Belanja AI RI Diprediksi Tembus Rp 100 Triliun, Indonesia Masih Tertinggal Tapi Paling Ngebut

Belanja kecerdasan buatan di Indonesia diperkirakan tumbuh cepat dan menjadi pasar yang makin besar dalam beberapa tahun ke depan. PT Telkom Indonesia menilai nilai belanja AI nasional dapat mencapai Rp100 triliun pada 2030.

Proyeksi itu menunjukkan AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi masa depan semata. Di Indonesia, dorongan transformasi digital di berbagai sektor membuat kebutuhan terhadap teknologi ini terus meningkat, dari layanan publik hingga industri.

VP IT Digital Strategy & Performance Telkom, Jokoadi Wibowo, menyebut AI secara global sudah terbukti sebagai teknologi yang akan bertahan dan terus berkembang. Ia menilai adopsi AI di banyak negara menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan tahunan yang konsisten berada di level dua digit.

Indonesia Masih Tertinggal, Tapi Tumbuh Paling Cepat

Jokoadi mengatakan Indonesia masih sedikit tertinggal dalam tingkat adopsi AI dibanding sejumlah negara lain. Namun, dari sisi pertumbuhan, Indonesia justru mencatat laju paling tinggi.

“Indonesia sendiri memang masih sedikit tertinggal dari sisi adopsi, tetapi growth rate kita justru yang tertinggi dibanding negara lain,” ujarnya dalam Tech & Telco Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pasar AI di Indonesia masih berada pada fase awal. Pada saat yang sama, ruang pertumbuhannya terlihat besar karena adopsi teknologi ini terus bergerak naik.

Peluang Bisnis Sekaligus Kebutuhan Transformasi

Angka Rp100 triliun pada 2030 menandakan peluang bisnis yang besar bagi ekosistem AI di dalam negeri. Proyeksi tersebut juga menegaskan bahwa implementasi AI menjadi semakin mendesak di tengah kebutuhan efisiensi dan percepatan digitalisasi.

Kebutuhan itu muncul karena banyak sektor kini mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat layanan dan operasional. Dalam konteks ini, AI diposisikan bukan hanya sebagai tren teknologi, tetapi juga sebagai alat penting dalam transformasi digital nasional.

Sinyal Pasar yang Semakin Matang

Pertumbuhan adopsi AI di berbagai negara memperlihatkan bahwa teknologi ini sudah masuk jalur yang lebih matang. Pola pertumbuhan yang konsisten di level dua digit memberi sinyal bahwa pasar global masih terus membuka ruang bagi pengembangan solusi berbasis AI.

Bagi Indonesia, kondisi tersebut bisa menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan adopsi. Jika pertumbuhan tinggi itu berlanjut, pasar domestik berpotensi berkembang cepat dan ikut mendorong nilai belanja AI mendekati target yang diproyeksikan Telkom.

Di saat banyak sektor masih menyesuaikan diri dengan teknologi baru, proyeksi belanja AI Rp100 triliun pada 2030 menjadi penanda bahwa arah pasar sudah mulai jelas. Tantangan berikutnya ada pada seberapa cepat pelaku industri dan lembaga di Indonesia mampu mengubah minat terhadap AI menjadi implementasi yang nyata.

Source: www.cnbcindonesia.com

Terkait