HP Ganti iPhone Buatan Trump Berubah Lagi, Desain Baru Tanpa Harga Pasti

Trump Mobile T1 Phone kembali berubah bentuk di tengah sorotan publik, tepat setahun sejak rencana peluncurannya diumumkan. Perangkat yang diklaim sebagai ponsel “buatan asli Amerika” itu juga masih belum memiliki kepastian harga final maupun jadwal rilis yang jelas.

Perubahan terbaru terlihat pada desain belakang yang kini menghapus tulisan T1 dan efek emas. Di sisi belakang tetap ada tiga kamera, sementara tulisan Trump Mobile pindah ke bagian samping, menurut laporan PCMag yang dikutip CNBC Indonesia.

Desain baru, tetapi masih banyak tanda tanya

Trump Mobile menampilkan desain terbaru T1 Phone di situs resminya, namun perusahaan juga memberi catatan bahwa gambar produk hanya ilustrasi. Situs itu menyebut hasil akhir perangkat dapat berbeda, sehingga tampilan yang beredar belum tentu menjadi versi final saat masuk pasar.

Pernyataan itu penting karena menegaskan bahwa perkembangan produk ini belum sepenuhnya stabil. Bagi calon pembeli, kondisi tersebut membuat T1 Phone lebih mirip proyek yang terus disesuaikan daripada ponsel komersial yang sudah matang.

Spesifikasi ikut berubah

Selain desain, informasi spesifikasi juga ikut bergeser. Trump Mobile kini menyebut layar berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz, setelah sebelumnya ukuran layar sempat dipatok 6,8 inci dan kemudian berubah lagi menjadi 6,25 inci tanpa penjelasan resmi.

Penyimpanan internal disebut mencapai 512 GB. Performa ponsel disebut ditopang chipset Qualcomm Snapdragon 7, tetapi Trump Mobile tidak menjelaskan model chip secara spesifik maupun kapasitas RAM yang digunakan.

Untuk baterai, T1 Phone dibekali kapasitas 5.000 mAh dengan pengisian daya 30 W. Di sektor kamera, ponsel ini membawa tiga kamera belakang dengan konfigurasi 50MP + 8MP ultrawide + 50MP telefoto, sedangkan kamera depannya disebut 50MP.

Harga belum pasti, pre-order sudah dibuka

Salah satu bagian yang paling disorot adalah harga. Hingga kini, Trump Mobile belum mengumumkan banderol pasti, meski eksekutif perusahaan Don Hendrickson dan Eric Thomas pernah menyebut perangkat itu akan dijual di bawah US$1.000 atau Rp 17,1 juta.

Pada tahap pra-pemesanan, harga yang muncul adalah US$499 atau Rp 8,5 juta dengan deposit US$100 atau Rp 1,7 juta. Skema ini membuat publik sempat menunggu kepastian lebih lanjut, tetapi hingga sekarang unit belum juga diterima oleh para pembayar deposit.

PCMag bahkan tidak menyarankan konsumen melakukan pre-order untuk perangkat ini. Laporan itu menyoroti bahwa orang-orang yang sudah membayar deposit belum menerima ponsel, sehingga tingkat kepastian produk masih dipertanyakan.

Perubahan penting pada Trump Mobile T1 Phone

  1. Desain belakang diubah dengan menghapus tulisan T1 dan efek emas.
  2. Ukuran layar bergeser beberapa kali, dari 6,8 inci menjadi 6,25 inci, lalu disebut 6,78 inci.
  3. Spesifikasi utama kini mencantumkan baterai 5.000 mAh, pengisian 30 W, dan penyimpanan 512 GB.
  4. Harga pasti belum diumumkan, meski ada kisaran di bawah US$1.000.
  5. Jadwal rilis belum jelas, walau arsip situs sempat menulis “akhir tahun ini”.

Mengapa kasus ini menarik perhatian pasar

Trump Mobile T1 Phone menarik perhatian bukan hanya karena nama besarnya, tetapi juga karena narasi “Made in America” yang diusung sejak awal. Di tengah dominasi produksi perangkat pintar dari Asia, klaim ponsel buatan Amerika memunculkan ekspektasi tinggi sekaligus pertanyaan soal kesiapan produksi dan rantai pasok.

Kondisi ini juga relevan bagi pembaca teknologi yang mengikuti perkembangan ponsel baru berbasis merek politik atau figur publik. Ketika desain, spesifikasi, harga, dan tanggal rilis masih berubah, pasar biasanya menilai produk seperti ini dengan lebih hati-hati.

Hingga kini, Trump Mobile belum memberikan penjelasan rinci soal alasan perubahan desain dan spesifikasi tersebut. Dengan harga yang belum final dan unit yang belum sampai ke tangan pemesan awal, T1 Phone masih berada dalam fase yang membuat publik menunggu apakah perangkat ini benar-benar akan hadir sebagai ponsel jadi, atau tetap menjadi proyek yang terus bergeser bentuk.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait