Pemerintah Siapkan Papan Digital Interaktif Untuk 3T, Guru Wajib Siap Duluan

Author: Qoo Media

Pemerintah mulai menyiapkan Program Papan Digital Interaktif untuk menjangkau Daerah 3T, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar yang selama ini masih menghadapi kendala dasar dalam pembelajaran. Program ini diposisikan sebagai bagian dari digitalisasi pendidikan agar proses belajar siswa di Indonesia tidak berhenti di pusat-pusat yang lebih dulu siap teknologi.

Di daerah yang belum memiliki aliran listrik dan akses internet, pemerintah akan menyiapkan fasilitas terlebih dulu sebelum papan digital interaktif diberikan. Langkah ini menunjukkan bahwa perluasan teknologi pendidikan tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur di lapangan.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Arif Jamali menegaskan, kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus dirasakan semua daerah. Ia menyebut kebutuhan itu sebagai keniscayaan agar guru dapat mengikuti perubahan pembelajaran yang makin digital.

Arif menyampaikan hal tersebut dalam Tech and Telco Forum bertema “Building a Safer Digital Nation: From Connectivity to Cyber Resilience”, Rabu (6/5/2026). Forum itu menjadi ruang untuk menekankan bahwa digitalisasi pendidikan memerlukan kesiapan konektivitas, keamanan, dan sumber daya manusia secara bersamaan.

Pelatihan guru jadi kunci

Dalam implementasi program ini, guru di daerah 3T tidak hanya akan menerima alat, tetapi juga mendapat pelatihan untuk menggunakannya. Pemerintah menilai papan digital interaktif tidak akan efektif jika hanya diperlakukan sebagai pengganti papan tulis biasa.

Arif menjelaskan, tanpa peningkatan kompetensi, perangkat itu hanya akan menjadi whiteboard digital, bukan smart board. Karena itu, pelatihan guru ditempatkan sebagai bagian inti agar alat tersebut benar-benar mendukung proses belajar yang lebih interaktif.

Kemendikdasmen juga akan melakukan pengawasan terhadap guru-guru penerima perangkat agar pelaksanaan program berjalan cepat. Pengawasan ini dipakai untuk memastikan penggunaan papan digital tidak berhenti pada distribusi perangkat semata.

Pemerintah telah melihat lebih dari 50 ribu guru untuk disebarkan ke berbagai wilayah agar percepatan bisa terjadi. Arif menyebut, jika menunggu pelatihan untuk seluruh sekitar 3 juta guru, maka dibutuhkan strategi lain melalui penguatan di komunitas guru.

Dari abstraksi ke visualisasi

PID menjadi salah satu program prioritas Kemendikdasmen dalam mendorong pembelajaran yang lebih mudah dipahami siswa. Dengan pemanfaatan perangkat ini, proses belajar diarahkan bergerak dari abstraksi menuju visualisasi.

Perubahan itu diharapkan membuat siswa dapat melihat dan memahami proses ilmiah secara konkret. Pendekatan visual dianggap lebih sesuai untuk mendukung pembelajaran yang membutuhkan penjelasan bertahap dan contoh yang lebih nyata.

Di tengah upaya memperluas akses pendidikan digital, pemerintah tetap menempatkan kesiapan daerah sebagai syarat utama. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar, pelatihan guru, dan pengawasan pelaksanaan menjadi satu rangkaian yang saling terkait dalam program ini.

Program ini juga memperlihatkan bahwa digitalisasi pendidikan di daerah 3T tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam. Setiap wilayah membutuhkan tahapan yang berbeda, mulai dari penyediaan fasilitas dasar hingga peningkatan kompetensi guru agar teknologi benar-benar dipakai dalam kelas.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru