Pengguna iPhone di Inggris kini menghadapi aturan baru yang mewajibkan verifikasi usia sebelum bisa memakai sejumlah fitur tertentu di perangkat mereka. Kebijakan ini muncul sebagai dampak lanjutan dari penerapan Undang-Undang Keselamatan Online yang berlaku di United Kingdom, yang mencakup Inggris, Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales.
Mulai saat pembaruan sistem ke iOS 26.4, Apple disebut akan meminta sebagian pengguna untuk membuktikan usia mereka terlebih dahulu. Langkah ini dinilai sebagai upaya Apple menyesuaikan perangkatnya dengan aturan keselamatan digital yang menyoroti perlindungan anak dan remaja dari konten dewasa di layanan pencarian internet dan media sosial.
Apa yang berubah di iPhone
Apple tidak mewajibkan semua pengguna melewati verifikasi usia untuk tetap memperbarui sistem operasi. Namun, pengguna yang memilih melewati proses itu akan kehilangan akses ke fitur tertentu yang dianggap sensitif atau berisiko bagi anak di bawah umur.
Di sisi lain, Apple juga akan mengaktifkan filter konten web dan fitur keselamatan komunikasi secara otomatis di perangkat. Dengan begitu, sistem akan membatasi akses ke konten yang tidak sesuai usia tanpa perlu pengaturan manual dari pengguna.
Salah satu dampak paling nyata terlihat di browser Safari. Pengguna yang belum terverifikasi tidak bisa mematikan Safe Search, sehingga pembatasan pencarian tetap berjalan sesuai standar keamanan yang dipasang Apple.
Fitur yang terdampak verifikasi
Aturan baru ini juga berdampak pada toko aplikasi Apple. Aplikasi dengan rating 18+ tidak dapat diunduh oleh pengguna yang belum lolos verifikasi usia.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Apple menempatkan proteksi usia sebagai lapisan keamanan tambahan di level perangkat, bukan hanya di level aplikasi. Pendekatan ini berbeda dari banyak platform yang biasanya menyerahkan pemeriksaan usia kepada penyedia layanan pihak ketiga.
Bagaimana cara verifikasi di iPhone
Menurut laporan HowtoGeek yang dikutip CNBC Indonesia, sistem verifikasi usia Apple tergolong sederhana. Pengguna yang telah memiliki akun Apple dan berusia 18 tahun atau lebih akan otomatis terverifikasi.
Pengguna yang sudah menautkan kartu kredit ke akun Apple juga akan langsung dikenali sebagai pengguna dewasa. Jika verifikasi otomatis tidak terjadi, Apple memberi dua opsi lanjutan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan proses tersebut.
- Menambahkan kartu kredit ke akun Apple.
- Memindai dokumen identitas resmi dengan foto, seperti SIM.
Metode ini memungkinkan Apple memastikan usia pengguna tanpa harus meminta pengecekan berulang setiap kali seseorang membuka situs atau mendaftar aplikasi. Bagi platform digital, langkah ini juga bisa menjadi alternatif dari sistem verifikasi eksternal yang selama ini sering bergantung pada biometrik, paspor, atau kerja sama dengan penyedia verifikasi pihak ketiga.
Kaitan dengan aturan keselamatan online di Inggris
UU Keselamatan Online di Inggris menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama dalam ekosistem digital. Fokus utamanya adalah membatasi akses anak dan remaja ke konten dewasa, baik melalui mesin pencari maupun media sosial.
Menariknya, aturan tersebut tidak secara eksplisit mewajibkan sistem operasi atau toko aplikasi untuk melakukan verifikasi usia. Artinya, Apple mengambil pendekatan yang lebih proaktif dengan menerapkan sistem sendiri agar perangkatnya tetap selaras dengan semangat regulasi baru.
Langkah ini juga menandai perubahan cara perusahaan teknologi besar menangani kepatuhan terhadap aturan keselamatan digital. Jika sebelumnya verifikasi usia sering dilakukan pada level situs atau aplikasi, kini kontrol bisa dipindahkan langsung ke perangkat yang dipakai pengguna.
Dampak bagi pengguna iPhone dan iPad
Untuk pengguna dewasa, kebijakan ini kemungkinan tidak akan terasa rumit selama data akun Apple sudah lengkap dan valid. Namun bagi pengguna yang belum memenuhi syarat verifikasi otomatis, pembatasan fitur bisa menjadi kendala saat ingin mengakses konten tertentu atau mengunduh aplikasi berlabel usia dewasa.
Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna iPad, karena sistem verifikasi ini disebut menyasar perangkat Apple secara luas. Dengan penerapan tersebut, Apple tampak ingin membangun lingkungan digital yang lebih aman sekaligus meminimalkan risiko akses konten dewasa oleh pengguna muda.
Ke depan, kebijakan seperti ini berpotensi menjadi pola baru dalam ekosistem smartphone, terutama di negara yang mulai memperketat aturan perlindungan anak di ruang digital. Jika penerapannya dinilai efektif, sistem verifikasi usia berbasis perangkat bisa menjadi standar baru yang diikuti lebih banyak platform dan produsen teknologi.
Source: www.cnbcindonesia.com






