
Anthony Scaramucci, pendiri Skybridge Capital, menegaskan bahwa ekonomi Amerika Serikat memiliki peluang pulih jika kebijakan politik dapat dijaga stabil dan dapat diprediksi. Dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance, Scaramucci menyatakan, “Jika kita bisa bertahan dengan kebijakan yang stabil dan tidak merusak diri sendiri, ekonomi akan pulih.”
Scaramucci, yang sebelumnya sempat bergabung dalam pemerintahan Trump, melihat bahwa ketidakpastian dan ketidakteraturan di Washington berdampak negatif terhadap pasar keuangan. Menurutnya, “Pasar lebih menyukai stabilitas dan prediktabilitas, sementara kebijakan seperti tarif yang berubah-ubah justru merugikan.”
Dampak Ketidakpastian Politik pada Pasar
Situasi politik yang bergejolak di ibu kota Amerika Serikat menciptakan kondisi "ketidaktenangan dan ketidakpastian" yang menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Scaramucci memberi contoh bahwa kebijakan tarif perdagangan yang berubah-ubah membuat investor ragu dan pasar bergerak tidak stabil. Ia menilai bahwa pasar dapat tumbuh lebih baik jika didukung oleh kebijakan yang masuk akal dan konsisten.
Selain permasalahan politik, pasar saat ini juga menghadapi tantangan dari perubahan teknologi, seperti kekuatan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Beberapa saham unggulan seperti Microsoft mengalami penurunan harga, meskipun secara keseluruhan indeks seperti S&P 500 hanya naik tipis sekitar 1% tahun ini.
Kondisi Pasar dan Prediksi Ekonomi
Scaramucci mencatat bahwa hanya sekitar 20 saham unggulan yang menopang performa pasar secara keseluruhan. Ia menyebut koreksi drastis pada bitcoin hingga 50% sebagai indikator utama yang bisa memicu pelemahan lebih lanjut di pasar saham.
Mengenai kinerja pasar saham tahun ini, beberapa data berikut menggambarkan gambaran umum kondisi saat ini:
- iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) turun sekitar 24,43%.
- Indeks S&P 500 sedikit naik sekitar 1%.
- Russell 2000 mencatat kenaikan sebesar 6%.
- Nasdaq Composite turun sekitar 1%.
Meski demikian, Scaramucci yakin tren penurunan ini bersifat sementara. Ia menilai, The Federal Reserve masih memiliki cukup alat kebijakan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi. “Ketua The Fed, Jerome Powell, yang bergantung pada data, kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga ketika melihat tanda-tanda pelemahan pasar,” katanya.
Saran Investasi di Tengah Ketidakpastian
Scaramucci menganjurkan agar investor tidak mengubah strategi investasi mereka hanya karena situasi pasar yang sementara bergejolak. Ia menegaskan pentingnya tetap tenang dan fokus pada kebijakan jangka panjang. “Saya tidak akan mengganti tesis investasi saya berdasarkan fluktuasi jangka pendek yang sedang terjadi,” ujarnya.
Kejelasan visi kebijakan yang konsisten akan mendorong investor untuk lebih percaya diri dan mendukung pertumbuhan pasar dan ekonomi. Stabilitas politik jadi kunci utama agar ekonomi AS dapat kembali pulih dan mencapai perkembangan yang berkelanjutan.





