Metro 2039 Bakal Paling Kelam, Xbox Perlihatkan Sekilas Shooter Pasca-Apokaliptik Yang Menghantui

Xbox memberikan gambaran pertama tentang Metro 2039 melalui format baru “First Look” yang berdurasi 15 menit. Dari cuplikan awal itu, 4A Games menegaskan bahwa seri terbaru ini akan menjadi game Metro paling gelap sejauh ini.

Metro 2039 menjadi entri utama pertama sejak Metro Exodus dan tetap membawa identitas seri sebagai shooter dengan nuansa horor. Latar ceritanya kembali berada di dunia pasca-nuklir, ketika Perang Dunia 3 menghancurkan sebagian besar peradaban dan para penyintas bertahan di jaringan metro bawah tanah Moskow.

Dunia yang muram dan penuh tekanan

Seri Metro selalu menampilkan sisa-sisa kehidupan di bawah tanah, tetapi Metro 2039 tampak mendorong atmosfer itu ke arah yang lebih kelam lagi. Dalam cerita barunya, para penyintas harus menghadapi kelaparan, faksi-faksi yang saling bermusuhan, anomali supranatural, dan monster bermutasi akibat radiasi.

4A Games menyebut permainan ini sebagai kampanye single-player yang digarap dengan sangat detail dan berfokus pada cerita. Studio juga mengatakan pemain akan merasakan “beban dunia yang membusuk” yang menekan secara konstan, sehingga pengalaman bermain terasa semakin sempit, tercekik, dan tidak nyaman.

Cerita baru, ancaman lama yang kembali

Metro 2039 dikembangkan bersama Dmitry Glukhovsky, penulis seri bukunya. Salah satu elemen penting yang ditampilkan adalah kembalinya faksi Fourth Reich yang kini diperlihatkan lebih kuat dan lebih berbahaya, setelah mengambil alih Metro.

Karakter baru bernama “The Stranger” menjadi pusat cerita yang ditampilkan dalam cuplikan perdana. Sosok ini kembali menyusuri lorong-lorong gelap dan reruntuhan Subway Moskow dengan alasan yang belum dijelaskan, meski video memberi petunjuk bahwa misinya berkaitan dengan upaya menyelamatkan kerabat yang lebih muda.

Warisan perang yang memengaruhi isi game

4A Games secara terbuka mengaitkan arah cerita Metro 2039 dengan pengalaman studio di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Pengembang yang berbasis di Kyiv dan Malta itu mengakui bahwa perang mengubah banyak hal dalam proses pengembangan dan cara mereka membangun cerita.

Studio mengatakan bahwa tema yang diangkat kini lebih menyoroti pilihan, konsekuensi, harga untuk bertahan hidup, dan biaya yang harus dibayar demi masa depan. Mereka juga menegaskan bahwa permainan ini tidak berusaha meromantisasi dunia pasca-apokaliptik, melainkan menampilkan sisi paling brutal dan tragis dari manusia.

4A Games bahkan menyebut ada masa ketika pemadaman listrik memaksa tim menggunakan generator agar proses kerja tetap berjalan. Mereka juga menceritakan gangguan akibat serangan drone dan roket yang ikut memengaruhi jalannya pengembangan.

Cuplikan gameplay yang singkat tetapi padat

Meski porsi gameplay yang diperlihatkan belum banyak, 4A Games menekankan bahwa lingkungan Metro 2039 tetap dibangun secara manual dengan detail yang tinggi. Setiap sudut area dirancang untuk menyimpan cerita tentang orang-orang yang pernah tinggal di sana, sesuai tradisi seri ini yang dikenal imersif.

Cuplikan yang ditampilkan juga memperlihatkan pendekatan visual yang keras dan tanpa kompromi. Dari gambar yang muncul, nuansa propaganda, ketakutan, dan manipulasi terhadap para penyintas menjadi bagian penting dari konflik yang dihadirkan.

Metro 2039 dijadwalkan rilis pada Winter 2026 untuk Xbox PC, Xbox Series X|S, Xbox Cloud, Steam, dan PS5. Xbox juga mengisyaratkan bahwa game ini kemungkinan akan mendapat tampilan lebih dalam di Xbox Showcase pada Juni, sementara cuplikan awalnya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa seri Metro masih mengandalkan suasana pekat, cerita berat, dan dunia yang terus menekan pemain dari awal sampai akhir.

Terkait