Bank Sentral Eropa atau ECB mendukung rencana Komisi Eropa untuk memindahkan pengawasan penyedia jasa aset kripto dari regulator nasional ke European Securities and Markets Authority atau ESMA. Dukungan ini berpotensi mengubah cara Uni Eropa mengawasi perusahaan aset digital di bawah kerangka Markets in Crypto-Assets, atau MiCA.
Dalam opini tertanggal 9 April 2026, ECB menyatakan dukungan penuh terhadap paket kebijakan yang lebih luas untuk integrasi pasar modal dan penyatuan pengawasan keuangan di Uni Eropa. Langkah itu dinilai dapat membuat pengawasan kripto lebih seragam, mengurangi fragmentasi, dan menekan risiko lintas batas di pasar aset digital.
Apa yang diusulkan Uni Eropa
Usulan Komisi Eropa mencakup pemindahan kewenangan otorisasi, pemantauan, dan penegakan aturan untuk penyedia jasa aset kripto dari otoritas nasional ke ESMA. Dengan model ini, pengawasan tidak lagi tersebar di banyak negara anggota, melainkan berada di level Eropa.
ECB menilai pendekatan itu lebih cocok untuk pasar kripto yang memang beroperasi lintas negara. Otoritas moneter tersebut juga menyebut bahwa penyatuan pengawasan bisa mendukung investasi lintas batas dan memperkuat daya saing kawasan.
Mengapa perubahan ini penting
MiCA telah menciptakan satu buku aturan tunggal untuk pasar kripto di Uni Eropa. Namun, izin usaha dan pengawasan harian masih banyak ditangani regulator nasional, sementara ESMA baru menjalankan peran koordinasi di tingkat blok.
Berikut perbedaan utama yang disorot dalam proposal tersebut:
- Otoritas nasional saat ini masih memegang sebagian besar izin dan pengawasan harian.
- ESMA selama ini berfokus pada koordinasi, standar teknis, dan daftar publik.
- Proposal baru akan memindahkan kewenangan inti ke level Eropa.
- Pengawasan terpusat ditujukan untuk mengurangi perbedaan penegakan aturan antarnegeri.
ECB menilai perubahan ini akan membantu menyelaraskan standar pengawasan untuk perusahaan kripto yang beroperasi di lebih dari satu yurisdiksi. Pada saat yang sama, perubahan tersebut juga diharapkan memperkuat konsistensi perlindungan pasar di seluruh Uni Eropa.
ESMA dinilai cocok, tetapi beban kerjanya besar
ECB menilai ESMA sudah punya fondasi yang relevan untuk memegang peran lebih besar dalam pengawasan kripto. Lembaga itu sudah terlibat dalam penerapan MiCA, termasuk dalam penyusunan standar teknis dan pengelolaan registri publik.
Meski begitu, ECB memberi catatan penting bahwa perlu ada sumber daya yang cukup agar transisi berjalan mulus. Bank sentral itu menegaskan ESMA harus memiliki staf, pendanaan, dan waktu yang memadai untuk mengambil alih fungsi pengawasan dari regulator nasional.
Peringatan ini menyoroti tantangan praktis dari sentralisasi pengawasan. Pemindahan kewenangan tanpa kesiapan infrastruktur dapat menimbulkan hambatan baru, terutama saat pasar kripto bergerak cepat dan melibatkan banyak pelaku lintas negara.
Sorotan pada perusahaan besar dan lintas batas
ECB juga mendukung agar perusahaan keuangan lain yang aktivitas utamanya bergerak di aset kripto ikut diawasi ESMA. Namun, lembaga itu menilai ambang batas untuk pemindahan kewenangan tersebut perlu disempurnakan.
ECB memperingatkan bahwa ukuran omzet saja mungkin tidak cukup untuk menangkap risiko yang muncul dari penyedia layanan kustodian dan bursa perdagangan. Artinya, penilaian risiko perlu mempertimbangkan model bisnis, eksposur lintas batas, dan potensi dampak sistemik, bukan hanya besaran pendapatan.
Perdebatan soal sentralisasi pengawasan
Rencana ini muncul di tengah perdebatan yang lebih luas tentang seberapa besar kewenangan pengawasan yang harus dipindahkan ke Brussels. Prancis dan Jerman disebut sebagai pihak yang paling mendukung model pengawasan yang lebih terpusat, sementara beberapa negara anggota yang lebih kecil cenderung lebih berhati-hati.
Perbedaan pandangan itu menjadi faktor penting dalam proses negosiasi di Uni Eropa. Proposal Komisi Eropa kini masuk ke tahap pembahasan antara pemerintah negara anggota dan Parlemen Eropa, sehingga kompromi politik akan sangat menentukan bentuk akhir kebijakan.
Dampak yang mungkin muncul bagi pasar kripto Eropa
Bila disetujui, model baru ini dapat menciptakan standar pengawasan yang lebih seragam untuk penyedia layanan kripto di seluruh Uni Eropa. Bagi perusahaan besar yang beroperasi lintas yurisdiksi, kepastian aturan semacam ini bisa mengurangi beban kepatuhan yang berbeda-beda di tiap negara.
Di sisi lain, konsolidasi pengawasan juga bisa meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kualitas penegakan aturan. Regulator yang lebih terpusat biasanya dituntut bergerak lebih cepat dalam mengawasi risiko kustodian, bursa, dan layanan kripto lain yang makin terhubung dengan sistem keuangan tradisional.
ECB menempatkan langkah ini sebagai bagian dari upaya memperdalam integrasi pasar modal Uni Eropa. Dalam pandangan bank sentral, pengawasan yang lebih terpadu bukan hanya soal kripto, tetapi juga tentang membangun sistem keuangan yang lebih kuat, lebih kompetitif, dan lebih siap menghadapi risiko lintas batas.
