Minder Di Hari Pertama Di Apple, Kini John Ternus Resmi Jadi Pengganti Tim Cook

Apple resmi menunjuk John Ternus sebagai CEO baru untuk menggantikan Tim Cook. Penunjukan ini langsung menarik perhatian karena Ternus bukan nama baru di internal perusahaan dan sudah lama disebut sebagai sosok yang paling mungkin melanjutkan tongkat kepemimpinan Apple.

Keputusan itu juga menegaskan pola Apple yang cenderung mempromosikan pemimpin dari dalam organisasi. Di balik pengangkatan tersebut, ada riwayat kerja panjang Ternus di bidang teknis yang membuatnya dianggap memahami jantung inovasi Apple, terutama pada sisi perangkat keras.

Sosok teknis yang lama disiapkan

John Ternus kini berusia 50 tahun dan dikenal sebagai salah satu arsitek penting di balik pengembangan produk Apple. Ia memegang peran besar dalam pengelolaan rekayasa hardware untuk lini iPad, AirPods, dan model-model terbaru iPhone.

Latar belakang pendidikannya juga memperkuat profil teknis tersebut. Ternus lulus dari University of Pennsylvania pada 1997 dengan gelar teknik mesin, lalu sempat aktif sebagai atlet renang saat masih kuliah.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur di Virtual Research, perusahaan yang mengembangkan perangkat VR. Pengalaman itu menjadi pijakan awal sebelum ia masuk ke Apple dan meniti karier di lingkungan yang sangat kompetitif.

Hari pertama yang membuat minder

Dalam pidato alumni di kampusnya pada 2024, Ternus pernah menceritakan kesan pertamanya saat masuk Apple. Ia menyebut hari pertama itu terasa “bikin minder sekaligus mendebarkan”.

Ternus berkata bahwa ia sempat ragu apakah dirinya memang pantas berada di sana. Ia melihat rekan-rekan barunya sebagai orang-orang yang sangat pintar dan percaya diri, tetapi ia juga menilai dirinya beruntung karena tidak sungkan meminta bantuan saat dibutuhkan.

Pengalaman awal itu jadi gambaran soal budaya kerja Apple yang menuntut presisi tinggi. Ternus kemudian menjelaskan bahwa rangkaian pengalaman di sana membentuk caranya mencari solusi dari sudut yang berbeda dan mendorongnya untuk terus mencoba sampai menemukan jawaban yang tepat.

Dari proyek awal sampai posisi puncak

Proyek pertama Ternus di Apple adalah monitor komputer plastik yang disebut sebagai display sinema. Proyek itu menjadi titik awal ia merasakan seberapa detail proses kerja Apple dalam mengembangkan produk.

Perjalanan kariernya terus menanjak setelah itu. Pada 2013, Ternus diangkat menjadi VP of Hardware Engineering dan memimpin pengembangan lini produk Apple seperti Mac dan iPad.

Perannya makin besar ketika pada 2021 ia dipercaya memimpin pengembangan iPhone sebagai Senior VP of Hardware Engineering. Dalam lima tahun terakhir, Ternus juga mengawasi desain dan performa sebagian besar produk baru Apple, termasuk iPad dan AirPods.

Ia turut memegang peran penting dalam transisi Apple dari chip Intel ke chip buatan sendiri. Posisi ini menunjukkan bahwa Ternus tidak hanya hadir sebagai eksekutor produk, tetapi juga ikut terlibat dalam arah strategis teknologi perusahaan.

Pernyataan Cook dan harapan ke depan

Dalam pernyataan resmi Apple, Tim Cook memberikan pujian tinggi kepada Ternus. Cook menyebut Ternus memiliki “otak seorang insinyur, jiwa inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas dan kehormatan.”

Pernyataan itu memperlihatkan alasan mengapa Ternus dinilai cocok memimpin Apple di fase berikutnya. Reputasinya dibangun dari pengalaman teknis, kedekatan dengan pengembangan produk inti, dan rekam jejak bekerja langsung di bawah dua figur penting Apple, yakni Steve Jobs dan Tim Cook.

Ternus sendiri mengaku sangat beruntung pernah bekerja di bawah Jobs dan Cook. Dalam pernyataan saat penunjukannya sebagai CEO, ia juga menegaskan optimisme terhadap apa yang dapat dicapai Apple dalam tahun-tahun mendatang.

“Saya sangat bahagia bisa mengenal orang paling berbakat di Bumi ini di Apple,” ujarnya, seraya menekankan keinginannya untuk membangun sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Dengan latar belakang seperti itu, kepemimpinan Ternus akan menjadi sorotan utama dalam arah baru Apple, terutama pada produk dan inovasi yang menjadi ciri khas perusahaan tersebut.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait