
Bitcoin kembali mendekati level $75,000 di tengah membaiknya sentimen risk-on di pasar keuangan global. Pergerakan ini terjadi saat kekhawatiran geopolitik mereda, arus masuk ke ETF spot Bitcoin pulih, dan minat beli dari pelaku institusi tetap kuat.
Pada perdagangan terbaru, Bitcoin berada di sekitar $74,420 dan naik 5,2% dalam 24 jam, menurut data CoinGecko. Dalam periode yang sama, indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 1% dan mencatat penutupan harian tertinggi sejak konflik Amerika Serikat-Iran dimulai pada 28 Februari.
Sentimen pasar mulai berbalik positif
Kenaikan Bitcoin terjadi seiring perubahan selera risiko investor di pasar yang lebih luas. Data ini terlihat dari pelemahan posisi bearish di pasar opsi, meningkatnya pembelian melalui ETF, dan minat beli di pasar spot yang terus bertahan.
Glassnode dalam laporan terbarunya menilai kondisi tersebut mencerminkan membaiknya sentimen risk-on. Analis pasar juga melihat tekanan dari faktor geopolitik mulai berkurang setelah muncul sinyal de-eskalasi dalam ketegangan Amerika Serikat-Iran dan kawasan Timur Tengah.
Bitcoin sendiri tercatat naik sekitar 13% sejak 28 Februari, sementara S&P 500 dan Nikkei Jepang sama-sama menguat sekitar 1% dalam periode yang sama. Di saat bersamaan, harga emas justru turun sekitar 9%, yang menandakan rotasi minat investor ke aset berisiko.
Gencatan senjata sementara ikut mendorong reli
Pergerakan naik ini juga berkaitan dengan kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat pada 8 April. Meski demikian, situasi masih rapuh karena masih ada kebijakan blokade pelabuhan Iran dan kemungkinan babak negosiasi baru.
Associated Press melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump menyebut pejabat Iran “ingin membuat kesepakatan,” yang ikut menambah ekspektasi pasar terhadap meredanya ketegangan. Namun, pelaku pasar tetap mencermati risiko eskalasi ulang jika kesepakatan tersebut gagal bertahan.
Andri Fauzan Adziima, research lead di bursa kripto Bitrue, mengatakan kepada Decrypt bahwa dorongan Bitcoin berasal dari sinyal de-eskalasi konflik, penurunan tekanan harga minyak, serta data inflasi inti yang lebih lunak. Ia juga menyoroti pulihnya arus masuk ETF spot Bitcoin yang menyerap pasokan di pasar.
Data derivatif menunjukkan tekanan jual menurun
Kondisi teknikal dan pasar derivatif juga menunjukkan perbaikan. Data Deribit memperlihatkan 25-delta skew membaik dari -10% menjadi -4,5%, yang mengindikasikan investor tidak lagi agresif membayar premi besar untuk perlindungan penurunan harga.
Perubahan skew ini penting karena menandakan posisi bearish mulai berkurang. Meski begitu, Glassnode tetap mencatat bahwa penurunan volatility spread menunjukkan sentimen hati-hati belum sepenuhnya hilang.
Berikut sinyal pasar yang paling diperhatikan saat ini:
- Arus masuk ETF spot Bitcoin kembali menguat.
- Posisi futures open interest dan funding rates menurun.
- Tekanan bearish di pasar opsi mereda.
- Ketegangan geopolitik menunjukkan tanda pelonggaran.
- Permintaan dari investor institusi masih terlihat solid.
ETF spot jadi pendorong utama kenaikan
Glassnode menyebut kenaikan netflow ETF spot Bitcoin di AS sebagai sinyal bahwa pelaku keuangan tradisional masih melihat peluang pada aset ini. Laporan tersebut menyoroti inflow sebesar $786 juta pada pekan lalu, yang menjadi salah satu angka terkuat dalam beberapa waktu terakhir.
Adziima menilai reli Bitcoin kali ini lebih banyak didorong pasar spot dibanding spekulasi leverage. Menurutnya, arus masuk ETF yang kuat bersama turunnya open interest futures dan funding rates menunjukkan proses deleveraging yang membuat momentum harga lebih sehat.
Wenny Cai, pendiri Anchored Finance, mengatakan kepada Decrypt bahwa jika Bitcoin mampu bertahan di atas $75,000, maka ruang kenaikan bisa terbuka menuju $80,000. Namun, ia menekankan bahwa dukungan berkelanjutan dari inflow ETF dan permintaan institusional akan sangat menentukan arah berikutnya.
Risiko yang masih membayangi harga Bitcoin
Meski arah jangka pendek terlihat lebih kuat, pasar belum sepenuhnya lepas dari risiko. Inflasi yang masih lengket, kebijakan Federal Reserve yang tetap ketat, dan pelemahan sentimen risiko global bisa kembali memicu volatilitas.
Jika gencatan senjata berakhir dan ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, Bitcoin berpotensi kembali bergerak dalam rentang sebelumnya. Dalam kondisi seperti itu, investor biasanya kembali mencari perlindungan, dan aksi ambil untung dapat menekan aset berisiko termasuk kripto.
Prediksi pasar juga menunjukkan sikap yang belum terlalu agresif. Di platform prediksi Myriad, pengguna hanya memberi peluang 4,6% bahwa The Fed memangkas suku bunga lebih dari 25 basis poin sebelum Juli, yang menandakan ekspektasi pelonggaran moneter masih terbatas.
Apa yang sedang dilihat pasar sekarang
- Mampukah Bitcoin bertahan di atas $75,000.
- Apakah inflow ETF spot tetap kuat dalam beberapa pekan ke depan.
- Bagaimana kelanjutan negosiasi dan risiko geopolitik di Timur Tengah.
- Apakah data inflasi dan kebijakan The Fed mendukung aset berisiko.
- Apakah volume beli dari investor institusi tetap menyerap pasokan pasar.
Harga Bitcoin yang mendekati $75,000 menunjukkan pasar mulai kembali percaya diri, tetapi arah selanjutnya masih sangat bergantung pada stabilnya kondisi geopolitik dan kesinambungan arus dana ke ETF spot. Selama dua faktor itu bertahan, Bitcoin memiliki ruang untuk mempertahankan momentum, meski volatilitas tetap bisa muncul sewaktu-waktu.









