa reli tidak hanya terjadi di kripto, tetapi juga mencerminkan pemulihan selera risiko secara luas di berbagai aset.

Tekanan short squeeze ikut memperkuat reli

Analis menilai lonjakan Bitcoin kali ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu kombinasi relief geopolitik dan short squeeze. Sekitar $400 juta posisi short dilikuidasi dalam delapan jam setelah pengumuman Trump, lalu tambahan $270 juta terpaksa ditutup dalam rentang 24 jam berikutnya.

Riya Sehgal dari Delta Exchange menilai Bitcoin kini bergerak seperti aset makro ber-beta tinggi, sehingga sensitif terhadap likuiditas, ekspektasi suku bunga, dan stabilitas geopolitik. Dalam kondisi seperti ini, headline politik dapat memicu reaksi harga yang cepat, terutama saat posisi pasar sudah terlalu condong ke satu arah.

Level harga penting yang kini dipantau pasar

Pergerakan Bitcoin ke atas $72,000 membuat pelaku pasar kembali menyoroti area resistance berikutnya. CoinSwitch Markets Desk memperkirakan BTC berpeluang bergerak menuju $75,000 jika momentum tetap terjaga, sementara $68,000 dipandang sebagai dukungan terdekat.

Berikut level yang menjadi fokus utama pelaku pasar:

  1. $72,000: batas psikologis yang baru direbut kembali.
  2. $75,000: area resistance berikutnya jika reli berlanjut.
  3. $70,200: batas yang disebut sebagai level invalidasi untuk skenario bullish.
  4. $68,000: support jangka pendek jika harga terkoreksi.
  5. $66,000: area penyangga yang lebih dalam bila risk-off kembali dominan.

Pada sesi yang volatil itu, Open Interest belum memberi sinyal final apakah kenaikan ini ditopang pembukaan posisi baru atau hanya efek penutupan short. Karena itu, trader masih menunggu konfirmasi dari pergerakan lanjutan dan data pasar derivatif berikutnya.

Pasar kripto ikut menguat serempak

Reli Bitcoin juga diikuti oleh aset kripto besar lain, termasuk Ethereum, Solana, XRP, dan Dogecoin. Kapitalisasi pasar kripto sempat menyentuh $2.52 triliun pada puncaknya, menandakan kenaikan terjadi secara luas dan bukan hanya pada BTC.

Data aliran dana turut mendukung narasi pemulihan minat beli, karena spot Bitcoin ETF mencatat inflow $471 juta pada satu hari perdagangan. Namun, data on-chain pada saat yang sama juga menunjukkan tekanan jual dari pemegang besar, sehingga pasar masih menilai apakah arus dana itu mencerminkan akumulasi nyata atau sekadar posisi taktis menjelang volatilitas lanjutan.

Skenario pasar masih terbagi dua

Di sisi bullish, harga berpeluang bertahan di atas $72,000 jika gencatan senjata tetap berjalan, minyak stabil di bawah $95, dan inflow ETF terus kuat di atas $400 juta per pekan. Dalam skenario ini, Bitcoin berpotensi menguji $75,000 sebagai target psikologis berikutnya.

Di sisi bearish, risiko koreksi tetap terbuka jika konflik kembali memanas sebelum periode dua minggu berakhir atau jika kepatuhan Iran terhadap pembukaan Selat Hormuz tidak berjalan penuh. Jika itu terjadi, BTC bisa kembali ke $68,269, atau turun lebih dalam menuju area $66,000 bila tekanan pasar risiko kembali menguat.

Untuk saat ini, kenaikan Bitcoin lebih tepat dibaca sebagai reli peredaan ketegangan geopolitik ketimbang pembalikan tren yang sepenuhnya baru. Arah harga selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah gencatan senjata bertahan, apakah Selat Hormuz benar-benar kembali terbuka, dan apakah arus masuk ETF mampu menjaga permintaan tetap kuat di atas $72,000.

Terbaru