BlackBerry yang dulu disebut ponsel sejuta umat belum benar-benar hilang dari dunia teknologi. Hanya saja, bentuk bisnisnya sudah berubah jauh dari masa ketika keyboard fisiknya menjadi ciri paling mudah dikenali.
Perubahan itu terlihat dari pergeseran industri ponsel ke desain full-display. Di saat merek lain meninggalkan keyboard fisik, nama BlackBerry makin jarang terlihat di pasar perangkat konsumen.
John Wall, sosok yang pernah memimpin BlackBerry, menegaskan perusahaan itu tidak mati. Ia mengatakan dirinya secara teknis masih bekerja di perusahaan yang sama, meski sekarang berada di unit yang berbeda.
Wall kini menjabat presiden QNX, perusahaan yang dimiliki BlackBerry. Menurut dia, banyak orang tidak langsung paham ketika mendengar dirinya bekerja di QNX.
Berubah dari ponsel ke software
QNX tidak lagi memproduksi ponsel seperti BlackBerry pada masa lalu. Perusahaan ini beralih menjadi produsen software yang tertanam di 275 juta mobil.
Di kendaraan, logo QNX memang tidak terlihat oleh pengguna. Namun, Wall menekankan bahwa yang dirasakan konsumen adalah pengalaman yang lebih baik.
Sistem operasi QNX berperan sebagai fondasi berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara. Di dalamnya ada peringatan tabrakan, notifikasi titik buta, kontrol jelajah adaptif, deteksi pejalan kaki, hingga pengarahan ke jalur yang benar saat mendekati area berbahaya.
Wall menyebut peran QNX seperti pondasi bangunan. Ia menegaskan bahwa fitur-fitur di atasnya tidak akan berjalan tanpa fondasi yang kuat.
Tidak hanya di mobil
Jejak software QNX juga meluas ke sektor lain di luar otomotif. Teknologi itu disebut tertanam di robot bedah dan puluhan perangkat medis di rumah sakit.
Peran inilah yang ikut menghidupkan BlackBerry setelah nama besarnya sempat meredup. Setengah dari pendapatan BlackBerry bahkan disebut berasal dari unit bisnis tersebut.
QNX sendiri punya sejarah panjang sebelum diakuisisi BlackBerry pada 2010. Perusahaan ini berdiri sejak 1980 dan sejak awal fokus membangun software, bukan ponsel.
Saat banyak insinyur berpindah ke perusahaan induk untuk mengembangkan sistem operasi seluler, Wall tetap bertahan di QNX. Ia dan timnya terus mengembangkan software untuk mobil, meski pada awalnya perhatian publik belum besar.
Dari terlupakan sampai dilirik Silicon Valley
Perjalanan QNX menunjukkan bagaimana sebuah bisnis bisa bertahan lewat adaptasi. Dari yang dulu kurang diperhatikan, perusahaan itu kemudian menarik perhatian besar dari Silicon Valley.
Transformasi BlackBerry melalui QNX memperlihatkan bahwa nama lama tidak selalu hilang meski produknya berubah total. Di balik hilangnya keypad ikonik BlackBerry dari pasar ponsel, bisnis software yang menyasar mobil dan perangkat medis justru menjadi sumber kehidupan baru.
Source: www.cnbcindonesia.com






