
Anthony Scaramucci menilai Bitcoin sedang menapaki jalur adopsi yang mirip dengan Amazon dan Microsoft. Di tengah volatilitas harga yang masih kerap muncul, ia melihat aset digital itu bergerak dalam pola pertumbuhan klasik yang biasanya terjadi pada teknologi besar sebelum akhirnya diterima pasar luas.
Pendiri SkyBridge Capital itu menyebut Bitcoin tidak bisa didevaluasi. Dalam wawancara dengan RiskReversal Media, Scaramucci mengatakan uang fiat pada dasarnya “worthless”, tetapi mendapat nilai karena kepercayaan publik.
Ia menilai Bitcoin adalah versi yang lebih baik dari sistem uang lama. Menurut dia, aset itu bersifat terbuka, transparan, sepenuhnya terdesentralisasi, dan diamankan oleh jaringan komputer.
Bitcoin dan pola S-curve
Scaramucci mengatakan banyak orang, termasuk dirinya, semula meremehkan Bitcoin ketika dipromosikan oleh para “libertarians” dan “introverts”. Namun, ia menambahkan, pemahaman pasar berubah seiring waktu dan adopsi mulai terjadi, meski menurutnya Bitcoin belum sepenuhnya sampai di tahap itu.
Ia membandingkan perkembangan Bitcoin dengan S-curve of adoption yang juga dialami Amazon dan Microsoft. Pola ini menggambarkan bagaimana produk, teknologi, atau ide baru menyebar di masyarakat, dimulai dari adopsi yang lambat, lalu melonjak cepat, sebelum akhirnya melandai saat pasar matang.
Scaramucci menjelaskan bahwa fase awal diisi oleh early adopters. Setelah itu, ketika masuk ke kelompok late adopters, pasar biasanya mengalami siklus yang lebih volatil.
Keyakinan lama pada Bitcoin
Scaramucci sudah lama dikenal sebagai pendukung Bitcoin. Ia pernah menetapkan target harga US$1 juta untuk aset itu pada 2032.
Ia juga sebelumnya mengungkapkan bahwa 70% kekayaannya berada di Bitcoin. Sikap itu membuat komentarnya soal S-curve dan ketahanan Bitcoin mendapat perhatian lebih besar dari pasar yang masih menilai aset kripto ini dengan hati-hati.
Bagi Scaramucci, inti tesisnya sederhana: Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi program komputer yang memiliki struktur pasokan dan keamanan sendiri. Dari sudut pandangnya, karakter itu membuat Bitcoin berbeda dari uang fiat yang nilainya bergantung pada kepercayaan.









