Saat AI Memangkas Pekerja Tech, Bitwise Mendorong Mereka Beralih ke Crypto

Author: Qoo Media

Bitwise CEO Hunter Horsley mendorong pekerja teknologi yang terdampak PHK akibat AI untuk melirik crypto. Ia menilai sektor ini masih menyimpan peluang besar bagi engineer ambisius karena masalahnya belum selesai dan justru menuntut orang-orang yang mau membangun.

Dorongan itu muncul di tengah kekhawatiran yang makin luas di Silicon Valley soal pekerjaan yang digeser otomatisasi. Investor dan pendiri perusahaan kini banyak membahas pergeseran tenaga kerja, kesenjangan kekayaan yang melebar, dan ketidakpastian jalur karier di era AI.

Crypto sebagai taruhan sebelum arus utama

Horsley mengatakan pekerja teknologi punya pragmatisme yang dibutuhkan crypto. Ia menyorot isu kebebasan finansial, akses yang lebih terbuka, dan upaya memangkas perantara sebagai alasan sektor itu masih relevan.

Ia juga membandingkan masuk ke crypto dengan bergabung ke OpenAI sebelum adopsi arus utama terlihat jelas. Menurutnya, pendekatan itu cocok bagi talenta yang ingin masuk lebih awal ke bidang yang masih membentuk masa depannya.

Horsley tidak menutup mata terhadap sisi gelap industri ini. Ia mengakui ada scam, proyek yang berantakan, dan headline yang dangkal, tetapi justru celah itulah yang menurutnya bisa diisi engineer yang serius.

Kebutuhan talenta dan daya tarik gaji

Di sisi lain, peran di crypto disebut menawarkan bayaran kompetitif untuk engineering, perancangan protokol, dan talenta produk. Horsley menyampaikan bahwa big tech memang sedang bergerak tanpa lagi membutuhkan sebagian pekerja, tetapi crypto masih membutuhkan tenaga profesional yang pragmatis.

Pernyataannya sejalan dengan laporan BeInCrypto yang menyoroti perusahaan keuangan tradisional mulai menawarkan stabilitas dan prestise bagi talenta crypto saat perusahaan-perusahaan crypto memangkas staf. JPMorgan, BlackRock, dan Citi disebut baru-baru ini membuka lowongan terkait crypto dengan gaji pokok yang mencapai $300,000.

Bank juga mencari talenta hybrid yang paham blockchain sekaligus kepatuhan TradFi. Bloomberg mengutip Paul Przybylski, global head of product untuk digital and tokenized assets di JPMorgan Asset Management, yang mengatakan persoalannya adalah “domain overlap.”

Tekanan AI mengubah pasar kerja

Di San Francisco, situasinya digambarkan makin liar. Partner Menlo Ventures, Deedy Das, menyebut sekitar 10,000 pegawai di Anthropic, OpenAI, xAI, dan Nvidia telah mencapai kekayaan di atas $20 juta dalam lima tahun.

Di saat yang sama, PHK berbasis AI ikut membentuk ulang tenaga kerja lain. Axios melaporkan pada April bahwa biaya AI agent kini melampaui gaji manusia di sejumlah perusahaan.

Tekanan biaya itu juga terlihat di level eksekutif. CTO Uber disebut sudah menghabiskan penuh anggaran AI 2026 lebih awal untuk biaya token, sementara seorang eksekutif Nvidia mengatakan belanja compute kini melampaui anggaran pegawai.

Terbaru