
Bitcoin mencatat reli kuat dan sempat menembus $73,000 setelah data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat naik 3.3% secara tahunan. Aksi beli muncul karena pasar menilai lonjakan inflasi itu lebih banyak dipicu kenaikan harga energi, bukan karena tekanan harga meluas ke seluruh ekonomi.
Pergerakan BTC ini terjadi di tengah sentimen makro yang berubah cepat, setelah sempat bergerak dari $68,000 ke $73,000 dalam empat hari. Investor membaca data terbaru sebagai sinyal bahwa The Fed masih punya ruang untuk menahan suku bunga, alih-alih kembali mengetatkan kebijakan.
Mengapa CPI 3.3% justru mendorong Bitcoin naik
Data CPI yang lebih tinggi dari perkiraan biasanya memberi tekanan pada aset berisiko. Namun, rincian laporan menunjukkan gambaran yang berbeda karena gasoline naik 21.2% dalam satu bulan dan menyumbang hampir tiga perempat dari total kenaikan CPI.
Di sisi lain, core inflation yang menghapus komponen pangan dan energi justru berada di 2.6%, lebih rendah dari proyeksi 2.7%. Pasar menilai angka ini penting karena menunjukkan tekanan harga inti belum menyebar luas ke sektor lain seperti sewa, makanan, dan jasa.
Sikap The Fed menjadi penopang utama
Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3.50%-3.75% pada pertemuan sebelumnya. Berdasarkan CME FedWatch, 98% trader kini memperkirakan The Fed akan kembali menahan suku bunga pada rapat FOMC 28-29 April, bukan menaikkannya.
Ekspektasi itu mengurangi salah satu risiko terbesar bagi Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir. Pasar melihat peluang bahwa The Fed bisa menunggu dulu sambil menilai apakah lonjakan inflasi ini hanya bersifat sementara karena gangguan energi.
Harga minyak dan geopolitik ikut memicu reli
Reli Bitcoin juga mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran pada 7 April. Sebelum rilis CPI, BTC sudah lebih dulu naik dari $68,000 ke $72,000 karena pasar merespons kabar tersebut.
Kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang membuat CPI terlihat tinggi, sehingga setiap tanda turunnya harga minyak berpotensi memperkuat sentimen bullish. Jika tekanan pada jalur pasokan minyak terus mereda, pasar dapat menilai inflasi akan lebih mudah dikendalikan.
Level harga yang kini diperhatikan pasar
Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $73,000 dengan beberapa pekan tersisa di bulan ini. Pelaku pasar memantau apakah harga mampu bertahan di atas area psikologis itu atau kembali terkoreksi setelah keputusan The Fed.
Berikut level yang banyak diperhatikan trader:
$70,000sebagai area dukungan terdekat jika terjadi aksi ambil untung.$73,000sebagai level yang menandai penguatan terbaru Bitcoin.$75,000sebagai target berikutnya jika sentimen makro tetap mendukung.$80,000sebagai level yang bisa dijangkau bila faktor politik dan moneter bergerak searah.
Apa yang bisa mengubah arah pasar selanjutnya
Pasar masih sensitif terhadap hasil pertemuan The Fed, arah harga minyak, dan perkembangan konflik yang memengaruhi suplai energi. Jika tekanan geopolitik mereda dan inflasi inti tetap jinak, Bitcoin punya ruang untuk mempertahankan reli yang sedang berjalan.
Sebaliknya, jika ketegangan kembali naik dan harga minyak melonjak lagi, investor bisa kembali menghindari aset berisiko. Dalam skenario itu, BTC berpotensi turun lagi ke kisaran $65,000-$68,000 yang sempat menjadi area perdagangan sebelumnya.









