Pertemuan CEO GoTo Hans Patuwo dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menarik perhatian karena membahas isu yang langsung menyentuh jutaan mitra pengemudi ojek online. Di tengah berkembangnya ekosistem transportasi digital, pembicaraan itu menyoroti cara meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa membuat bisnis aplikator kehilangan keseimbangan.
Pertemuan berlangsung di kantor Sekretariat Kabinet pada Jumat malam, lalu diumumkan lewat unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Sabtu. Dalam unggahan itu, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi kuat agar kesejahteraan pengemudi bisa meningkat.
Masukan GoTo soal kondisi mitra pengemudi
Dalam pertemuan tersebut, Hans memaparkan sejumlah masukan mengenai kondisi ekosistem mitra pengemudi. GoTo menyebut saat ini ada sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif di seluruh Indonesia.
Jumlah itu belum termasuk mereka yang pernah terlibat di ekosistem tersebut sejak awal beroperasi. Secara total, GoTo mencatat sekitar 3 juta pengemudi pernah bergabung, baik yang masih aktif, bekerja paruh waktu, maupun yang sudah tidak lagi aktif.
Data itu menjadi penting karena memperlihatkan skala besar ekosistem pengemudi yang terdampak oleh kebijakan tarif dan pembagian pendapatan. Dari sisi perusahaan, masukan tersebut menjadi dasar untuk membahas perubahan yang berfokus pada pendapatan mitra.
Porsi pendapatan pengemudi ikut dibahas
Salah satu poin utama dalam pembahasan adalah rencana peningkatan porsi pendapatan pengemudi. GoTo menyampaikan dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan penghasilan pengemudi online, termasuk skema yang dibahas dari sekitar 80% menjadi 92% dari setiap transaksi.
Angka itu menunjukkan adanya ruang negosiasi yang cukup besar dalam pembagian hasil antara pengemudi dan aplikator. Namun, pemerintah menegaskan pembahasan belum selesai dan masih berjalan bersama pelaku industri.
Fokus utamanya adalah mencari titik temu yang adil bagi semua pihak. Pemerintah ingin kesejahteraan pengemudi naik, tetapi keberlanjutan bisnis aplikasi tetap terjaga.
Pemerintah dorong keseimbangan bisnis dan kesejahteraan
Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa Presiden menegaskan peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan bisnis yang adil dan berkelanjutan. Dalam penjelasan itu, aplikator juga diharapkan tetap memperoleh keuntungan yang wajar dan meningkat.
Posisi ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya melihat pengemudi sebagai penerima manfaat kebijakan. Di saat yang sama, pemerintah juga menaruh perhatian pada kelangsungan industri transportasi digital yang menjadi penghubung utama antara penumpang, mitra, dan platform.
Pembahasan seperti ini biasanya memerlukan penyesuaian yang hati-hati karena menyangkut struktur pendapatan banyak pihak. Di satu sisi ada tuntutan agar pengemudi memperoleh bagian yang lebih besar, sementara di sisi lain ekosistem bisnis tetap harus berjalan sehat.
Kolaborasi jadi kata kunci
Unggahan Sekretariat Kabinet menonjolkan kolaborasi sebagai kunci utama pembahasan. Kalimat singkat “Dengan kolaborasi kuat, kesejahteraan meningkat” menjadi penegas arah diskusi antara pemerintah dan GoTo.
Momen pertemuan di kantor Sekretariat Kabinet itu juga memperlihatkan bahwa isu pengemudi ojek online kini berada di radar pembicaraan tingkat tinggi. Dengan skala mitra yang besar dan rencana perubahan porsi pendapatan yang tengah dibahas, hasil dialog ini berpotensi memengaruhi struktur hubungan antara aplikator dan pengemudi di ekosistem transportasi digital.
