
ASUS kembali memperbarui lini Zenbook andalannya dengan fokus yang makin jelas pada komputasi berbasis AI di perangkat. Zenbook S16 dan Zenbook S14 kini sudah tersedia di Amerika Serikat, dan keduanya membawa peningkatan yang tidak hanya menyentuh performa, tetapi juga efisiensi, desain, serta pengalaman penggunaan harian.
Langkah ini menunjukkan arah baru ASUS dalam menghadirkan laptop premium yang tidak sekadar mengandalkan spesifikasi tinggi. Keduanya dirancang untuk memproses tugas AI secara lokal, sehingga respons sistem bisa lebih cepat, alur kerja lebih mulus, dan ketergantungan pada cloud berkurang.
Fokus utama: AI yang berjalan langsung di laptop
ASUS menempatkan AI sebagai nilai jual utama pada Zenbook S16 dan Zenbook S14. Pendekatan ini relevan untuk pengguna kreatif, pekerja multitugas, hingga pengguna yang ingin laptop terasa lebih responsif saat menjalankan aplikasi berat.
Menurut informasi resmi yang dirilis ASUS, kedua model ini mampu menjalankan berbagai tugas AI secara lokal di perangkat. Hasilnya, proses seperti optimasi kerja sistem, dukungan aplikasi kreatif, dan peningkatan efisiensi multitasking bisa berjalan lebih cepat tanpa selalu bergantung pada koneksi internet.
Zenbook S16: layar besar, performa tinggi
Zenbook S16 menyasar pengguna yang ingin laptop tipis dengan tenaga besar. Model ini memakai prosesor AMD Ryzen AI 400 Series terbaru dan menawarkan hingga 50 TOPS performa NPU, yang menjadi indikator penting untuk kemampuan AI on-device.
Layar OLED berukuran 16 inci dengan resolusi 3K dan refresh rate 120Hz menjadi salah satu daya tarik utamanya. Kombinasi ini membuat Zenbook S16 cocok untuk pekerjaan visual, konsumsi konten, dan aktivitas produktif yang membutuhkan detail gambar tinggi.
ASUS juga memperkuat sisi audio dengan enam speaker, sehingga laptop ini tidak hanya mengandalkan visual. Sektor pendinginan ikut ditingkatkan lewat vapor chamber yang lebih besar untuk menjaga suhu tetap stabil dan suara kipas tetap rendah saat beban kerja meningkat.
Zenbook S14: ringkas, ringan, tetap bertenaga
Jika S16 menonjolkan layar besar, Zenbook S14 mengedepankan portabilitas. Laptop ini memiliki ketebalan 0,47 inci dan bobot 2,65 pon, sehingga mudah dibawa untuk mobilitas tinggi.
Meski sangat tipis, Zenbook S14 tetap dibekali prosesor Intel Core Ultra Series 3 dengan peningkatan performa dan efisiensi. ASUS juga menyematkan kemampuan AI hingga 50 TOPS, sehingga kemampuannya tetap sejajar dengan S16 untuk urusan kerja cerdas berbasis AI.
Berikut ringkasan perbedaan utamanya:
| Model | Fokus utama | Chipset | AI performance | Layar | Harga awal |
|---|---|---|---|---|---|
| Zenbook S16 | Performa dan layar besar | AMD Ryzen AI 400 Series | Hingga 50 TOPS | 16 inci 3K 120Hz OLED | $1,899.99 |
| Zenbook S14 | Portabilitas dan efisiensi | Intel Core Ultra Series 3 | Hingga 50 TOPS | 14 inci 3K 120Hz OLED | $1,999.99 |
Desain premium dan fitur pendukung
ASUS tetap mempertahankan identitas premium pada kedua laptop ini. Zenbook S16 memakai bodi all-metal dengan penutup Ceraluminum, dan tersedia dalam warna Scandinavian White serta Antrim Gray.
Zenbook S14 juga hadir dengan pendekatan yang sama seriusnya pada fitur. Di balik bodinya yang ramping, ASUS tetap menyertakan sistem pendinginan yang layak, WiFi 7, dan port lengkap, yang menjadi nilai tambah bagi pengguna profesional.
Dijual lewat kanal resmi di AS
Kedua model kini tersedia di Amerika Serikat melalui Best Buy dan ASUS Store. Ketersediaan ini memperlihatkan bahwa ASUS mulai menempatkan AI PC sebagai bagian inti dari strategi produk premiumnya, bukan sekadar tambahan fitur pemasaran.
Dengan harga awal $1,899.99 untuk Zenbook S16 dan $1,999.99 untuk Zenbook S14, ASUS jelas menargetkan segmen premium yang menginginkan desain tipis, layar OLED cepat, dan kemampuan AI on-device yang serius. Bagi pengguna yang mencari laptop Windows modern dengan fokus pada kecepatan kerja dan efisiensi, dua Zenbook ini menjadi salah satu penawaran paling menonjol di kelasnya.









