Morgan Stanley Tak Mau Berhenti di Bitcoin, Tokenisasi Dan Solusi Pajak Jadi Langkah Berikutnya

Morgan Stanley mulai memperluas langkahnya di aset digital setelah peluncuran ETF spot Bitcoin miliknya pada Rabu lalu. Bank investasi dengan aset klien senilai $9.3 triliun itu kini menimbang tokenisasi, solusi pajak, hingga layanan turunan kripto lain yang bisa menjadi tahap berikutnya.

Amy Oldenburg, kepala strategi aset digital Morgan Stanley, mengatakan perusahaan tidak ingin berhenti di Bitcoin. Ia menilai arah jangka panjang perusahaan masih panjang dan ruang pengembangan produk kripto di pasar institusional masih terbuka lebar.

Dorongan setelah ETF spot Bitcoin

ETF spot Bitcoin Morgan Stanley menjadi momentum penting bagi bank tersebut di tengah persaingan ketat produk investasi aset digital. Menurut data Farside Investors, produk itu mencatat sekitar $46 juta arus masuk bersih sejak diluncurkan.

Langkah ini datang setelah Morgan Stanley lebih dulu memberi akses kepada lebih dari 15.000 penasihat kekayaannya untuk menawarkan ETF spot Bitcoin pihak ketiga kepada klien yang memenuhi syarat. Produk dari Fidelity dan BlackRock ikut mendapat lampu hijau dalam kebijakan itu.

Tokenisasi masuk radar

Oldenburg menyebut dana pasar uang yang ditokenisasi sebagai salah satu jalur yang “jelas” untuk roadmap produk Morgan Stanley. Tokenisasi memungkinkan aset dunia nyata direpresentasikan secara digital di jaringan blockchain, termasuk di kelas aset yang selama ini sulit diakses secara efisien.

Rencana itu sejalan dengan tren industri yang makin serius mengeksplorasi aset dunia nyata berbasis token. Franklin Templeton lebih dulu memelopori format token penghasil imbal hasil yang didukung Treasury AS pada 2021, tetapi posisi itu kemudian banyak disalip oleh produk BUIDL milik BlackRock yang nilainya mencapai $2.3 miliar menurut RWA.xyz.

Fidelity juga ikut meramaikan pasar melalui Digital Interest Token dengan total nilai sekitar $172 juta. Perkembangan ini menunjukkan bahwa tokenisasi tidak lagi dipandang sebagai eksperimen, melainkan bagian dari strategi produk yang mulai menemukan pasar.

Peluang di solusi pajak dan strategi klien

Morgan Stanley juga melihat peluang lain di luar produk investasi langsung. Parametric, anak usaha Morgan Stanley, sudah lama memiliki beragam strategi berbasis aturan untuk klien, termasuk tax-loss harvesting.

Oldenburg mengatakan penggunaan aset digital untuk membantu klien mengimbangi kewajiban pajak capital gains juga layak dieksplorasi. Pendekatan ini bisa menjadi nilai tambah bagi investor yang mencari efisiensi pajak sekaligus eksposur terhadap aset kripto.

  1. Mengelola capital gains lewat strategi tax-loss harvesting
  2. Menyatukan aset digital dengan portofolio tradisional
  3. Membuka produk tokenisasi untuk aset pasar uang
  4. Menambah opsi bagi klien institusional dan wealth management

ETF, biaya rendah, dan tekanan pasar

Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, menilai ETF Bitcoin Morgan Stanley bisa memberi tekanan pada pesaing utama meski sulit melampaui dominasi BlackRock. Ia menyoroti dua faktor penting, yaitu distribusi internal Morgan Stanley dan biaya yang lebih rendah.

Tarif biaya 0.14% dinilai agresif di tengah persaingan industri manajer aset yang terus menekan harga. Dalam pandangan Balchunas, produk itu dapat menarik minat karena masuk ke jaringan distribusi yang sudah mapan dan memiliki basis klien besar.

Oldenburg juga menegaskan bahwa efisiensi biaya bukanlah strategi baru bagi Morgan Stanley. Ia mengatakan bank itu ingin membangun produk secara komersial tanpa menjadikan margin sebagai satu-satunya fokus, karena produk awal bisa menjadi pintu masuk untuk pengembangan layanan berikutnya.

Langkah berikutnya di crypto

Rencana Morgan Stanley di aset digital tidak berhenti pada ETF Bitcoin. Tahun lalu perusahaan itu mengonfirmasi rencana menawarkan perdagangan kripto melalui E*TRADE bersama penyedia infrastruktur Zerohash.

Pada Februari, Oldenburg juga mengatakan layanan yield dan pinjam-meminjam berbasis Bitcoin sedang dipertimbangkan. Jika terealisasi, langkah itu akan menempatkan Morgan Stanley lebih dalam ke pasar kripto yang terus bergerak dari sekadar perdagangan menuju infrastruktur keuangan yang lebih lengkap.

Dengan kombinasi ETF, tokenisasi, potensi layanan pajak, hingga trading kripto lewat E*TRADE, Morgan Stanley terlihat sedang membangun ekosistem aset digital yang lebih luas. Arah ini menunjukkan bahwa Bitcoin kemungkinan hanya menjadi titik awal dari strategi jangka panjang bank investasi tersebut di pasar kripto.

Berita Terkait

Back to top button