Steam kembali menghapus halaman toko untuk game yang menuai banyak sorotan, Pickmos, setelah proyek ini lebih dulu menjadi bahan perbincangan karena dinilai terlalu mirip dengan Palworld dan bahkan Pokémon. Situasi itu makin menarik karena penerbitnya, NetworkGo, justru menyatakan bahwa mereka sudah “secara resmi turun tangan” dalam pengembangan dan akan mengawasi tim Pickmos dari sudut pandang pemain agar game “menjadi lebih baik.”
Perubahan nama dari Pickmon ke Pickmos sebelumnya diumumkan sebagai upaya menyesuaikan identitas merek. Namun, langkah itu tidak cukup meredakan kritik, karena publik menilai masalah utamanya bukan pada logo atau judul, melainkan pada kemiripan visual dan desain yang dianggap terlalu mencolok dengan game populer lain.
Apa yang terjadi pada Pickmos
Informasi yang beredar menunjukkan halaman Steam Pickmos tidak lagi tampil seperti biasa, meski jejak keberadaannya masih terlihat di SteamDB. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa game tersebut tidak sekadar mengalami pergantian nama, tetapi juga sedang berada dalam proses penataan ulang yang lebih besar.
Berikut kronologi singkat yang bisa dirangkum dari informasi yang tersedia:
- Game ini awalnya dikenal sebagai Pickmon.
- Nama kemudian diubah menjadi Pickmos untuk “lebih selaras dengan identitas merek.”
- Setelah reaksi publik terus berdatangan, halaman Steam-nya hilang.
- NetworkGo menyebut telah “secara resmi turun tangan” dalam pengembangan.
- Publisher mengatakan akan mengawasi tim Pickmos agar game membaik.
Pernyataan NetworkGo itu disampaikan lewat X dan berbunyi, “We’ve heard your feedback regarding the removal of our Steam store page and want to clear things up.” Mereka juga menambahkan, “Networkgo has officially intervened in the development of PocketGame. We will be supervising the Pickmos team from a player’s perspective to ensure the game keeps getting better.”
Kontroversi yang langsung membayangi
Sorotan terhadap Pickmos tidak lepas dari tudingan bahwa game ini meniru banyak elemen dari karya lain. Dalam liputan PC Gamer, Lincoln Carpenter menyebut game tersebut sebagai tiruan yang “shameless” terhadap Pokémon, bahkan menilai Palworld terlihat seperti “paragon of creative integrity” jika dibandingkan dengannya.
Carpenter juga menulis bahwa Pickmon bukan hanya menyerupai Pokémon, tetapi juga “mengambil pekerjaan rumah” dari The Legend of Zelda, Overwatch, dan bahkan Palworld. Penilaian itu menjelaskan mengapa perubahan nama saja tidak cukup untuk menenangkan kritik yang sudah terlanjur meluas.
Reaksi publik dan respons studio
Respons awal dari tim pengembang juga ikut memperkeruh keadaan. Saat tudingan soal karya fan artist mengemuka, studio meminta “Mr. Fakemon” untuk membuktikan hak merek atas desain yang dipersoalkan. Sementara itu, pesan lain yang muncul dari akun X yang sama menyebut game sedang direvisi agar menjadi “controversy-free experience” dan akan dirilis ulang setelah mendapat persetujuan final dari publisher.
Pernyataan yang saling berdekatan ini membuat situasi Pickmos tampak tidak konsisten di mata publik. Di satu sisi, developer terlihat mencoba merapikan arah proyek, namun di sisi lain publisher justru terasa mengambil alih kendali untuk mengurangi risiko lebih lanjut.
Mengapa kasus ini penting bagi industri game
Kasus Pickmos menjadi contoh bagaimana pasar game bisa bereaksi sangat cepat terhadap dugaan penjiplakan. Dalam ekosistem digital seperti Steam, reputasi sebuah game dapat berubah hanya dalam hitungan hari, terutama jika perhatian publik sudah tertuju pada kemiripan dengan waralaba besar.
Tiga pelajaran utama yang tampak dari kasus ini adalah:
| Hal yang disorot | Dampak |
|---|---|
| Kemiripan visual dan desain | Memicu kritik luas dari komunitas |
| Pergantian nama | Tidak otomatis menghapus kontroversi |
| Intervensi publisher | Menunjukkan adanya risiko manajemen proyek dan legal |
Meski belum ada kepastian apakah Pickmos akan kembali muncul di Steam, arah komunikasi dari NetworkGo menunjukkan bahwa proyek ini masih berjalan di bawah pengawasan yang lebih ketat. Untuk saat ini, yang pasti ialah bahwa kontroversi seputar kemiripan dengan Pokémon, Palworld, dan game lain masih menjadi beban utama yang harus diselesaikan sebelum game itu bisa kembali dipandang serius oleh pemain.






