Harga Komponen Naik, Pasar Komputer Global Mulai Kehilangan Pembeli Laptop

Ledakan kecerdasan buatan mulai mengubah cara industri komputer bergerak. Di saat permintaan chip untuk server AI melonjak, pasar komputer konsumen justru terseret karena komponen penting makin mahal dan pasokan makin ketat.

Dampaknya terasa langsung di penjualan motherboard global. Banyak konsumen memilih menunda upgrade PC karena harga RAM, SSD, dan prosesor naik dalam enam bulan terakhir.

Kelangkaan chip global menjadi pemicu utama tekanan ini. Produsen semikonduktor seperti Nvidia, Intel, dan AMD disebut lebih fokus memproduksi chip AI ketimbang chip untuk komputer konsumen.

Situasi itu membuat pasar PC kehilangan daya tarik di mata pembeli. Selain faktor harga, minimnya inovasi produk baru juga menahan minat konsumen untuk mengganti perangkat lama.

AMD masih mempertahankan platform AM5. Sementara itu, prosesor generasi terbaru Intel Nova Lake baru akan dirilis akhir tahun ini.

Di sisi grafis, Nvidia belum meluncurkan seri RTX 50 Super. Rumor juga menyebut seri RTX 60 baru akan hadir pada 2028.

Kondisi tersebut membuat banyak pengguna merasa belum ada alasan kuat untuk membeli laptop atau merakit PC baru. Bagi konsumen dengan dana terbatas, pilihan paling masuk akal adalah bertahan dengan perangkat lama.

Laporan Digitimes menyebut empat produsen motherboard terbesar dunia sudah memangkas target penjualan tahun ini. Asus, Gigabyte, MSI, dan ASRock sama-sama mengoreksi proyeksi mereka ke bawah.

Asus diperkirakan hanya mampu menjual sekitar 10 juta motherboard pada 2026. Angka itu turun 33% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 15 juta unit.

Gigabyte juga merevisi target penjualannya menjadi 9 juta unit dari sebelumnya 11,5 juta unit. MSI memangkas proyeksi menjadi 8,4 juta unit dari 11 juta unit pada tahun lalu.

Kondisi paling berat dialami ASRock. Perusahaan itu diprediksi mengalami penurunan pengiriman hingga 37%, dari 4,3 juta unit menjadi hanya 2,7 juta unit sepanjang tahun ini.

Secara keseluruhan, pasar motherboard global diperkirakan menyusut hingga 28% pada 2026. Penurunan itu memperlihatkan bahwa demam AI tidak hanya mendorong industri baru, tetapi juga menekan pasar perangkat komputer tradisional.

Meski begitu, produsen motherboard belum sepenuhnya kehilangan arah. Sejumlah perusahaan seperti Asus, Gigabyte, dan ASRock mulai mengalihkan bisnis ke server AI untuk menangkap peluang dari pembangunan pusat data raksasa oleh perusahaan hyperscaler global.

Di sisi ritel, kondisi justru makin rumit. Harga komponen PC terus naik akibat demam AI, tetapi sejumlah retailer mulai menawarkan diskon motherboard untuk menghabiskan stok yang menumpuk.

Source: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button